6 Risiko Menjemur Pakaian di Dalam Rumah yang Perlu Kamu Waspadai

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 28 Jan 2026 16:00 WIB
4. Memperparah Asma dan Alergi
Memperparah asma dan alergi/ Foto: Freepik.com/mdjaff

Saat hujan turun berhari-hari atau ruang jemur terbatas, banyak orang memilih mengeringkan pakaian di dalam rumah. Cara ini memang terasa paling aman agar pakaian tetap kering tanpa bergantung pada matahari. Apalagi bagi hunian di area perkotaan atau apartemen, ruang terbuka sering kali tidak tersedia.

Namun, di balik kepraktisannya, menjemur pakaian di dalam ruangan dapat memicu sejumlah dampak yang jarang disadari. Karena itu, penting untuk memahami potensi bahayanya agar kamu bisa mengambil langkah pencegahan yang lebih bijak. Melansir Ideal Home, simak sejumlah risiko menjemur pakaian di dalam rumah. Simak!

1. Kelembaban Ruangan Meningkat

Kelembaban ruangan meningkat/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Saat pakaian basah digantung di dalam rumah, air yang terkandung di serat kain akan menguap dan menyebar ke udara sekitar. Karena sirkulasi udara di dalam ruangan cenderung terbatas, uap air tersebut dapat terperangkap dan membuat tingkat kelembaban meningkat cukup signifikan. Inilah alasan mengapa ruangan terasa lebih pengap, lembab, dan kadang menimbulkan aroma tidak sedap meski sudah dibersihkan.

Kelembaban yang terlalu tinggi juga membuat kenyamanan hunian menurun. Dinding terasa dingin dan basah, lantai menjadi licin, serta udara terasa berat untuk dihirup. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi berbagai masalah kesehatan dan kerusakan bangunan.

 

2. Memicu Pertumbuhan Jamur dan Kapang

Memicu pertumbuhan jamur/ Foto: Freepik.com/freepik

Jamur dan lumut sangat menyukai lingkungan yang hangat dan lembab. Ketika uap air dari pakaian basah memenuhi ruangan, udara menjadi jauh lebih lembab dan menciptakan kondisi yang ideal bagi jamur untuk tumbuh. Hal ini terutama terjadi di area dengan ventilasi buruk, seperti sudut ruangan, kamar mandi, atau area dekat jendela.

Jika dibiarkan, jamur dapat menempel pada dinding, langit-langit, hingga furnitur. Selain merusak tampilan rumah, jamur juga berpotensi menyebabkan kerusakan struktural, seperti cat yang mengelupas, permukaan bernoda, hingga material bangunan yang melemah. Membersihkan jamur pun bukan perkara mudah dan sering kali membutuhkan biaya tambahan 

3. Meningkatkan Risiko Batuk, Flu dan Infeksi Dada

Meningkatkan risiko batuk/ Foto: Freepik.com/8photo

Dampak jamur tidak berhenti pada kerusakan rumah semata, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan penghuni. Spora jamur yang beterbangan di udara dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini memicu gejala seperti batuk, flu hingga infeksi paru-paru.

Risiko ini akan semakin tinggi jika penghuni rumah memiliki daya tahan tubuh yang rendah, anak kecil, atau lansia. Udara lembab yang terus-menerus terpapar dapat memperburuk kondisi kesehatan secara perlahan tanpa gejala yang langsung terasa.

4. Memperparah Asma dan Alergi

Memperparah asma dan alergi/ Foto: Freepik.com/mdjaff

Selain jamur, pakaian basah yang dikeringkan di dalam ruangan juga dapat melepaskan partikel kecil ke udara. Serat kain, debu, hingga sisa deterjen dapat beterbangan dan menurunkan kualitas udara di dalam rumah. 

Bagi sebagian orang, paparan ini mungkin tidak terlalu terasa, tetapi bagi penderita asma atau alergi, efeknya bisa cukup signifikan. Udara lembab akibat menjemur di dalam rumah juga dapat memperberat iritasi pada paru-paru dan sinus, sehingga membuat pernapasan terasa lebih berat dan tidak nyaman. 

5. Menimbulkan Bau Apek yang Mengganggu

Menimbulkan bau apek/ Foto: Freepik.com/jcomp

Sirkulasi udara yang kurang optimal di dalam ruangan membuat proses pengeringan pakaian berlangsung lebih lama. Akibatnya, kain dapat menyimpan kelembaban terlalu lama dan memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau apek. Bau ini tidak hanya menempel pada pakaian, tetapi juga dapat menyebar ke ruangan sekitar.

Jika kondisi ini sering terjadi, aroma lembab bisa menetap di ruang tamu, kamar, atau area lainnya. Untuk menjaga pakaian tetap segar dan harum, sirkulasi udara dan proses pengeringan yang optimal sangat dibutuhkan. Tanpa dua faktor ini, pakaian akan tetap mengeluarkan bau tidak sedap meski sudah dicuci bersih.

6. Memicu Kondensasi dan Kerusakan Permukaan Rumah

Memicu kondensasi/ Foto: Pexels.com/Rene slot

Pengembunan pada jendela sering dianggap hal biasa, terutama saat cuaca dingin atau hujan. Namun, ketika pakaian dikeringkan di dalam rumah, kelembaban yang tinggi dapat memperparah kondensasi dan membuatnya muncul di dinding maupun langit-langit.

Seiring waktu, ini dapat menyebabkan kerusakan air dan potensi masalah struktural, serta pertumbuhan jamur dan lumut. Apabila tidak ditangani, air hasil kondensasi dapat meresap ke material bangunan, memicu pengelupasan cat, pelapukan, hingga munculnya jamur baru. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan biaya perawatan rumah dan menurunkan kualitas hunian.

Itulah beberapa risiko menjemur pakaian di dalam rumah. Agar kualitas udara tetap terjaga dan hunian terasa lebih nyaman, sebisa mungkin hindari kebiasaan ini, ya!

***

 Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE