Lebih dari Sekadar Fashion, Ini Cara Vivienne Westwood Menyuarakan Aktivisme Lewat Karyanya

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Sabtu, 20 Jun 2026 12:30 WIB
5. Menggunakan popularitasnya untuk aksi politik
“I AM NOT A TERRORIST, please don’t arrest me.”/Foto: showstudio.com

Beauties yang familiar dengan dunia mode pasti tidak asing seorang ikon, yakni Vivienne Westwood. Ia merupakan fashion designer asal Inggris yang dikenal sebagai salah satu desainer paling berpengaruh di dunia fashion.

Namun, di balik karya-karyanya yang ikonik, perempuan kelahiran 8 April 1941 ini juga aktif menyuarakan berbagai isu sosial, politik, hingga lingkungan lewat fashion. Bahkan, ia kerap menjadikan dunia mode sebagai media untuk menyampaikan kritik dan bentuk perlawanan.

Yuk, simak beberapa cara Vivienne Westwood menyuarakan aktivisme lewat karya dan dunia fashion, Beauties!

1. Membawa budaya punk sebagai simbol perlawanan

Vivienne Westwood dan Malcolm McLaren/Foto: instagram.com/@thewestwoodarchives

Vivienne Westwood dikenal sebagai salah satu sosok yang mempopulerkan budaya punk lewat fashion pada era 1970-an. Bersama Malcolm McLaren, ia membuka butik bernama "Let it Rock" yang menghadirkan berbagai desain anti-mainstream yang berani dan penuh kontroversi. Mulai dari pakaian kulit, kaos dengan slogan provokatif, hingga gaya ripped clothing yang identik dengan budaya punk, semua desain tersebut berhasil menarik perhatian anak muda saat itu.

Dilansir dari artikel yang ditulis oleh Derin Kiziloğlu melalui ArtDog Istanbul, Vivienne menggunakan fashion sebagai bentuk pemberontakan terhadap norma sosial dan sistem yang dianggap terlalu konservatif. Bahkan, desainnya juga banyak dikenakan oleh Sex Pistols dan menjadi simbol budaya punk di Inggris. Bagi Vivienne, fashion bukan hanya soal penampilan, tetapi juga media untuk menyuarakan keberanian dan kebebasan berekspresi.

2. Aktif menyuarakan isu lingkungan

Vivienne Westwood dengan kaos Save The Arctic sebagai salah satu bentuk campaign-nya/Foto: viviennewestwood.com

Selain dikenal lewat desain fashion yang ikonik, Vivienne Westwood juga aktif menyuarakan isu lingkungan dan perubahan iklim. Ia mendukung berbagai organisasi dan kampanye lingkungan, termasuk Greenpeace, serta beberapa kali menggunakan dunia fashion untuk meningkatkan kesadaran tentang krisis iklim.

Dilansir dari Vivienne Westwood Official Website, pada tahun 2012, Vivienne meluncurkan gerakan Climate Revolution sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi bumi. Ia juga terlibat dalam kampanye "Save The Arctic" bersama Greenpeace pada tahun 2013 untuk menyoroti bahaya pengeboran minyak di kawasan Arktik.

Kampanye tersebut melibatkan 60 selebriti melalui penjualan kaus yang keuntungannya disumbangkan langsung kepada Greenpeace. Lewat berbagai kampanye tersebut, Vivienne menunjukkan bahwa fashion juga bisa menjadi media untuk menyuarakan isu lingkungan.

3. Fashion dijadikan media kritik sosial 

Vivienne Westwood untuk Ethical Fashion Africa Campaign/Foto: viviennewestwood.com

Bagi Vivienne Westwood, fashion bukan hanya soal pakaian, tetapi juga cara menyampaikan pesan sosial. Desain-desainnya dikenakan banyak anak muda pada era punk yang menjadikannya simbol kebebasan berekspresi dan penolakan terhadap budaya mainstream.

Selain itu, melansir dari artikel Dazed Magazine, Vivienne juga pernah menjalankan kampanye Ethical Fashion Africa pada tahun 2011 untuk membantu memberdayakan pekerja perempuan di Nairobi melalui produksi tas berbahan daur ulang. 

4. Mengkritik fast fashion

Vivienne Westwood/Foto: viviennewestwoodofficial.com

Vivienne Westwood juga dikenal sebagai desainer yang mengkritik budaya fast fashion karena dianggap berdampak buruk terhadap lingkungan. Lewat brandnya, ia menerapkan berbagai praktik sustainable fashion seperti menggunakan kembali bahan sisa produksi dan mengurangi limbah fashion.

Salah satu pesan paling ikonik dari Vivienne adalah “Buy Less, Choose Well” yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli pakaian. Semua produk milik Vivienne Westwood Group yang tidak terpakai baik itu dari hasil produksi maupun untuk sampel, semuanya didaur ulang atau bahkan disumbangkan kepada organisasi amal. 

5. Menggunakan popularitasnya untuk aksi politik

“I AM NOT A TERRORIST, please don’t arrest me.”/Foto: showstudio.com

Vivienne Westwood juga beberapa kali menggunakan fashion untuk menyuarakan isu politik dan hak asasi manusia. Salah satu yang paling ikonik adalah kaos bertuliskan “I AM NOT A TERRORIST, please don’t arrest me” yang dibuat sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan anti-terorisme di Inggris pada tahun 2005 sebagai perlawanan terhadap penembakan pria tidak bersalah, Jean Charles de Menezes di London. Semua keuntungan dari kampanye tersebut disumbangkan untuk amal. 

Itu dia beberapa cara Vivienne Westwood menyuarakan aktivisme lewat dunia fashion. Bagi Vivienne, fashion bukan hanya soal penampilan atau tren semata, tetapi juga media untuk menyampaikan kritik sosial, politik, hingga isu lingkungan.

Lewat karya dan berbagai kampanyenya, ia menunjukkan bahwa dunia mode juga bisa menjadi sarana untuk membawa perubahan dan menyuarakan hal-hal yang dianggap penting. Jadi, nggak heran kalau namanya masih terus dikenang sebagai salah satu sosok paling berpengaruh di industri fashion, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE