Mengenang Karya Ikonis Hanae Mori Desainer Fashion Asal Jepang dengan Julukan Madame Butterfly

Krisyanti Asri | Beautynesia
Rabu, 07 Sep 2022 17:45 WIB
Foto: Gamma-Rapho via Getty Images/Pool BASSIGNAC/BENAINOUS

Pada tanggal 11 Agustus 2022 lalu, dunia fashion tengah kehilangan salah satu perancang busana kenamaan asal Jepang, Hanae Mori. Perempuan berusia 96 tahun ini telah banyak menorehkan karya ikonisnya di industri fashion, khususnya haute couture.

Hanae Mori menjadi desainer perempuan Asia pertama yang mendapat predikat La Chambre Syndicale de la Couture Parisienne di Perancis lewat karya-karyanya yang menyatukan motif-motif kimono Jepang dengan gaun-gaun modern.

Hasil rancangannya banyak dikenakan oleh para pesohor dunia seperti Grace kelly, Nancy Reagan, dan Hillary Clinton. Dia juga dipercaya menjadi perancang gaun pengantin putri Kekaisaran Jepang, Masako, yang menikah dengan Kaisar Naruhito pada tahun 1993. 

Ciri khas dari rancangan Hanae Mori adalah motif kupu-kupu sebagaimana yang tergambar pada kimono Jepang. Karena itulah dia mendapat julukan Madame Butterfly. Berikut ini adalah 5 gaun haute couture rancangan Hanae Mori paling ikonis sepanjang masa. Kita simak bersama yuk! 

Chrysanthemum Pajamas - 1966


Chrysanthemum Pajamas/Foto : Iwami Art Museum/Haruo Inoue

Karya ikonis pertama Hanae Mori adalah Chrysanthemum Pajamas. Gaun malam ini dibuat pada tahun 1966 dan dipajang pertama kali di Hotel Delmonico di New York. Bahan keseluruhan gaunnya adalah sutra berwarna pink magenta dengan motif bunga krisan berwarna putih. Model gaunnya adalah kimono dengan obi atau sabuk dari pita, sebagai ciri khas pakaian tradisional Jepang. 

Nishijin-ori Evening Coat - 1968


Nishijin-ori Evening Coat/Foto : Iwami Art Museum/Haruo Inoue

Sesuai dengan namanya, gaun ini merupakan jubah panjang yang dibuat oleh bahan kain bernama Nishijin-ori. Bahan kain ini mempunyai ciri khas motif yang mencolok dengan paduan warna yang cerah.

Gaun malam buatan Hanae Mori ini menampilkan motif bambu Jepang lengkap dengan daun dan bunganya. Di balik mantel panjangnya terdapat gaun putih dan merah yang terbuat dari bahan satin.

Blue Butterfly Caftan - 1976


Blue Butterfly Caftan/Foto : Iwami Art Museum/Haruo Inoue

Kaftan menjadi model pakaian yang dipilih oleh Hanae Mori dalam karya-karyanya. Salah satu yang paling terkenal adalah Blue Butterfly Caftan yang dibuat pada tahun 1967. Gaun panjang ini terbuat dari perpaduan bahan chiffon dan sutra berwarna biru.

Motif yang tergambar adalah kupu-kupu besar yang terdapat di hampir semua bagian gaunnya. Kerahnya dibuat tinggi dengan hiasan bordir dan payet. 

White Tiger Silk Dress - 2004


White Tiger Silk Dress/Foto : Iwami Art Museum/Eiji Ina

Gaun haute couture berikut ini tidak kalah indah dari yang lainnya. Hanae Mori memilih warna putih sebagai warna dasar dari gaun berbahan sutra ini. Modelnya seperti kaftan panjang dengan lengan melebar serta detail rok yang dibuat bertumpuk.

Motif yang tergambar jelas di gaun ini adalah harimau besar yang terletak di bagian bawah rok. Ada pula gambar kupu-kupu yang sudah menjadi ciri khas gaun buatan Hanae Mori. 

Golden Crane Dress - 2004


Gold Crane Dress/Foto : Iwami Art Museum/Eiji Ina

Masuk dalam koleksi Fall/Winter tahun 2004, Hanae Mori memperkenalkan gaun kaftan berwarna emas dan biru. Gaun ini dibuat dari bahan sutra dan satin mengkilap dengan motif embos berupa daun. Yang paling mencolok dari gaun ini adalah motif burung bangau mahkota merah, yang merupakan satwa dilindungi di Jepang. Pada bagian kepala burung bangau terdapat hiasan payet berwarna hitam sehingga menimbulkan kesan kemilau yang indah. 

Itulah tadi gaun haute couture dari desainer kenamaan Jepang, Hanae Mori. Meski sudah tutup usia, karya-karyanya ikonisnya tetap dikenang dan menjadi legenda sepanjang masa. 

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
Get the Look: Stylish in Rainy Season with Zita