sign up SIGN UP

SKINCARE

Jangan Salah, Begini Cara Mencukur Bulu Kemaluan dengan Aman

Lulu Lukyani | Rabu, 14 Apr 2021 03:00 WIB
Jangan Salah, Begini Cara Mencukur Bulu Kemaluan dengan Aman
caption
Jakarta -

Banyak orang yang menghilangkan bulu kemaluan dengan cara mencukurnya. Tentu saja, mencukur bulu kemaluan dapat mendatangkan risiko, seperti iritasi atau luka akibat pisau cukur.

Mencukur bulu kemaluan memang preferensi pribadi, namun perlu diketahui bahwa bulu kemaluan juga memiliki fungsi, yakni mencegah iritasi akibat gesekan, misalnya saat berhubungan intim.

Dengan tugasnya melindungi kulit dari gesekan dan iritasi, sebaiknya bulu kemaluan tidak perlu dicukur habis. Jika terlalu sering mencukur bulu kemaluan, kamu pun berisiko mengalami folikulitis, yakni infeksi pada folikel rambut dan menyebabkan peradangan. Aduh!

Folikulitis ini tampak seperti benjolan putih dan biasanya disebabkan oleh teknik mencukur yang salah. Tak perlu khawatir, folikulitis bisa diobati dengan antibiotik oral maupun topikal. Selain itu, mencukur bulu kemaluan bisa membuat bulu tubuh ke dalam sehingga menyebabkan iritasi. Jika ini terjadi, gunakan krim hidrokortison OTC setelah mencukurnya.

Cara aman mencukur bulu kemaluan

Ilustrasi mencukur.
Ilustrasi mencukur/Freepik

Dilansir dari Women's Health, Dr. Katharine White, MD, profesor kebidanan dan ginekologi di Universitas Boston, mengatakan bahwa menghilangkan semua bulu kemaluan bisa saja dilakukan asal dengan cara yang benar.

Caranya, mulailah dengan mandi air hangat. Ini bertujuan untuk membuat kulit dan folikel rambut menghangat sehingga pori-pori terbuka, folikel jadi lebih lembut, sehingga bulu kemaluan lebih mudah dicukur. Bersihkan area miss V dengan pembersih yang lembut dan bebas sulfat atau menggunakan bahan alami seperti minyak kelapa.

Setelah itu, beri krim atau gel cukur untuk melindungi kulit.  Carilah krim pencukur yang mengandung panthenol, yakni bahan yang bertindak sebagai humektan dan mengunci kelembapan kulit. White merekomendasikan untuk selalu menggunakan pisau cukur baru setiap mencukur bulu kemaluan. Jika dirasa terlalu boros, gantilah pisau cukur setelah 10 kali pemakaian.

Pisau cukur yang tumpul dapat menyebabkan luka, benjolan merah, dan iritasi. Kemudian, cukurlah sesuai dengan arah rambut, gerakkan pisau cukur searah dengan pertumbuhan rambut. Ini akan mengurangi risiko rambut tumbuh ke dalam.

Setelah selesai mencukur, gunakan gel lidah buaya untuk menenangkan kulit. Ingat, jangan terlalu sering mencukur! Berikan waktu istirahat untuk vulva pulih kembali.

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id