sign up SIGN UP

LIFE

Mengenal Bottom Watering, Teknik Penyiraman Tanaman Hias yang Kaya Manfaat

Dian Aprilia | Senin, 05 Apr 2021 18:00 WIB
Mengenal Bottom Watering, Teknik Penyiraman Tanaman Hias yang Kaya Manfaat
caption

Bagaimana caramu menyiram tanaman? Apakah kamu memakai top watering atau bottom watering? Biasanya, banyak penyuka tanaman hias yang memilih menyiram tanaman dengan cara top watering (menyiram tanaman dari atas). Teknik ini dinilai sangat praktis dan mudah untuk dilakukan di berbagai jenis tanaman.

Padahal selain cara tersebut, ada teknik bottom watering yang memiliki banyak keunggulan. Bottom watering adalah cara menyiram tanaman dengan meletakkan pot tanaman ke dalam wadah berisi air untuk beberapa saat. Jadi tanaman akan mendapatkan asupan air dari bawah pot bukan atas.

Manfaat Bottom Watering 

bottom wateringbottom watering/ foto: vintagerevivals.com

Berikut beautynesia.id telah merangkum manfaat dan keunggulan dari teknik bottom watering:

Tidak Merusak Daun

Bottom watering cocok diterapkan untuk mayoritas jenis tanaman. Sebab teknik ini memberikan kebebasan bagi tanaman untuk mengambil asupan air sesuai dengan kebutuhannya.

Berbeda halnya dengan top watering, dimana kita memiliki kuasa penuh atas asupan air tumbuhan. Bisa jadi jumlah air terlalu sedikit atau terlalu banyak. Selain itu top watering juga rentan membuat air masuk dan mengendap di celah daun atau batang dan bisa membuatnya busuk. 

Mencegah Pertumbuhan Jamur dan Hama

Bottom watering juga bisa mencegah pertumbuhan jamur dan hama secara signifikan. Sebab cara ini memungkinkan tanamanmu tidak mengalami over watering atau terlalu basah yang bisa memicu datangnya hama dan jamur. Jadi jika tanamanmu sering diganggu jamur dan hama, coba sesekali untuk melakukan bottom watering.

Meminimalisir Over Watering

Bottom watering
Bottom watering/pinterest.com

Bottom watering bisa dikatakan meminimalisir kelebihan air yang diberikan ke tumbuhan, karena cara ini lebih terkontrol dibandingkan dengan top watering. Namun tidak berarti, potensi over watering benar-benar hilang. Tanaman masih bisa kelebihan air jika terlalu lama terendam dalam air. Untuk itu kamu perlu melakukan pengecekan selama 10 menit setelah merendam tanaman dalam air, agar akar tidak busuk.

Menguatkan Akar

Teknik bottom watering ini juga bisa menguatkan akar dan mendorongnya lebih tersebar luas. Hal ini dikarenakan akar terdorong untuk mencari sumber air yang terletak di bawah pot. Penyiraman dengan cara ini juga cenderung lebih merata.

Cara Melakukan Bottom Watering

Bottom watering
Bottom Watering/pinterest.com
  • Pastikan pot tanaman memiliki luban drainase, sehingga akar bisa menjangkau air.
  • Pastikan juga tanah dalam pot tidak terlalu padat, agar tumbuhan bisa menyerap air dengan mudah.
  • Pakai wadah yang lebar untuk menaruh air dan menampung tanaman.
  • Isi dengan air secukupnya sekitar beberapa cm saja yang penting menjangkau sisi bawah pot.
  • Biarkan selama sepuluh menit agar tanaman bisa meresap air.
  • Lalu cek permukaan tanah apakah sudah lembab atau belum.
  • Pastikan untuk memeriksa agar permukaan tanah tidak terlalu basah.
  • Setelah selesai, buang air di wadah yang menampung pot tanaman hias.
  • Jangan lupa untuk menyiram dengan teknik top watering selama sekitar sebulan sekali untuk menghilangkan mineral dan garam yang menumpuk.

Itulah manfaat dan cara melakukan bottom watering pada tanaman hiasmu. Teknik ini sangat cocok untuk tanaman yang sensitif jika daun basah berlebihan. Jadi coba cek karakteristik tanamanmu sebelum melakukan teknik penyiraman ini ya. Selamat mencoba, ladies!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id