Koleksi Raya 2026 dengan Tenun Khas Tapanuli Selatan

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 15:30 WIB
Ragam Koleksi Raya 2026 dengan Tenun
Tobatenun x GLASHKA/ Foto: Dok. Tobatenun

Tobatenun kembali hadirkan koleksi kolaborasi bersama sejumlah desainer Indonesia. Koleksi Ramadan dan Idul Fitri 1447 H bukan hanya hadirkan busana-busana spesial untuk Hari Raya menggunakan wastra, tapi juga mengangkat kisah Abit Godang yang sarat teknik, rona, dan jejak akulturasi dari tanah Tapanuli Selatan.

Tenun Abit Godang atau Abit Sadum, tenun historis dari Angkola, Tapanuli Selatan, jadi primadona yang diolah menjadi busana nuansa Raya, mulai dari yang terkesan kasual sampai yang lebih formal. Tenun ini dibuat dengan metode pakan tambah-dikenal sebagai songket atau jungkit-yang diperkaya dengan teknik marsimata serta sulam padat bonggit lilit.

Itang Yunasz, fbudi, Glashka, Shawl & Co, AMOTSYAMSURIMUDA mempresentasikan karyanya menggunakan kedua tenun tersebut di Sopo Del Tower pada hari Rabu (11/2/2026). Kreasinya semakin bersinar disandingkan dengan kreasi aksesori Lungsin dan Da'Poza, Ulos Sadum, hingga dipadukan dengan kebaya Djuita.

Ragam Koleksi Raya 2026 dengan Tenun

Tobatenun x GLASHKA

Tobatenun x GLASHKA/ Foto: Dok. Tobatenun

GLASHKA

Koleksi tenun Batak bertajuk ‘Senandung Rona’ dipersembahkan GLASHKA. Didominasi merah muda yang lembut, label besutan Ega Augustia dan Sarah Sofyan merayakan feminitas lewat koleksinya. Wastra dipertemukan dengan teknik modern, seperti permainan tekstur, siluet, hingga applique bordir. Karya ini jadi wujud nyata pertemuan pengrajin dari Tasikmalaya dengan tenun tanah Sumatera Utara.


Itang Yunasz

Tobatenun x Itang YunaszTobatenun x Itang Yunasz/ Foto: Dok. Tobatenun

Itang Yunasz mengolah tenun menjadi kreasi yang mewah, tapi tetap fleksibel. Koleksi modest wear menampilkan tenun kontemporer hasil Alat Tenun Bukan Mesim (ATBM) yang terinspirasi dari Ragi Hotang, hingga tenun tradisi Sadum dalam rona biru teduh, hingga warna hasil pewarnaan alam hasil laboratorium Jabu Borna, rumah pewarnaan alam hasil binaan Tobatenun.

fbudi

Tobatenun x fbudiTobatenun x fbudi/ Foto: Dok. Tobatenun

Kolaborasi Felicia Budi bersama Tobatenun mengisyaratkan nilai marsiadapari, yakni bekerja dan berjalan bersama sembari ‘Merayakan Ritual Kebersamaan dan Keterhubungan’ dalam kehidupan. Sambil mempertahankan tenun metode Jungkin sebagai daya tarik utama, kreasinya juga diperkaya susunan payet yang rumit, kombinasi tekstur, dan juga struktur berlapis.


Shawl & Co

Tobatenun x Shawl & CoTobatenun x Shawl & Co/ Foto: Dok. Tobatenun

Shawl & Co, label kontemporer oleh Tria Adrian, Indira Tranggono, dan Astri Adrin, mengambil inspirasi dari alam, waktu, serta manusia untuk mengkreasikan koleksi bertajuk Balutan Raya dalam Anyaman Budaya. Busana ready-to-wear penuh karakter menggabungkan palet warna yang teduh dengan yang lebih berani. Rona biru yang mendominasi, sentuhan merah menyala, rona earth tone yang membumi, dipadukan dengan tenun sebagai aksen pemanis.


AMOTSYAMSURIMUDA

AMOTSYAMSURIMUDAAMOTSYAMSURIMUDA/ Foto: Dok. Tobatenun

AMOTSYAMSURIMUDA mempersembahkan koleksi ‘MULAK’ yang berarti pulang dalam bahasa Batak. Hari Raya Idulfitri yang sering dirayakan dengan berkumpul kembali bersama keluarga diwujudkan lewat pendekatan desain yang lebih bersih, tenang, dan esensial. Tenun dobar disandingkan dengan teknik shibori, tapi tetap menjadi elemen integral dalam desain.


Bersama dengan itu, Djuita turut menghadirkan koleksi kebaya tradisi dan kontemporer karya Hullia Ratu Tiara dan Ratu Ocsandhara. Potongan kebaya klasik dengan detail manik dan bordir dipadukan dengan kain Sadum tradisi serta kreasi Tobatenun, termasuk kain hasil kurasi Jabu Bonang.

DA’POZA, jenama besutan Imelda Dewajani dan Dahlia Sardjono, menampilkan kolaborasi berbasis tenun kontemporer habut hasil inovasi Tobatenun dan Rumah Komunitas Wastra. Koleksi ini hadir dalam dua kombinasi warna, yaitu coklat dan hijau, diterjemahkan ke dalam tas dan aksesori modern dengan inspirasi motif Ulos Sigaragara Heteran. LUNGSIN besutan Aulia Rusdi menghadirkan koleksi tas dan dompet berbahan tenun kontemporer Tobatenun dari kawasan Danau Toba, mengeksplor tenun Naarta dengan detail benang bicolor yang membentuk pola terinspirasi Ulu Torus.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE