Ini Hal yang Harus Kamu Lakukan saat Mendapat Perlakuan Body Shaming!
”Hai, apa kabar? Kok kamu kurusan sih?”
Itu merupakan salah satu pertanyaan yang biasa diucapkan dalam sehari-hari sebagai bentuk menanyakan kabar, atau basa-basi. Namun siapa sangka, pertanyaan yang terdapat kalimat dengan sisipan komentar mengenai tubuh bisa menimbulkan perasaan tidak menyenangkan terhadap seseorang? Bahkan kalimat tersebut seolah menjadi hal yang wajar di masyarakat, tanpa mempedulikan bahwa kalimat itu bisa berdampak buruk secara psikologis bagi seseorang.
Foto: IstimewaBody shaming yang dilakukan oleh orang-orang terdekat sering kali masih dianggap sebagai wujud kepedulian agar korban body shaming lebih termotivasi untuk memiliki tubuh “bagus”, “tampan”, atau “cantik” yang sesuai dengan standar masyarakat. Meskipun niat seseorang bermaksud baik dan dilakukan dengan cara paling halus, tidak semua orang bisa menerima komentar body shaming sebagai hal yang biasa dan wajar. Lantas apa yang bisa dilakukan saat menghadapi body shaming? Inilah hal-hal yang bisa dilakukan saat mengalami body shaming.
Mencintai Diri Sendiri
Foto: IstimewaSebelum mencintai orang lain, ada baiknya kamu mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Dimana pun terjadi, kunci menghadapi body shaming terletak dalam diri kamu sendiri. cintai diri kamu apapun kekurangan yang kamu memiliki, karena dasarnya tidak ada manusia yang sempurna.
Memang mencintai diri sendiri membutuhkan proses, tetapi jika kamu bertekad dan berusaha untuk melakukannya nantinya akan membuahkan hasil maksimal. Dengan kamu menerima diri sendiri apa adanya, maka tidak lagi membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Mengubah Pola Pikir Terhadap Diri Sendiri
Foto: IstimewaJika kamu memiliki keyakinan bahwa bentuk tubuh atau kondisi fisik kamu buruk, maka informasi yang mengatakan sebaliknya tidak akan diproses oleh otak. Karena itu, ubahlah terlebih dahulu pola pikir dan pendapat kamu terhadap diri sendiri. Semakin kamu yakin diri kamu buruk, makin mudah tindakan body shaming menimbulkan dampak negatif pada diri kamu dan makin sulit menerima pujian atau kata-kata positif dari orang lain.
Jangan Bersembunyi
Foto: IstimewaJika kamu merasa kurang percaya diri dengan tubuh yang kamu miliki, pasti kamu akan merasa sungkan untuk bertemu orang lain. Karena hal ini, tentu bisa membuat kamu menjadi pribadi yang tertutup dan sulit bergaul. Coba pikirkan bagian dari tubuh kamu yang kurang kamu sukai dan selalu berusaha kamu tutupi. Sesekali pergilah keluar tanpa harus menutupi kekurangan kamu dan lihat apa yang terjadi meskipun hanya sebentar. Lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal-hal tersebut dan keluar dari zona nyaman.
Balas dengan Ucapan Positif
Foto: IstimewaJika ada yang melakukan body shaming kepada kamu, balaslah dengan positif. Seperti, “Pinggul kamu gede banget lho." Dari pada kamu harus marah-marah, lebih baik balas dengan perkataan positif seperti, "Iya kah? Tapi tak apalah cewek yang punya pinggul besar lebih mudah melahirkannya." Dengan jawaban positif seperti itu, setidaknya orang yang melakukan body shaming akan tahu bahwa kamu tidak tertindas akan perkataannya.
Berikan Pemahaman Body Shaming
Foto: IstimewaSaat ada seseorang yang mengomentari bentuk tubuh kamu, mungkin mereka tidak sadar bahwa orang tersebut sudah melakukan body shaming yang memberikan dampak negatif. Karena itu, tidak ada salahnya kalau kamu menjelaskan kepada mereka apa itu body shaming. Ketidaktahuan masyarakat akan definisi body shaming merupakan potensi besar untuk memberikan edukasi mengenai body shaming.
Katakan jika Tidak Nyaman
Foto: IstimewaSelain menjelaskan apa itu body shaming, kamu juga perlu mengutarakan perasaan jika kamu tidak nyaman dengan dengan hal itu. Jangan takut kamu akan dimusuhi ya, dengan berani mengatakannya justru orang-orang akan lebih berhati-hati dengan ucapan mereka nantinya. Tentu kamu juga harus menyampaikannya dengan cara yang baik.