Stop Being a People's Pleaser! Yuk, Simak Caranya

Marly Azwar | Beautynesia
Selasa, 26 Jan 2021 22:00 WIB
Stop Being a People's Pleaser! Yuk, Simak Caranya
People pleaser / foto: unsplash.com

“Boleh ambilin barang gue di bawah ngga?”. Tidak. “Boleh kok”

“Bisa dong datang rapat sabtu nanti”. Engga. “Bisa kok”

“Kerjain bagian ini dong, pasti bisa kan”. No, I can’t. “Bisa kok!”

Ada yang janggal dari pertanyaan dan pernyataan di atas? Ya, ada pastinya. Jika kamu seseorang yang sering mempraktekkan hal tersebut, boleh kamu kurang-kurangin. Kamu tahu nama tindakan yang kamu lakukan itu apa? Itu namanya people pleaser

Jadi, apakah yang dimaksud dengan people pleaser? People pleaser adalah seseorang yang berusaha keras untuk membuat orang lain senang. Terkadang, people pleaser akan keluar dari zona nyaman mereka untuk membuat orang lain senang walaupun orang tersebut akan hilang waktu atau tenaga. People pleaser bertindak seperti itu karena kurangnya rasa percaya diri dalam diri mereka. 

Menurut healthline, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kamu adalah people pleaser.

  • Kamu memiliki opini yang rendah mengenai diri sendiri
  • Kamu butuh orang lain menyukaimu
  • Kamu sulit untuk berkata “tidak”
  • Kamu yang minta maaf atau menerima kesalahan orang lain walaupun bukan kamu yang seharusnya disalahkan
  • Kamu cepat untuk menyetujui suatu hal, walaupun sebenarnya kamu tidak setuju

Dari hal tersebut, pastinya akan memiliki beberapa dampak yang mungkin akan dan/atau sudah kamu alami, seperti kamu akan merasa lebih frustasi dari biasanya, orang-orang dapat memanfaatkanmu, tidak puas dengan hubunganmu, mudah stress, dan bisa saja pasangan serta keluargamu menjadi frustasi juga terhadapmu.

Lalu, bagaimana kamu dapat mengatasinya? Dilansir dari healthline, ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi tindakanmu sebagai people pleaser.

Tunjukkan kebaikan saat kamu bersungguh-sungguh

berbuat baik itu menyenangkan, namun coba dilihat latar belakangnya terlebih dahulu.
kindness/freepik.com

Menunjukkan suatu kebaikan memang hal yang baik. Akan tetapi, kebaikan tidak datang untuk mendapatkan persetujuan, dan umumnya tidak melibatkan motif untuk membuat suatu hal menjadi lebih baik untuk orang lain. 

Sebelum menawarkan pertolongan, pikirkan terlebih dahulu apa tujuan dan bagaimana tindakan tersebut akan membuatmu merasakan suatu hal. 

Berlatih untuk menempatkan diri kamu sebagai yang pertama

cobalah letakan dirimu pertama ketimbang orang lain, itu bukanlah hal yang egois.
first/unsplash.com

Kamu butuh energi dan sumber emosional untuk membantu orang lain. Jika kamu tidak merawat dirimu, kamu tidak akan bisa melakukan apapun untuk siapapun. Menempatkan kebutuhanmu dahulu tidak egois, itu hal yang sehat. 

Perlu diingat bahwa kebutuhanmu dapat melibatkan pemberian opini saat rapat, merasa nyaman dengan emosi dan perasaanmu, serta bertanya apa yang kamu butuhkan dalam hubunganmu.

Belajar untuk menetapkan batasan

tetapkan batas agar kamu tidak selalu menjadi people pleaser.
boundaries/freepik.com

Selanjutnya, jika ada seseorang yang meminta tolong atau kamu tergoda untuk campur tangan, pertimbangkan beberapa hal berikut.

  • Apa yang kamu rasakan mengenai tindakan tersebut.
  • Apakah kamu punya waktu untuk mengurus kebutuhan kamu sendiri terlebih dahulu
  • Bagaimana dengan menolong membuat kamu merasakan suatu hal.

Tunggu sampai kamu diminta tolong

tunggu sampai kamu diminta tolong.
helping/unsplash.com

Apapun itu masalahnya, kamu selalu sudah siap dengan solusi. Kamu volunteer untuk membereskan suatu hal di tempat kerja dan ikut serta dengan saran ketika temanmu menyebutkan sebuah masalah. Selanjutnya, tantang dirimu untuk menunggu sampai seseorang secara langsung meminta tolong kepadamu.

Bicara dengan terapis

Jika sudah menjadi habit, kamu dapat berkonsultasi dengan terapis.
talking to therapist/unsplash.com

Tidak selalu mudah untuk meruntuhkan pola yang sudah bertahan lama padamu, terutama terbentuk dari masa kecil atau hasil dari trauma. 

Seorang terapis akan membantumu untuk mengeksplor latar belakang kebutuhanmu untuk menyenangkan orang lain. Walaupun penyebabnya belum terlalu jelas, mereka dapat menawarkan bagaimana caranya agar kamu dapat mengatasinya. 

 Menyenangkan orang mungkin terdengar seperti hal yang baik, tapi itu  tidak akan membantumu atau orang yang kamu sayangi. Jika kamu merasa lelah untuk mencoba agar semua orang senang, pertimbangkan untuk bicarakan hal ini ke seorang terapis mengenai bagaimana membuat dirimu senang terlebih dahulu.

(arm2/arm2)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE