sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Duh, Ini Ciri-Ciri Orangtua yang Belum Stabil Secara Emosional

Rumaysha Milhania | Minggu, 28 Mar 2021 16:30 WIB
Duh, Ini Ciri-Ciri Orangtua yang Belum Stabil Secara Emosional
caption

Tidak Peduli dalam Mengurus Diri Sendiri dan Orang Lain

Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam mengurus dan memperhatikan kebutuhan dirinya dan keluarga. Namun, menjadi peduli setidaknya harus dilakukan oleh sewajarnya orangtua.

Orangtua yang belum stabil secara emosional cenderung tidak memikirkan apa yang harus dilakukan untuk anak mereka. Jangankan untuk anak, untuk diri mereka sendiri saja mereka tidak bisa melakukannya. Biasanya kondisi ini semakin diperumit oleh tantangan kesehatan mental tambahan seperti depresi pasca melahirkan.

Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam mengurus dan memperhatikan kebutuhan dirinya dan keluarga.
Pola Asuk Anak/ Sumber: Freepik.com

Lebih Mengutamakan Kehidupan Sosial Pribadi daripada Keluarga

Orang tua yang secara emosional tidak stabil dan belum dewasa mungkin mengabaikan kebutuhan anak-anak mereka demi keinginan dan kepentingan mereka sendiri. Perlu diakui, sebagai ibu atau ayah, seseorang harus mengimbangi kebutuhan dirinya agar kondisi mentalnya tetap baik. Namun, ini bukan berarti kamu meninggalkan dan melupakan kewajiban untuk mengurus rumah dan anak-anak.

Mencegah Anak untuk Mandiri

Terlalu banyak mengambil alih kehidupan anak juga menjadi salah satu tanda kurangnya perhatian orangtua untuk mendidik dan mengajari anak untuk "hidup". Orangtua yang selalu memberikan pelayanan tanpa membiarkan anak untuk belajar akan mengalami kesulitan di masa depan karena ia tidak memikirkan betapa pentingnya pendidikan dan pelatihan anak sejak dini.

Terlalu banyak mengambil alih kehidupan anak juga menjadi salah satu tanda kurangnya perhatian orangtua untuk mendidik dan mengajari anak untuk
Kekerasan dalam Pengasuhan Anak/ Sumber: Freepik.com

Melibatkan Anak dalam Segala Masalah

Orang tua yang secara emosional tidak stabil kerap kali melibatkan anak mereka dalam berbagai masalah dan perdebatan untuk menunjukkan betapa dominan dirinya dalam rumah tangga. Beberapa orang tua bahkan akan berselisih dengan anak mereka dengan harapan membuat anak patuh kepada mereka dengan cara tertentu. Cara ini tidak akan mendidik anak, melainkan membuat anak menjadi anti sosial dan egois.

Menggunakan Gaya Asuh Permisif

Pola asuh permisif sering kali muncul ketika salah satu orang tua (atau terkadang keduanya) merasa tidak mampu memiliki pengaruh dalam kehidupan anak mereka. Ini juga dapat terjadi dalam situasi di mana orang tua merasa tidak memadai atau tidak yakin tentang tugas mereka dalam mengasuh anak.

Lebih ekstremnya, mereka bisa saja merasa bahwa anak akan tumbuh dengan baik tanpa perhatian karena itu adalah hal yang pasti terjadi secara natural.

Pola asuh permisif sering kali muncul ketika salah satu orang tua (atau terkadang keduanya) merasa tidak mampu memiliki pengaruh dalam kehidupan anak mereka.
Pola asuh anak/ Sumber: Freepik.com

Waspadai adanya tanda-tanda ini pada dirimu atau orang sekitarmu. Jika kamu menemukannya, pastikan untuk segera melakukan konsultasi dengan ahlinya.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id