Mengenal FAFO Parenting, Jenis Pola Asuh Anak yang Dianggap Lebih Tegas
Beauties, pernah dengar istilah FAFO parenting? Pola asuh ini dinilai mampu membantu anak memahami tanggung jawab sejak dini.
Namun, dalam praktinya setiap orang tua pasti punya cara berbeda dalam hal mendidik anak. Tidak ada gaya parenting yang benar atau salah, selama itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Nah, FAFO parenting ini hadir menawarkan sudut pandang baru dalam mendidik anak. Yuk, kita kenalan dengan konsep parenting ini!
Apa Itu FAFO Parenting?
Definisi FAFO Parenting/Foto: Freepik/pch.vector
FAFO adalah singkatan dari “F**k Around and Find Out,” istilah yang belakangan ramai dibicarakan dalam dunia parenting. Meski terdengar cukup tegas, konsepnya cukup sederhana, kok.
Dalam pola asuh ini, orang tua memberi anak kesempatan dan kebebasan untuk mencoba apa yang mereka inginkan. Selama masih aman, anak dibiarkan merasakan langsung konsekuensi atas pilihannya.
Lewat pengalaman tersebut, anak diharapkan bisa belajar memahami sebab dan akibat. Cara ini juga membantu mereka mengenali batasan dan tanggung jawab tanpa harus selalu diingatkan.
Melansir laman Good Housekeeping, Rebecca Hershberg seorang psikolog klinis mengatakan bahwa konsep ini bukan hal baru dalam dunia parenting. Pada dasarnya, FAFO parenting hanya memberi ruang bagi anak untuk menguji batas sekaligus belajar dari pengalaman mereka sendiri.
Contoh Penerapan FAFO Parenting
Contoh Penerapan FAFO Parenting/Foto: Freepik/freepik
Dilansir dari Psychology Today, salah satu contoh sederhana dari penerapan FAFO parenting di kehidupan sehari-hari, misalnya orang tua sudah mengingatkan anak untuk menyelesaikan PR sebelum waktu bermain. Jika anak tetap menunda, waktu bermainnya otomatis jadi lebih berkurang.
Orang tua tetap bisa memahami rasa kesalnya tanpa harus mengubah aturan. Dengan begitu, anak belajar bahwa setiap pilihan punya konsekuensi.
Contoh lain, remaja yang dibiarkan mengatur jam tidur saat libur sering kali baru sadar dampaknya setelah tubuh terasa lelah. Dari situ, mereka mulai memahami pentingnya rutinitas.
Tanpa perlu dimarahi, pengalaman tersebut sudah jadi pelajaran berharga. Anak pun belajar bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerapkan FAFO Parenting
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerapkan FAFO Parenting/Foto: Freepik/pch.vector
Dr. Pamela B. Rutledge seorang pakar psikologi media mengatakan bahwa orang tua perlu memahami beberapa hal penting sebelum mencoba FAFO parenting. Pendekatan ini bisa berjalan efektif jika dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Pertama, coba lihat dulu apakah anak sudah cukup paham soal sebab dan akibat. Biasanya, pola asuh ini lebih mudah diterapkan ketika anak mulai bisa mengerti bahwa setiap pilihan punya konsekuensi.
Setelah itu, pertimbangkan juga situasinya. Sebaiknya hindari kalau sangat berisiko, apalagi sampai membahayakan fisik atau membuat anak terluka secara emosional.
Terakhir, cek kembali niat kita sebagai orang tua. Selama pola asuh ini dibarengi dengan komunikasi yang hangat, anak tetap bisa belajar tanpa merasa ditinggalkan.
Apakah FAFO Parenting Cocok untuk Semua Keluarga?
Apakah FAFO Parenting Cocok untuk Semua Keluarga?/Foto: Freepik/Lifestylememory
Dr. Pamela B. Rutledge menilai bahwa FAFO parenting tidak selalu cocok untuk semua anak. Terutama jika anak belum cukup paham bahwa setiap pilihan pasti ada konsekuensinya.
Perlu diingat juga, setiap anak itu punya cara belajar yang berbeda. Ada yang cepat mengerti lewat pengalaman, tapi ada juga yang tetap butuh arahan agar tidak merasa bingung.
Gaya parenting ini memang bisa melatih kemandirian sejak dini. Namun, kehadiran orang tua tetap penting supaya anak merasa ditemani, bukan dilepas begitu saja saat menghadapi kegagalan.
Karena itu, pendekatan ini sebaiknya digunakan seperlunya saja, bukan jadi satu-satunya pola asuh anak. Tetap imbangi dengan dukungan dan empati agar anak tumbuh dengan rasa aman.
Beauties, itulah gambaran tentang FAFO parenting yang sedang banyak dibicarakan. Metode ini bisa jadi cara anak belajar memahami konsekuensi, asalkan tetap didampingi dengan penuh perhatian.
Ingat, setiap anak itu berbeda, jadi orang tua pun perlu fleksibel dalam memilih gaya pareting. Apa pun jenis pola asuhnya, pastikan anak tetap merasa aman dan didengar.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!