8 Prediksi Tren London Fashion Week Fall/Winter 2026, Elemen Klasik Inggris Mendominasi!

Tria Oktyana | Beautynesia
Jumat, 27 Feb 2026 07:30 WIB
Nuansa Romantis
Nuansa romantis dengan sentuhan historis terlihat melalui siluet berpinggang ramping, detail renda, dan juga konstruksi gaun dramatis yang terinspirasi dari abad ke-18. Tren ini menambah koleksi yang terinspirasi dari kebudaayaan/Foto: Instagram/bora_aksu

London Fashion Week (LFW) 2026 kembali menegaskan identitasnya sebagai pekan mode paling eksperimental dalam kalender global. Perhelatan yang diselenggarakan dari 19-23 Februari 2026 ini memperlihatkan perpaduan kuat antara warisan British dengan pendekatan desain yang lebih modern dan fungsional untuk musim dingin.

Berbeda dari musim sebelumnya yang cenderung fokus pada statement individual, koleksi tahun ini menunjukkan arah yang lebih terstruktur dan berani. Motif klasik diperbarui lewat teknik produksi, sedangkan warna serta material digunakan secara lebih konseptual. Berikut delapan hal yang paling dominan LFW 2026. Siap-siap jadi tren baru tahun ini, Beauties!

Elizabethan Collar

Estetika aristokratik Inggris mendominasi LFW 2026 lewat kerah Elizabethan, lace, dan siluet tegas dari Burberry hingga Raw Mango/Foto: Instagram/erdem

Ciri khas paling kuat musim ini adalah kebangkitan estetika aristokratik Inggris nih, Beauties. Salah satunya adalah detail high ruffled collars bergaya Elizabethan, lace detail dan juga siluet berpinggang tegas.

Burberry menghadirkan interpretasi ulang warisan melalui high collars pada outerwear klasik. Erdem mengeksplorasi neckline tinggi dengan detail romantis. Pauline Dujancourt membawa versi lebih lembut melalui knitwear berleher tinggi, sedangkan Raw Mango memperkaya tren ini lewat kerah tinggi berornamen dengan sentuhan craft. 

Winter Plaids yang Lebih Berani

Plaid kembali mendominasi LFW 2026 dalam versi lebih eksploratif. Burberry hingga Erdem hadirkan tartan modern dengan warna kontras dan detail artistik/Foto: Instagram/erdem/tolucoker

Motif plaid kembali menjadi fondasi visual musim ini, namun dalam versi yang lebih eksploratif. Motif kotak yang beragam, warna yang dibuat lebih kontras, dan juga pengaplikasiaan yang lebih beragam. 

Di tangan Burberry, check ikonisnya diangkat sebagai outerwear dan tailoring yang streamlined. Sementara Toga menghadirkan interpretasi lebih eksperimental dengan proporsi tidak konvensional. Erdem dan Maximilian Raynor memperkaya plaid lewat kombinasi floral dan bordir.

Frigid Florals untuk Musim Dingin

Floral tampil lebih gelap dan sophisticated di LFW 2026. Dari Emilia Wickstead hingga Erdem, motif bunga hadir dewasa dan artistik untuk musim dingin/Foto: Instagram/erdem

Motif bunga yang identik dengan musim semi kini tampil dalam nuansa lebih gelap dan sophisticated di LFW 2026. Floral hadir sebagai detail yang menawan pada dress dan rok sehingga komposisi yang lebih dewasa dan terstruktur.

Emilia Wickstead dan Patrick McDowell menampilkan floral secara subtle namun matang secara visual. Sementara Erdem menghadirkan pendekatan lebih artistik dengan elemen bunga sebagai bagian dari konstruksi desain.

Biru Mendominasi Runway

Warna biru mendominasi LFW 2026, dari cobalt hingga navy. Tolu Coker sampai Joseph hadirkan palet dinamis pengganti hitam musim ini/Foto: Instagram/bora_aksu/paulinedujancourt/togaarchives

Biru muncul sebagai warna aksen paling konsisten musim ini, dari cobalt yang terang hingga navy yang dalam. Warna ini berfungsi sebagai alternatif yang lebih dinamis dibanding hitam ataupun coklat. 

Pauline Dujancourt dan Tolu Coker memanfaatkan cobalt untuk menciptakan focal point yang kuat dalam siluet koleksinya. Di sisi lain, Joseph, Toga dan Bora Aksu memilih navy yang refined dan komersial.

Nuansa Romantis

Nuansa romantis dengan sentuhan historis terlihat melalui siluet berpinggang ramping, detail renda, dan juga konstruksi gaun dramatis yang terinspirasi dari abad ke-18. Tren ini menambah koleksi yang terinspirasi dari kebudaayaan/Foto: Instagram/bora_aksu

Nuansa romantis dengan sentuhan historis terlihat melalui siluet berpinggang ramping, detail renda, dan juga konstruksi gaun dramatis yang terinspirasi dari abad ke-18. Tren ini menambah koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Inggris. 

Simone Rocha mempertegas identitas romantisnya lewat permainan volume dan tekstur, sementara Dreaming Eli menghadirkan interpretasi romansa yang lebih gelap dan edgy. Pendekatan ini terlihat pada koleksi Pauline Dujancourt.

Transformasi Hoodie

Hoodie naik kelas di LFW Fall/Winter 2026. Dari Chet Lo hingga Labrum London, item kasual ini tampil formal dan redefinisi dress code modern./Foto: Instagram/labrumlondon/mithridate/paulinedujancourt

Hoodie yang identik dengan loungewear dan streetwear telah mengalami transformasi signifikan di London Fashion Week Fall/Winter 2026. Item ini tidak lagi sekadar elemen kasual, tetapi diintegrasikan langsung ke dalam siluet formal yang menciptakan pendekatan baru terhadap dress code modern. Perpaduan ini merefleksikan bagaimana batas antara santai dan formal semakin kabur nih, Beauties.

Chet Lo, Johanna Parv, dan Selasi memadukan hoodie dengan gaun panjang, jaket tailoring, hingga atasan jersey berstruktur. Item ini juga terlihat di parade runway Mithridate, Yaku Fall, Oscar Ouyang, dan juga Labrum London.

Layering

Tren layering mendominasi LFW Fall/Winter 2026. Dari Toga hingga Emilia Wickstead, teknik berlapis tampil stylish sekaligus fungsional untuk musim dingin/Foto: Instagram/togaarchives

Layering mendominasi di berbagai runway musim ini. Teknik ini mengkombinasikan beberapa lapisan kemeja, jaket, rajut, hingga bawahan yang ditumpuk dalam satu look. Bukan sekadar stylistic statement, tetapi juga fungsional di musim dingin. 

Di runway Toga, layering dieksplorasi melalui kombinasi tekstur dan proporsi yang kontras. Natasha Zinko menghadirkan pendekatan yang lebih eksperimental dengan permainan volume, sementara Emilia Wickstead menjaga layering tetap refined dan terkontrol. Pauline Dujancourt dan label lain juga menunjukkan bahwa teknik ini bisa terasa ringan lewat knitwear berlapis yang lembut.

Fur Kembali Menjadi Primadona

Tren fur LFW Fall/Winter 2026 tampil lebih refined sebagai aksen kerah dan cuffs. Burberry hingga Bora Aksu hadirkan sentuhan heritage, glam, hingga edgy/Foto: Instagram/sineadgoreylondon

Jika musim-musim sebelumnya identik dengan oversized fur coat yang mendominasi siluet, Fall/Winter 2026 justru memperlihatkan pendekatan yang lebih sederhana. Fur hadir sebagai detail aksen pada kerah berbulu tebal, cuffs dramatis, hingga trim lembut pada hem coat yang memperkaya tekstur tanpa membuat tampilan terasa berat. 

Di runway Burberry, fur tampil sebagai kerah tegas pada coat panjang bernuansa heritage. Annie's Ibiza menghadirkan sentuhan vintage glam lewat fur di neckline dan cuffs, sementara Bora Aksu menambahkan trim putih yang membingkai siluet paisley romantis. Agro Studio dan Sinead Gorey mengeksplorasi fur dalam pendekatan yang lebih edgy.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE