sign up SIGN UP

SKINCARE

Kenali Efek Samping Bahan Obat Jerawat yang Perlu Diperhatikan

Oktavian Kumal | Selasa, 03 Nov 2015 01:30 WIB
Kenali Efek Samping Bahan Obat Jerawat yang Perlu Diperhatikan
caption
Saat sedang berjerawat, sangat penting bagi kita menggunakan obat anti jerawat untuk mengurangi peradangan akibat jerawat. Hasil pengobatan ini tentu saja mampu mengatasi masalah jerawat yang mengganggu. Akan tetapi, tak jarang ada yang mengalami masalah akibat efek samping obat jerawat yang digunakan, seperti kemerahan, gatal, atau kulit mengelupas. Hal itu disebabkan oleh bahan-bahan yang terkandung dalam obat jerawat yang bersifat keras apabila terkena kulit. Untuk lebih mudah dipahami, yuk kenali bahan-bahan obat jerawat dan efek samping yang ditimbulkannya.

Benzoyl Peroxide


Benzoyl peroxide merupakan bahan yang digunakan untuk mengatasi jerawat. Bahan ini digunakan di banyak produk anti jerawat yang dijual di pasaran. Benzoyl peroxide digunakan untuk mengurangi inflamasi, membunuh bakteri, dan membuka pori-pori yang tertutup. Benzoyl Peroxide bisa digunakan secara langsung atau dicampur dengan bahan lain. Kadar yang paling aman digunakan dan mudah ditolerir kulit adalah sekitar 2,5 persen.
Foto: https://www.healthgalleries.com/benzagel-topical
Benzoil peroksida dikembangkan oleh Revlon pada tahun 1920. Bahan ini sebenarnya sangat reaktif dan beracun.https://www.amazine.co/8303/obat-jerawat-pilih-benzoil-peroksida-atau-asam-salisilat/
Efek samping obat jerawat dengan bahan ini adalah dapat menimbulkan kulit kering yang kemudian mengelupas dan menimbulkan iritasi yang disertai rasa panas, gatal, dan kemerahan. Bahkan dikhawatirkan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Bahan ini hanya digunakan untuk pengobatan jerawat yang cukup parah seperti acne vulgaris dan tidak disarankan untuk jerawat ringan karena akan membuat kulit mengelupas kemudian iritasi. Sebagai pengganti bahan ini, asam salisilat dianggap lebih cepat mengeringkan jerawat ringan dan lebih lembut di kulit. Namun tidak cukup efektif untuk jerawat yang parah.

Pil Kontrasepsi


Pil kontrasepsi atau lebih dikenal dengan pil KB juga sering digunakan dokter untuk mengobati jerawat pasiennya. Pil kontrasepsi ini lebih difungsikan untuk mengatasi masalah jerawat hormonal atau yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih akibat hormon. Konsumsi pil kontrasepsi pun tidak sembarangan karena setiap produk pil kontrasepsi terdiri dari bahan yang berbeda. Sedangkan untuk mengatasi jerawat, pil kontrasepsi yang dibutuhkan adalah yang mengandung kombinasi antara estrogen dan progesteron. Apabila salah satu bahan tidak ada, maka tidak bisa dijadikan untuk mengatasi jerawat hormonal.
Foto: https://www.acne.org/blog/2011/11/29/birth-control-pills-just-because-its-not-approved-for-acne-doesnt-mean-it-wont-work/
Efek samping ringan yang ditimbulkan seperti mual, kram, kenaikan berat badan, siklus haid yang tidak lancar, serta nyeri pada payudara. Sedangkan efek samping berat yang ditimbulkan antara lain stroke, penyumbatan aliran darah (trombosis), batu ginjal, gangguan emosi, hingga masalah pada hati empedu. Penggunaan obat ini sebaiknya berada di bawah pengawasan dokter dan tidak sembarangan.
Bahan-bahan di atas sering kali dijadikan obat untuk mengatasi jerawat. Baik digunakan secara oral maupun topikal, efek samping obat jerawat di atas tetap harus diperhitungkan mengingat penggunaan jangka panjang yang dapat berdampak pada kematian. Selalu lakukan tes sederhana dengan mengoleskan obat jerawat topikal sedikit di bagian bawah dagu. Jika tidak memberikan efek iritasi kulit, maka penggunaan bisa dilanjutkan. Sedangkan jika terlanjur mengalami masalah kulit yang cukup parah, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.
(ebn/ebn)

Our Sister Site

mommyasia.id