sign up SIGN UP

Citayam Fashion Week: Dipuja, Dicibir, dan Kini Dilirik Jadi Lahan Bisnis!

Rayoga Firdaus | Beautynesia
Senin, 25 Jul 2022 16:52 WIB
Citayam Fashion Week: Dipuja, Dicibir, dan Kini Dilirik Jadi Lahan Bisnis!
caption
Jakarta -

Dipuja, dicibir, lalu jadi ladang bisnis seolah jadi siklus akan sebuah konten viral media sosial. Citayam Fashion Week yang semula jadi konten hiburan dan tempat nongkrong dari anak-anak kawasan Bojong, Citayam, Depok, dan sekitarnya kini mulai dipersiapkan jadi bisnis komersial.
Baim Wong diketahui sedang mendaftarkan merek Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) atas nama perusahaanya PT Tiger Wong Entertainment.

Baim tak sendiri, diketahui ada nama Indigo Aditya Nugroho yang turut mengajukan pendaftaran merek Citayam Fashion Week.

Aksi Baim Wong ini pun menuai protes netizen. Banyak yang menyayangkan bahwa Citayam Fashion Week yang merupakan representasi bahwa fashion juga dinikmati kelas bawah dan luar kota besar, malah akhirnya jadi lahan untuk memperkaya kelas atas.

Melansir dari Detik, dalam pengajuan tertulis yang diajukan Baim ke PDKI Citayam Fashion Week adalah jenis barang/jasa bersifat hiburan dalam sifat peragaan busana.

Citayam Fashion Week akan menjadi layanan hiburan yaitu menyediakan podcast di bidang mode, layanan pelaporan berita di bidang fashion, menyediakan video online yang tidak dapat diunduh di bidang mode, organisasi peragaan busana untuk tujuan hiburan, pelaksanaan pameran, peragaan busana, dan pameran kebudayaan untuk tujuan hiburan

"Jadi Baim Paula akan mengajak Bonge bikin event Citayam Fashion Week. Kita sudah sediakan uang sebesar Rp 500 juta. Jadi kita pengin bikin Citayam Fashion Week jadi event yang luar biasa, insyaAllah menjadi event tahunan," tukas Paula Verhoeven.

Antusias Baim dan Paula bisa terlihat dari konten yang mereka buat di kanal YouTube miliknya. Dari mulai aksi Paula catwalk di Citayam Fashion Week hingga menyambangi rumah Bonge, salah satu sosok paling populer di lingkungan Citayam Fashion Week.

Gaya Artis di Citayam Fashion WeekGaya Artis di Citayam Fashion Week/ Foto: Instagram

Menjawab kritikan masyarakat dengan dirinya mendaftarkan merek Citayam Fashion Week, Baim memberi keterangan bahwa ia lebih berfokus untuk mengembangkannya jadi lebih eksis di dunia internasional.

"Citayam Itu bukan milik saya. ini milik Indonesia. Saya hanyalah orang yg punya visi MENJADIKAN CITAYAM fashion week sbg AJANG ug mempunya wadah yg legal, Dan ga musiman. Dan yg paling pentingg ,bisa memajukan fashion Indonesia di mata dunia. Kenapa saya tergerak? Semua karena istri saya. Karena dia mengerti dunia fashion, Dan dia melihat Citayam fashion week ini adalah gerakan dimana org2 sudah mempedulikan fashion. dan ternyata di Indonesia, fashion ga harus mahal. dan mereka bangga memakainya. kebanggan," ujar Baim. Kamu bisa membaca selengkapnya pernyataan Baim di sini.

Ia juga menambahkan bahwa rencananya untuk mengembangkan Citayam Fashion Week juga turut melibatkan mereka yang mempopulerkan kawasan tersebut seperti Bonge, Roy, dan Jeje.

Lalu jika Baim Wong jadi pihak yang aktif, bagaimana dengan pemerintah?

Seberapa Perlu Dikomersialisasi?

Sandiaga Uno, selaku Menparekraf pada 17 Juli 2022 kepada detikcom pernah mengatakan Mereka banyak pakai hoodie kenapa tidak kita barengkan misalnya mereka bisa menjadi influencer atau trendsetter yang bisa kita kolaborasikan. Kemenparekraf akan menyiapkan platform selain beasiswa yang kita tawarkan kepada mereka untuk menciptakan konten-konten berkualitas tapi kita juga ingin naik kelas. Kami ingin suatu saat mereka bisa mendunia, go internasional,".

Sandiaga juga hendak memberikan beasiswa kepada Roy, meski akhirnya ditolak karena Roy ingin fokus membuat konten demi membantu perekonomian keluarga.

Anies Baswedan dan tamu Uni Eropa di Dukuh AtasAnies Baswedan dan tamu Uni Eropa di Dukuh Atas/ Foto: Instagram AniesBaswedan

Pemprov DKI juga diketahui menggandeng Jeje dan Bonge untuk mensosialisasikan mengenai ketertiban di kawasan Dukuh Atas. Lalu permintaan Jeje dan Bonge yang bayaran mereka diberikan dalam bentuk beasiswa juga telah didengar oleh pemerintah.

Minggu lalu, pada 19 Juli 2022 Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta bahkan mengajak tamu Uni Eropa untuk melihat sekaligus mencoba catwalk di Dukuh Atas.

Kesimpulannya, belum ada strategi dan realisasi yang matang untuk mengembangkan Citayam Fashion Week.

Wajar jika pemerintah masih maju-mundur. Di era media sosial, fenomena sosial viral semacam Citayam Fashion Week cepat tergantikan antusiasnya.

Fenomena Citayam Fashion Week, Ini Kata Jokowi hingga SosiologFenomena Citayam Fashion Week, Ini Kata Jokowi hingga Sosiolog/ Foto: (dok. detikcom)

Masyarakat kini mungkin ramai berbondong-bondong mendatangi Dukuh Atas, entah didera penasaran atau juga karena ingin membuat konten mengenainya, tapi siapa yang bisa menjamin jika ada hal baru yang lebih viral orang akan terus tertarik dengan Citayam Fashion Week?

Alasan lain adalah jika ingin dikomersialkan perlu dipersiapkan bagaimana bentuknya dan seperti apa struktur operasional yang tepat. Di mana tak hanya melibatkan pemerintah saja tapi juga bersinergi dengan anak mudanya.

Citayam Fashion Week lahir bukan sebagai sebuah ajang fashion week. Tapi simbol akan keinginan para anak muda yang butuh ruang eksistensi baik di ruang publik maupun media sosial.

Rusli Ikhwan, Founder Roughneck bersama influencer Bimo Ghifari dan anak-anak Sudiman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok (SCBD) turut meramaikan Citayam Fashion Week, di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Sabtu (23/7).Rusli Ikhwan, Founder Roughneck bersama influencer Bimo Ghifari dan anak-anak Sudiman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok (SCBD) turut meramaikan Citayam Fashion Week, di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Sabtu (23/7)./ Foto: Pradita Utama

Banyaknya anak remaja yang eksis di Citayam Fashion Week juga perlu jadi perhatian. Terutama dalam hal permasalahan pendidikan, keamanan, dan ketertiban.

Sebelum ada upaya komersialisasi, publik sudah khawatir mengenai prioritas para anak-anak tersebut dalam hal pendidikan. Jangan sampai perkembangan Citayam Fashion Week secara komersial malah semakin membuat mereka menjauh dari sekolah.

Kehebohan catwalk di Citayam Fashion Week juga mulai diikuti oleh anak muda di kota lain seperti Surabaya dan Medan. Jika terus berkembang tak menutup kemungkinan akan ada sosok lain yang mencoba mendaftarkan merek serupa. 

Fenomena muda mudi Citayam nongkrong di Taman Dukuh Atas Jakarta menjadi perbincangan hangat. Kini mereka menggelar Citayam Fashion Week di Jakarta.Fenomena muda mudi Citayam nongkrong di Taman Dukuh Atas Jakarta menjadi perbincangan hangat. Kini mereka menggelar Citayam Fashion Week di Jakarta./ Foto: Pradita Utama

Sebenarnya tanpa upaya komersialisasi pun ada banyak cara untuk mengembangkan kreativitas para anak muda di Citayam Fashion Week. Semisal berkolaborasi bersama para pelaku industri mode dan kreatif tanah air. Tentunya dalam sebuah proyek yang inspiratif. Bukan proyek konten aji mumpung untuk viral belaka.

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat dalam unggahannya turut mengomentari aksi Baim Wong.

"Biarkan ini jadi cerita, bahwa fashion jalanan tetap adanya di jalanan. Bukan di sarinah, bukan di podcast, bukan pula harus menginternasional. Biarkan tetap Slebew bukan Haute Couture. Ada kalanya mereka hanya butuh ruang ekspresi. Dan tidak perlu negara turut campur terlalu jauh. Tidak perlu pula individu2 di luar komunitasnya ikut-ikutan mengatur-ngatur."

Ridwan juga menyarankan agar Baim mencabut pendaftaran merek Citayam Fashion Week.

"Saran saya, pendaftaran HAKI ke Kemenkumham dicabut saja. Terima kasih jika bisa memahaminya."

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id