sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Hati-Hati Gangguan Hiperseksual! Ini Dia Bahaya yang Harus Diantisipasi

Rumaysha Milhania | Selasa, 10 Nov 2020 21:30 WIB
Hati-Hati Gangguan Hiperseksual! Ini Dia Bahaya yang Harus Diantisipasi
caption
Jakarta -

Kecanduan seks, atau yang dikenal sebagai gangguan hiperseksual, adalah kondisi yang muncul karena adanya fantasi yang menghabiskan banyak waktu dan memengaruhi banyak komponen kehidupan seseorang.

Kecanduan seks dapat merusak hubungan seseorang dengan orang yang dicintai. Perilaku hiperseksual juga dapat mengganggu waktu keluarga, menghancurkan pernikahan, dan menciptakan masalah keuangan.

Pada gangguan seperti ini, dorongan untuk kepuasan seksual lebih diprioritaskan daripada tanggung jawab dan dapat memengaruhi kinerja pekerjaan.

Kecanduan seks, atau yang dikenal sebagai gangguan hiperseksual, adalah kondisi yang muncul karena adanya fantasi yang menghabiskan banyak waktu dan memengaruhi banyak komponen kehidupan seseorang.
Hiperseksual/ Sumber: Freepik.com

Apa Itu Hiperseksual?

Seseorang dengan kecanduan seks akan mengejar kepuasan dengan cara apa pun melalui pornografi, forum seks online, hingga mencari jasa prostitusi. Kecanduan seks umumnya ditandai dengan tidak adanya komponen emosional dan keintiman.

Gangguan ini cenderung dilakukan untuk memenuhi kebutuhan psikologis untuk meredakan depresi, kecemasan, atau stres. Perawatan untuk kecanduan seks dapat dilakukan dengan mengeksplorasi masalah psikologis yang mendasari dan mengembangkan strategi penanganan untuk mengenali pemicu dan menghindarinya.

Aktivitas hiperseksual juga dapat dapat merusak kesehatan fisik dan mental. Seseorang dengan kecanduan seksual sangat berisiko terkena penyakit menular seksual seperti HIV / AIDS, gonore, HPV, Chlamydia, hepatitis, dan sifilis.
Dampak Hiperseksual/ Sumber: Freepik.com

Dampak Hiperseksual

Aktivitas hiperseksual juga dapat dapat merusak kesehatan fisik dan mental. Seseorang dengan kecanduan seksual sangat berisiko terkena penyakit menular seksual seperti HIV / AIDS, gonore, HPV, Chlamydia, hepatitis, dan sifilis. Meskipun beberapa penyakit ini dapat diobati, terdapat risiko efek jangka panjang hingga bahkan kematian.

Perilaku hiperseksual pada seseorang dapat menyebabkan rasa malu, bersalah, dan penyesalan. Selain itu, ini juga membuat seseorang menggunakan obat-obatan atau alkohol untuk menghilangkan perasaan tidak menyenangkan.

Ini tentu dapat meningkatkan risiko kecanduan narkoba atau alkohol. Perilaku kompulsif yang berbahaya dari kecanduan seks mendorong kebutuhan seks yang akan lebih besar, bahkan dengan cara berganti-ganti pasangan sekalipun.

Penanganan Hiperseksual

Perilaku adiktif atau ketagihan sering kali dipicu oleh kondisi kesehatan mental yang mendasarinya seperti depresi, kecemasan, atau gangguan stres pascatrauma. Banyak orang beralih ke narkoba atau alkohol sebagai cara untuk melepaskan diri dari kenyataan.

Setiap orang yang menderita kecanduan dan kondisi kesehatan mental dapat dirawat dengan diagnosis berdasarkan pemeriksaan dari dokter. 

Perilaku adiktif atau ketagihan sering kali dipicu oleh kondisi kesehatan mental yang mendasarinya seperti depresi, kecemasan, atau gangguan stres pascatrauma. Banyak orang beralih ke narkoba atau alkohol sebagai cara untuk melepaskan diri dari kenyataan.
Penanganan Hiperseksual/ Sumber: Freepik.com

Memahami masalah psikologis dan emosional akan membantu mengungkap alasan hubungan tidak sehat seseorang terhadap seks. Dalam pengobatan, pasien umumnya akan mengarahkan kecenderungan dan dorongan ini ke dalam perilaku yang sehat dan memandang seks sebagai aktivitas yang intim dan penuh kasih sayang.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id