sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Konsekuensi Finansial dari Nikah Siri, Lebih Banyak Rugikan Pihak Perempuan

Dian Aprilia | Rabu, 14 Jul 2021 10:30 WIB
Konsekuensi Finansial dari Nikah Siri, Lebih Banyak Rugikan Pihak Perempuan
Nikah siri/ foto: pexels.com/Daria Obymaha

Nikah siri adalah pernikahan yang dilakukan berdasarkan hukum agama, tetapi tidak diumumkan kepada masyarakat sekitar dan tidak tercatat di KUA dan Kantor Catatan Sipil. Jadi bisa dibilang pernikahan dengan hukum nikah siri ini sah di mata agama tetapi tidak sah di mata hukum.

Hingga saat ini, nikah siri masih menuai pro dan kontra di masyarakat. Ada yang mengatakan nikah siri boleh dan tidak masalah asalkan kedua pihak sama-sama mau menanggung konsekuensi. Ada pula yang menilai nikah siri mengandung lebih banyak kerugian dibandingkan maslahat. Berikut beautynesia.id mengupas konsekuensi finansial akibat dari nikah siri yang lebih banyak merugikan pihak perempuan.

Tak Bisa Menuntut Harta Gono Gini

Nikah siri
Nikah siri/pexels.com/cottonbro

Apabila suatu saat hubungan suami istri yang terlibat nikah siri terpaksa harus berakhir, maka perempuan tidak bisa menuntut harta gono gini. Hal ini akan menjadi masalah yang cukup besar dan ruwet, apalagi jika selama menikah, suami dan istri bekerja sama dalam mencari nafkah, membeli dan membangun berbagai aset penting, dan lainnya.

Jadi aset atau hasil nafkah yang didapatkan selama pernikahan atau dan hasil kerja sama tidak menjadi harta bersama atau harta gono gini atas nama hukum. Hal ini dikarenakan nikah siri tak memiliki kekuatan hukum, akibatnya hak-hak istri dan anak hasil nikah siri tak dilindungi hukum.

Laki-laki Tak Perlu Menafkahi Anak dan Istri

Nikah siri
Nikah siri/pexels.com/cottonbro

Meski biaya nikah siri cenderung lebih murah dibandingkan dengan nikah secara resmi di mata hukum dan agama, tapi dampak nikah siri harus diperhitungkan. Pihak perempuan yang hendak nikah siri harus mengetahui segala konsekuensinya yang cenderung merugikan. Salah satunya adalah laki-laki atau suami tidak perlu menafkahi dan merawat anak istri berdasarkan hukum.

Hal ini dikarenakan hukum nikah siri tidak dianggap sah dan benar di mata hukum. Sehingga istri dan anak dianggap tidak memiliki hubungan dengan pihak ayah atau suami. Padahal jika menikah secara resmi di mata hukum, orang tua wajib merawat dan menafkahi anaknya (yang masih di bawah umur).

Anak dan Istri Tidak Mendapat Warisan Ayah

Nikah siri
Nikah siri/pexels.com/Daria Obymaha

Terakhir, dampak nikah siri adalah anak dan istri tidak akan mendapatkan warisan dari ayah. Meski biaya nikah siri terbilang murah, tetapi konsekuensi jangka panjang terhadap keuangan sangat besar.

Jika suatu saat pernikahan berakhir atau pihak suami meninggal, anak dan istri tidak akan mendapat warisan ayah. Anak dan istri juga tidak mendapatkan perlindungan hukum apabila ingin menuntut hak waris.

Itulah konsekuensi finansial akibat nikah siri yang harus diketahui perempuan. Dalam nikah siri, pihak perempuan dan anak cenderung yang dirugikan.

Jadi jangan melihat dari segi keuntungan karena biaya nikah siri yang murah, tetapi lihat pula dampak jangka panjang dan potensi masalah di masa depan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id