sign up SIGN UP

Orang Tua Nggak Selalu Benar Lho, Ini 4 Kesalahan yang Justru Bikin Anak Kepikiran dan Susah Dimaafkan Sampai Dewasa

Tim Redaksi Mommies Daily | Rabu, 01 Sep 2021 15:45 WIB
Orang Tua Nggak Selalu Benar Lho, Ini 4 Kesalahan yang Justru Bikin Anak Kepikiran dan Susah Dimaafkan Sampai Dewasa
caption
Jakarta -

Mungkin kamu pernah dengar ungkapan kalau orang tua pasti ingin yang terbaik buat anak. Meski begitu, prakteknya, justru yang terjadi bisa sebaliknya.

Yakni bisa menimbulkan luka pada anak. Dan skenario terburuknya, itu akan terus membuat si kecil kepikiran hingga terbawa saat sudah dewasa, dan susah dimaafkan. Hubungan orang tua dan anak pun tak akan baik-baik saja..

Sebagai orang tua muda, kamu tentu nggak mau itu sampai terjadi kan?

Dikutip dari laman Mommies Daily, yang diambil dari pengakuan beberapa orang di komunitas, inilah 4 kesalahan itu, Beauties:

1. Ibu Terlalu Perfeksionis

Ibu memarahi anakIlustrasi ibu memarahi anak/ Foto: Freepik.com

S, 32 tahun, ibu dari satu anak

"Saat kecil, ibu saya adalah ibu dengan segambreng peraturan yang harus dipatuhi seluruh isi rumah, termasuk ayah. Peraturannya dari yang masuk akal demi kedisiplinan seperti aturan menonton TV hanya saat setelah mandi, tidak boleh makan sambil melakukan hal lain seperti nonton atau membaca buku, dan tidur tepat waktu.

Di luar itu, ada seabrek peraturan lain yang lama-kelamaan membuat saya meledak. Contoh: Memotong sayuran saat memasak harus dengan cara yang menurut ia benar, jika tidak, ia bisa merepet marah dan menganggap masakannya gagal, tidak peduli rasanya tetap enak.

Posisi menyimpan barang, cara mencuci piring, cara menjemur baju, semua ada rules spesifik yang tidak boleh dilanggar atau membuat moodnya berantakan seharian. Padahal kenapa terlalu strict juga saya bingung, cuci piring kan yang penting bersih, jemur baju yang penting kering, dan banyak hal yang prosesnya menurut saya tidak terlalu signifikan sampai harus ngomel seminggu penuh.

Di sisi lain, ia juga keukeuh anak-anaknya harus membantu. Padahal kami sudah menyerah karena yang terbaik adalah membiarkan ia kerja sendiri. Keluhannya hanya akan capek tapi ia puas, jika kami membantu, keluhannya bisa satu minggu penuh betapa kami tidak becus mengerjakan pekerjaan rumah. Satu kata: Terlalu perfeksionis.

Dan ini terbawa sampai saya dewasa, saya sulit puas pada diri sendiri bahkan sampai menangis karena kesalahan kecil yang padahal tidak signifikan. Satu kesalahan kecil di 5-10 tahun lalu bisa saya ingat detailnya, sampai sekarang dan bisa membuat saya menangis.

Sampai sekarang, hubungan kami hanya baik-baik saja kalau berjauhan. Kalau dekat, sudahlah semua jadi korban kritik."

2. Tidak Pernah Menghargai Anak

Hal ini akan menambah rumit situasi sehingga tidak menemukan solusi.Ilustrasi tidak pernah menghargai pendapat anak. /Foto: freepik.com

H, ibu satu anak

"Kalau aku sih yang sampai sekarang masih nggak bisa terima alasan orang tua melakukan sesuatu ke aku pas kecil itu, karena mereka nggak menghargai consent aku. Nggak pernah menganggap pendapat aku itu juga penting, dan dari kecil udah dibebanin dengan harapan-harapan masa depan mereka tentang aku.

Contoh pertama, aku pas kecil disunat dan nggak pernah dikasih tau! Mamaku juga nggak tau tindakannya diapain dan dia juga nggak minta izin papaku! Emang sih aku masih bayi dan aku baik-baik aja sekarang, tapi seenggaknya mereka bisa kasih tau pas aku udah dewasa dan bisa mencerna informasi itu.

Contoh kedua, pas pemilihan sekolah dari SD sampai kuliah, harus ikut pilihan mamaku, nggak pernah nanya aku mau nggak sekolah di situ. Contoh terakhir, dari kecil mamaku selalu bilang, 'anak perempuan itu kalau udah gede harus ngurusin orang tuanya, bla bla bla'. Aku punya dua saudara laki-laki dan mamaku nggak pernah ngomong gitu ke mereka. Lah mereka kan anaknya juga, terus nggak suruh ngurusin juga? Enak banget!

Makanya dari dulu sampai sekarang hubunganku sama mamaku nggak pernah akur. Dan sekarang aku udah nggak tinggal di Jakarta, jaraaaang banget kontak sama keluarga. Kalau pulang ke Jakarta juga selalu nginep di hotel.

Dan sekarang aku lagi hamil anak pertama, aku udah wanti-wanti banget ke diri sendiri, jangan sampai jadi orang tua kayak mamaku."

Bagaimana menurut tanggapanmu, Beauties? Apakah kamu juga pernah punya cerita masa kecil yang serupa atau lainnya? Untuk mengetahui kesalahan lainnya yang orang tua lakukan pada anak hingga susah dimaafkan, kamu bisa melanjutkan membaca di sini.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id