sign up SIGN UP

LIFE

5 Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Nikah Muda

Esra Dopita | Rabu, 27 May 2020 13:00 WIB
5 Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Nikah Muda
caption
Nikah muda bukan hal gampang. Diperlukan banyak pertimbangan. Apa saja? Simak di bawah ini lima hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan menikah muda.

Belakangan seruan nikah muda makin masif disebarkan di jagat maya. Tak sedikit, generasi muda yang berkeinginan menikah dini karena seruan ini maupun melihat teman, keluarga, bahkan artis yang telah menikah muda. Salah satunya, terbaru yang dilakukan pasangan Sabrina Salsabila dan Adhiguna Sosiawan meski pernikahan itu lebih banyak dihujat netizen lantaran dianggap sebagai pernikahan anak. 

Mengingat, usia Sabrina ketika menikah masih 17 tahun dan duduk di bangku SMA. Padahal, nikah muda memerlukan pertimbangan matang. Apa saja? Berikut ini lima hal penting yang harus menjadi pertimbangan sebelum menikah muda. 


Foto: https://www.instagram.com/sabrinasosiawan/

Kesiapan Mental




Foto: https://wolipop.detik.com/

Kesiapan psikis dan mental menjadi hal utama yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan menikah, terlebih nikah muda. Kesiapan psikis dan kedewasaan mental memang tak selalu dipengaruhi umur. Hanya saja, mereka yang belum dewasa secara usia cenderung memiliki emosi yang labil, belum matang dalam bersikap dan mengambil keputusan, serta lebih mementingkan ego masing-masing.

Hal ini dikhawatirkan dapat terjadi ketika menghadapi permasalahan atau kesulitan dalam rumah tangga. Akibatnya, kerap adu mulut atau bertengkar, saling egois, hingga akhirnya pernikahan hanya seumur jagung alias bercerai. 


Kemampuan Finansial




Foto: https://wolipop.detik.com/

Tak dimungkuri, kemampuan finansial tak kalah penting dipersiapkan dan dipikirkan sebelum menikah, apalagi nikah muda. Pastikan keuangan kamu dan pasangan mampu menyanggupi kebutuhan menikah, terlebih kehidupan setelah menikah. Sebab, kehidupan berumah tangga tak sedikit memerlukan biaya, ditambah kehadiran anak. Hal ini harus menjadi pertimbangan penuh sebelum menikah. 

Selain itu, kamu dan pasangan juga harus sudah mandiri secara finansial. Sebab, kesiapan menikah juga kesiapan keduanya menghidupi diri dengan baik dan layak tanpa campur tangan orang tua serta mertua. Jangan sampai malah menambah beban keluarga setelah menikah. 



Kenali Karakter Pasangan




Foto: https://wolipop.detik.com/

Sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan, pastikan kamu sudah mengenal karakter pasangan dengan baik, kelebihan maupun kekurangan. Jangan sampai ketika sudah menikah baru terbongkar karakter buruk pasangan, apalagi jika itu merugikan hubungan. Karena itu, manfaatkan masa-masa pendekatan pranikah untuk saling mengenal lebih jauh. 

Pastikan kekurangan itu masih bisa ditoleransi serta keseriusan pasangan memperbaiki diri sehingga tak memberi dampak buruk ketika menikah. Namun, jika pasangan tak juga berubah dan kamu tidak bisa menerima kekurangan itu, sebaiknya sudahi hubungan.

Ingat, mengubah karakter seseorang tidak mudah, apalagi pernikahan tak selalu dapat mengubah karakter. Dikhawatirkan karakter buruk ini akan terus terbawa saat menikah, lalu kerap memicu pertengkaran yang dapat menghancurkan rumah tangga.


Punya Tujuan Hidup yang Sama




Foto: https://wolipop.detik.com/

Selain karakter, hal lain yang tak kalah penting sebelum memutuskan menikah adalah tujuan hidup yang jelas dan maju. Hal ini bertujuan agar harapan atau target-target dalam pernikahan dapat tercapai dan meminimalkan kesalahpahaman.

Pastikan kamu dan pasangan mempunyai tujuan hidup yang sama. Tak hanya dalam hal besar, tapi juga kecil, sehingga sejalan dan sepemikiran. Dengan demikian, pernikahan kamu memiliki kejelasan serta menciptakan keluarga harmonis. 


Kesehatan Reproduksi




Foto: https://health.detik.com/

Kesehatan reproduksi sering kali diabaikan banyak pasangan yang ingin menikah muda, terlebih perempuan. Padahal, hal ini juga penting. Sebab, perempuan yang melakukan hubungan seks saat usia dini berisiko lebih besar terkena kanker serviks. Ditambah lagi, organ reproduksi perempuan di bawah usia 20 tahun belum siap mengandung dan melahirkan. Akibatnya, kesehatan reproduksi terabaikan yang akhirnya meningkatkan risiko kematian ibu serta anak. 


(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id