sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

5 Adat dengan Pernikahan Termahal di Indonesia

Dians Marfuah | Rabu, 09 Jun 2021 10:15 WIB
5 Adat dengan Pernikahan Termahal di Indonesia
Pengantin adat bugis/ Foto: Instagram.com/bugis.wedding
Jakarta -

Prosesi pernikahan di Indonesia ada banyak macamnya, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Setiap suku memiliki syarat dan ketentuannya sendiri saat akan menggelar pernikahan. Ada beberapa proses yang harus dilakukan sesuai dengan adat dan budaya masing-masing. Dari sekian banyak adat di Indonesia, ada beberapa diantaranya yang memakan dana yang cukup besar. Yuk simak langsung lima adat dengan pernikahan termahal di Indonesia.

Adat Bugis, Sulawesi Selatan

Pernikahan Adat Bugis, Sulawesi Selatan/Instagram.com/bugis.wedding
Pernikahan Adat Bugis, Sulawesi Selatan/Instagram.com/bugis.wedding

Suku bugis dikenal dengan biaya pernikahan yang cukup menguras isi dompet. Pasalnya suku ini memiliki prosesi yang cukup panjang dan syarat-syarat khusus yang harus disediakan sang mempelai pria. Dimana sang mempelai pria harus menyiapkan uang panaik yaitu sejumlah uang yang disesuaikan dengan derajat dan tingkat pendidikan sang mempelai wanita. Selain itu faktor asal keluarga, gelar lainnya seperti haji juga harus dipertimbangkan loh.

Untuk uang panaik ini berkisar dari puluhan juta, ratusan hingga ada yang mencapai miliaran.  Uang panaik ini sendiri adalah bukti keseriusan dari calon mempelai pria kepada mempelai wanita. Selain uang panaik dan mahar, proses acara pernikahan dari adat bugis juga cukup panjang dan tentu saja memakan biaya yang gak sedikit.

Adat Banjar, Kalimantan Selatan

Pernikahan Adat Banjar, Kalimantan Selatan/Instagram.com/maulidaistania
Pernikahan Adat Banjar, Kalimantan Selatan/Instagram.com/maulidaistania

Jika ingin melamar gadis banjar, si calon mempelai pria harus menyiapkan budget yang cukup banyak.  Dimulai dari mempersiapkan mahar atau dalam bahasa banjar Maatar Jujuran. Untuk kisaran budgetnya, maharnya bisa berupa uang atau emas berkisar 5 juta hingga 20 juta rupiah. Uang jujuran ini dipersiapkan oleh mempelai pria sebagai modal untuk berumah tangga karena nantinya sang pria lah yang akan jadi pemimpin rumah tangga.  Itu baru mahar ya, belum termasuk seserahan atau barang-barang lainnya.

Besaran mataar jujuran ini juga ikut menentukan seberapa banyak tamu yang akan diundang. Jika dihitung-hitung pengantin yang ingin melaksanakan pernikahan dengan adat banjar setidaknya harus menyiapkan budget sekitaran Rp. 80 juta rupiah. 

Adat Batak, Sumatera Utara

Pengantin Adat Batak, Sumatera Utara/Instagram.com/marthaulos
Pengantin Adat Batak, Sumatera Utara/Instagram.com/marthaulos

Jika di adat bugis ada yang disebut uang panai, maka di batak sendiri ada yang disebut sinamot. Nah untuk meminang sang mempelai wanita berdarah batak  si pria harus menyiapkan mahar yang disebut sinamot. Sinamot merupakan tradisi uang mahar yang jumlahnya disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan pekerjaan calon mempelai wanita.  Jumlah uang sinamot ini dimulai dari jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah. Nah selain uang sinamot ada lagi nih yang harus diisiapkan oleh sang mempelai pria yaitu kain ulos.

Nah, kain ulos ini menandakan status sosial, yang mana harganya juga bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Adat Minangkabau, Padang

Pengantin Adat Minangkabau, Padang/Instagram.com/minangtourism
Pengantin Adat Minangkabau, Padang/Instagram.com/minangtourism

Adat selanjutnya yang memakan biaya pernikahan termahal yaitu  adat minangkabau Padang. Salah satu rangkaian upacara adatnya  yang disebut malam banai oleh mempelai wanita. Malam banai sendiri adalah ritual kasih sayang kepada para sesepuh dengan menghias tangan calon mempelai wanita dengan inai (pacar). Setelah itu ada lagi nih rangkaian adat yang disebut Manjapuik Marapulai, yaitu arak-arakan penjemputan mempelai pria ke tempat acara pernikahan.

Nah, karena acara adat minangkabau ini banyak melibatkan keluarga, tokoh adat hingga warga sekitar, biaya yang harus disiapkan juga cukup banyak. Bahkan disebutkan biaya pernikahan dengan adat minangkabau ini dapat menyentuh hingga angka Rp. 150 juta lebih loh.

Adat Sasak, Lombok

Pengantin Adat Sasak, Lombok/Instagram.com/poetrafoto
Pengantin Adat Sasak, Lombok/Instagram.com/poetrafoto

Ada yang unik dari adat pernikahan masyarakat suku Sasak kampung Sade Lombok Tengah. Di suku ini, jauhnya jarak rumah mempelai wanita juga ikut berperan menentukan biaya pernikahan loh. Menikahi dengan masyarakat luar suku sasak biasanya diukur biayanya dengan dua ekor kerbau. Tapi kalau menikah dengan gadis sekampung biaya mahar berkisar jutaan rupiah. Selain jarak, ada lagi nih yang harus dilihat saat ingin melamar gadis suku sasak. Pemberian maharnya harus disesuaikan dengan pendidikan, status kebangsawanan hingga pekerjaan.

Konon katanya nih kalau ingin menikahi gadis yang telah pegawai negeri, maharnya bisa sampai puluhan hingga ratusan juta loh. Itu belum termasuk biaya prosesi adat dan pesta pernikahan, loh. 

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id