sign up SIGN UP

Nggak Cuma Kesulitan Atur Emosi, Ini 5 Tanda Kamu Sudah Terhitung Butuh Bantuan Profesional Mental Health, Menurut Ahli

Budi Rahmah Panjaitan | Minggu, 10 Oct 2021 22:30 WIB
Nggak Cuma Kesulitan Atur Emosi, Ini 5 Tanda Kamu Sudah Terhitung Butuh Bantuan Profesional Mental Health, Menurut Ahli
caption

Kesehatan mental atau mental health sejatinya bersifat batiniah sehingga terkadang tidak dapat dinilai begitu saja dari tampilan fisik. Selain itu, kesehatan mental juga merupakan sesuatu hal yang tidak kalah penting dibandingkan dengan kesehatan fisik.

Hal tersebut dikarenakan kesehatan mental akan mempengaruhi cara berperilaku, mengambil keputusan serta menghadapi setiap emosi yang muncul dari dalam diri.

Dikutip dari Forbes, Dr. Lindsey Giller yang merupakan seorang psikolog di Child Mind Institute New York, AS, memberikan pendapatnya tentang kesehatan mental ini.

Menurutnya, emosi, pikiran dan hal-hal yang dilakukan oleh seseorang memiliki efek langsung pada energi, produktivitas dan kesehatan secara keseluruhan. Untuk itu merawat mental juga berarti memperkuat kemampuan untuk mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, terlepas dari pentingnya kesehatan mental ini, masih banyak yang rupanya bertanya-tanya tentang apa saja tolak ukur dan kapan waktu yang tepat untuk pergi ke professional mental health.

Untuk menjawab pertanyaan ini, sebagaimana dikutip dari Forbes ada berapa tanda bahwa kamu butuh professional mental health. Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Mengalami Kesulitan Mengatur Emosi

Kesulitan mengatur emosi/ Foto: Freepik.com
Kesulitan mengatur emosi/ Foto: Freepik.com

Tanda pertama yang bisa dijadikan tolak ukur untuk segera mengunjungi profesional mental adalah saat kamu mulai merasakan kesulitan untuk mengatur emosi. Tidak bisa dipungkiri, perasaan sedih, cemas ataupun marah adalah bagian dari kehidupan.

Meski demikian penting untuk diperhatikan seberapa sering dan seberapa kuat emosi tersebut ketika muncul. Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis berlisensi yang  di California, AS, menyebu bahwa emosi dalam bentuk kemarahan sering menjadi bagian dari bentuk depresi.

Emosi dalam bentuk kemarahan ini memang kerap dinilai berbeda dalam kehidupan. Ya, perilaku cepat marah pada pria sering dianggap sebagai bentuk kemaskulinan yang dimiliki. Padahal, apabila konteksnya sudah mengarah pada kemarahan yang tidak terkendali maka hal tersebut merupakan cermin dari perasaan negatif tentang diri sendiri atau dunia, frustasi atau respon stres yang tidak diatur dengan baik.

Untuk itu, sudah sepatutnya untuk menemui pakar di bidangnya, guna melakukan eksplorasi masalah yang lebih dalam dan menemukan solusi terbaik. Dengan demikian, dampak buruk dari ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi bisa diatasi sedini mungkin.

2. Tidak Dapat Beri Kinerja Efektif di Kantor Maupun Sekolah

Tidak bisa memberikan kinerja efektif/ Foto: Freepik.com
Tidak bisa memberikan kinerja efektif/ Foto: Freepik.com

Selanjutnya adalah adanya penurunan kinerja. Apabila konteksnya adalah seorang pekerja, maka hal tersebut bisa dilihat dari kinerja nya di kantor atau tempat kerja. Sebaliknya, jika konteksnya adalah seorang pelajar, maka bisa dilihat dari keefektifannya dalam belajar.

Dikutip dari Forbes, dikatakan bahwa penurunan kinerja di tempat kerja atau sekolah merupakan tanda umum seseorang yang sedang berjuang dengan masalah psikologis atau emosional.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Dr. Durvasula yang mengatakan bahwa masalah kesehatan mental dapat mengganggu perhatian, konsentrasi, memori, energi dan mengakibatkan sikap apatis dan melemahkan dorongan untuk bekerja.

Hal inilah yang kemudian mengakibatkan kurangnya minat dan seringnya terjadi kesalahan dalam bekerja sehingga produktivitasnya di bawah standar.

Jika hal ini sedang atau mulai dirasakan, maka salah satu langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah menemui profesional mental health untuk segera mendapatkan penanganan terbaik.

3. Mengalami Gangguan Tidur dan Nafsu Makan

Mengalami gangguan nafsu makan/ Foto: Freepik.com
Mengalami gangguan nafsu makan/ Foto: Freepik.com

Sebagaimana dikutip dari Forbes, Dr. Friedman mengungkapkan bahwa masalah kesehatan mental dapat berdampak pada tidur dan nafsu makan seseorang.

Hal ini dikarenakan, seseorang yang dalam keadaan cemas memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengalami sulit tidur. Sementara itu, seseorang yang sangat depresi akan tidur sepanjang waktu.

Di sisi lain, kondisi kesehatan mental juga bisa dilihat dari nafsu makan. Saat diliputi stres, beberapa orang akan makan berlebihan untuk melampiaskan emosi mereka, namun beberapa lainnya malah tidak bisa makan.

Apabila hal ini mulai kamu rasakan, maka saatnya untuk lebih jeli dalam menilai sesuatu yang sedang dirasakan. Tentunya akan lebih baik jika langsung berkonsultasi dengan ahlinya.

4. Kesulitan Membangun Hubungan

Kesulitan dalam membangun hubungan/ Foto: Freepik.com
Kesulitan dalam membangun hubungan/ Foto: Freepik.com

Tahukah kamu Beauties, kesehatan mental bisa memengaruhi hubungan seseorang dengan lingkungan di sekitarnya, lho. Bahkan beberapa orang memilih untuk menarik diri dari orang-orang yang ada di dekat mereka karena tidak merasa aman dalam suatu hubungan.

Sebaliknya, ada pula yang merasa terlalu bergantung dengan orang lain untuk mendapatkan dukungan secara emosional. Ternyata hal ini bukan tanpa alasan karena sebagaimana yang dikatakan Dr. Durvasula, bahwa seseorang yang sedang berjuang dengan masalah psikologis atau emosional kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam membina hubungan baik itu di tempat kerja maupun sekolah, kerja dalam tim, berkomunikasi dengan atasan rekan kerja maupun bawahan.

Jika hal ini mulai melanda dan semakin memberikan efek tidak nyaman dalam kehidupan sehari-hari, maka sudah saatnya untuk berkonsultasi langsung dengan ahlinya.

5. Tidak Bisa Menikmati Aktivitas yang Biasa Dilakukan

Tidak menikmati aktivitas yang dilakukan/ Foto: Freepik.com
Tidak menikmati aktivitas yang dilakukan/ Foto: Freepik.com

Tanda yang satu ini juga tidak bisa diabaikan, Beauties. Ya, seseorang yang sedang berjuang dengan masalah emosional atau psikologi sering merasa terasing dalam kehidupan.

Akibatnya, mereka akan kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya mereka sukai. Untuk menjelaskan hal ini, Dr. Friedman menyebutkan bahwa penyebab paling umum dari ketidak-tertarikan dan perasaan kekosongan batin merupakan bagian dari depresi juga kesedihan.

Beberapa tanda bahwa seseorang mengalami depresi ialah dengan munculnya sikap apatis tentang masa depan dan berpikir untuk mengisolasi diri. Apabila hal ini terjadi, maka sudah seharusnya untuk berkonsultasi langsung dengan profesional mental health untuk mendapatkan penanganan terbaik.

-----------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id