sign up SIGN UP

Model Sepatu Zaman Dulu yang Wajib Kamu Tahu, Aneh Tapi Trendi Pada Masanya!

Krisyanti Asri | Beautynesia
Sabtu, 21 May 2022 09:00 WIB
Model Sepatu Zaman Dulu yang Wajib Kamu Tahu, Aneh Tapi Trendi Pada Masanya!
caption

Sepatu mempunyai sejarah cukup panjang. Pada zaman dulu, sepatu mempunyai fungsi lebih dari sekadar alas kaki. Seseorang mengenakan sepatu sebagai penanda status sosial, seperti yang marak dikenakan oleh para bangsawan Italia pada abad ke 15. Jika kamu adalah seorang kolektor sepatu, kamu wajib tahu model sepatu yang ngetren di jaman dulu. Bentuknya yang aneh juga unik, kamu pasti tidak menyangka bahwa sepatu-sepatu ini pernah menjadi fashion statement yang digemari banyak orang di masanya. Penasaran seperti apa model sepatu dan sandal zaman dulu? 

Kabkabs

Kabkabs dikenakan para perempuan ketika berada di kamar mandi, berfungsi untuk menghindari gaun mereka basah terkena air.
Kabkabs/Foto : instagram.com/britishmuseum

Kabkabs adalah sepasang sandal terbuat dari kayu yang biasa digunakan oleh perempuan Timur Tengah pada tahun 1800an. Penggunaan alas kaki setinggi 23 cm ini hampir sama dengan bakiak di negeri kita.

Kabkabs dikenakan para perempuan ketika berada di kamar mandi. Mereka ingin kaki mereka tetap kering di kamar mandi yang basah dan lembab. Selain itu, para perempuan mengenakan Kabkabs di jalanan kota untuk menghindari tanah dan lumpur mengenai kaki mereka. Kabkabs hanya dimiliki oleh perempuan bangsawan. Sandal kayu ini biasanya diberi hiasan gemerlap untuk menandakan status sosial mereka di masyarakat.

Nama kabkabs diambil dari suara yang ditimbulkan alas kaki tersebut ketika berjalan di lantai marmer. 

Padukas

Paduka adalah sandal terbuat dari kayu dan dikenakan oleh para pendeta di India sejak 5000 tahun yang lalu
Padukas/Foto : wikipedia.com

Paduka adalah alas kaki yang dikenakan oleh masyarakat India sejak 5000 tahun yang lalu. Awalnya, alas kaki ini dikenakan oleh kaum Brahmana, salah satu kasta masyarakat Hindu di India. Paduka terbuat dari kayu dan mempunyai sol tebal di bagian depan dan belakangnya. Berbeda dengan sandal pada umumnya, Paduka tidak mempunyai tali. Untuk mengenakannya, seseorang harus menjepit kuat pasak pada permukaan sandal dengan jari jempol dan telunjuk kakinya.

Selain kaum brahmana, Paduka juga dikenakan oleh kaum bangsawan. Untuk membedakannya, Paduka bagi kaum bangsawan dibuat dari gading gajah dan kayu berkualitas baik seperti cendana. Sampai hari ini, Paduka masih dikenakan oleh mereka yang bekerja di tempat ibadah di India. 

Chopines

Chopines adalah sepatu bersol tinggi yang populer di kalangan bangsawan Italia pada abad ke 15
Chopines/Foto : collections.vam.ac.uk

Memiliki kemiripan dengan Kabkabs, Chopines adalah sepatu bersol super tinggi yang dikenakan oleh bangsawan Italia pada abad 15. Ketinggian solnya bisa mencapai 40 cm lho! Chopines awalnya dikenakan oleh para perempuan.

Karena mereka sering mengenakan gaun panjang, Chopines dipakai supaya gaun mereka tidak kotor terkena air, tanah, dan lumpur ketika sedang berjalan. Sepatu bersol tinggi ini menandai status sosial seseorang di masyarakat.

Semakin tinggi solnya, semakin terpandang orang tersebut. Chopines umumnya terbuat dari kayu, kemudian dibalut dengan bahan kulit, beludru, sutra, dan berhiaskan permata. Untuk mengenakan Chopines, seorang perempuan didampingi oleh 2 orang asisten mulai dari awal pemakaian sampai nanti dikenakan saat berjalan. 

Wooden Bridal Shoes

Sepatu lancip dari kayu ini diberikan kaum laki-laki untuk pasangan perempuan yang akan dinikahinya
Wooden Bridal Shoes/Foto : instagram.com/batashoemuseum

Jika kamu familiar dengan pointy shoes, kamu harus tahu sepatu berujung lancip satu ini. Namanya memang Bridal Shoes, namun sepatu ini sebenarnya dikenakan oleh para laki-laki dari Kota Saint Giron, Lembah Valley, Perancis. Pada abad ke 9, para perempuan di kota itu diculik oleh sekelompok orang Moors. Para laki-laki menyelamatkan mereka dan merayakan kemenangannya di kota mereka.

Jantung dari orang Moors ditancap di ujung sepatu mereka yang meruncing ke atas dan di arak keliling kota. Sepatu ini dibuat dari kayu dan dirancang sedemikian rupa supaya bisa meruncing ke atas. Para laki-laki kemudian membuat sepatu ini untuk dikenakan calon pengantin perempuan mereka sebagai tanda cinta. Semakin tinggi lancipnya, semakin besar cinta mereka. 

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id