STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Romantisnya Jennifer Lopez dan Ben Affleck di Wawancara Vogue, Cerita Ganti Nama Belakang Setelah Menikah hingga Parenting!

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 15 Nov 2022 16:00 WIB
Romantisnya Jennifer Lopez dan Ben Affleck di Wawancara Vogue, Cerita Ganti Nama Belakang Setelah Menikah hingga Parenting!

Jennifer Lynn Affleck atau dahulu dikenal Jennifer Lopez memesona dalam pemotretan Vogue. Menjadi sorotan untuk edisi Desember 2022, ia mengungkapkan perihal romansanya bersama suami, Ben Affleck. Kehidupan romansa J.Lo memang rumit––menikah empat kali, pertunangannya sempat kandas dua kali, dan akhirnya bisa menemukan pasangan sejatinya sekarang. Pernikahannya dengan Ben Affleck menjadi awal "happily ever after" miliknya.

Sempat berjuang menjadi single-mother dari anak kembar, ia merasa telah menemukan kedamaian dalam hidupnya saat ini. Perasaannya terhadap Ben, topik parenting, hingga sedikit bocoran album yang akan dirilisnya diceritakan kepada Rob Haskell.

Yuk baca bagaimana manisnya pasangan “Bennifer” dari sudut pandang Ben dan Jennifer sendiri yang diumbar dalam Vogue!



Percaya Ben Affleck Adalah Cinta Sejatinya 

Jennifer Lopez pada cover majalah Vogue/
Jennifer Lopez pada cover majalah Vogue/ Foto: instagram.com/voguemagazine/Annie Leibovitz

Jennifer Lopez dan Ben Affleck pertama bertemu di tahun 2002 di mana setelahnya mereka sempat menjalin asmara. Namun kedekatan mereka kembali setelah berakhirnya pertunangan Lopez dengan Alex Rodriguez di tahun 2021 menjadi awal baru yang membawa mereka pada kebahagiaan. Tanpa diketahui publik, Affleck dan Lopez mengunjungi rumah satu sama lain. 

“Aku selalu merasa ada cinta yang sesungguhnya di sana, cinta sejati,” Lopez mengingat masa itu. “Orang-orang di sekitarku tahu bahwa [Affleck] adalah orang yang paling, paling spesial di hidupku. Ketika kita kembali berhubungan, perasaan itu masih nyata buatku.”

Di sisi lain, Ben Affleck juga mengungkapkan bagaimana perpisahan panjang dengan Lopez bertahun-tahun lalu justru mengingatkannya pada sifat yang tidak pernah berubah dari penyanyi kelahiran 1969 tersebut.

“There is something innately, magically kind and good and full of love at the heart of who Jennifer is,” ujar Affleck.

“Itu hal yang paling aku ingat dari dirinya 20 tahun lalu. Mungkin ia mengetahui semua perubahan dalam dirinya, tapi ketika aku melihat dia, mayoritas yang aku lihat adalah seseorang yang telah bertahan dari segala rintangan, sesuatu yang membuat dia sangat menakjubkan buatku: hati yang penuh dengan cinta”.

Aktor 50 tahun itu menyimpulkan kekagumannya terhadap Jennifer dengan pernyataan, “she is my idea of the kind of person I want to be.”

 

Mengganti Nama Belakang Menjadi Affleck

J.Lo pada pemotretan Vogue edisi Desember 2022/
J.Lo pada pemotretan Vogue edisi Desember 2022/ Foto: instagram.com/voguemagazine/Annie Leibovitz

Sejak menikah dengan aktor pemeran Batman, Jennifer tengah mengubah nama legal menjadi Jennifer Lynn Affleck. Walaupun begitu, ia tidak ambil pusing mengenai orang-orang yang tetap memanggilnya Jennifer Lopez. Melalui wawancaranya ini, ia juga memberikan respon untuk mereka yang kecewa akan langkahnya mengganti nama belakang––suatu yang dianggap tidak feminis, berbeda dengan karakter JLo selama ini. 

“Orang-orang akan tetap memanggiku Jennifer Lopez. Tapi nama legalku menjadi Mrs. Affleck karena kita telah bersatu. Kami adalah suami dan istri. Aku bangga akan hal itu. Bagiku tidak ada masalah.” Lopez mengakui ini adalah tradisi dan romantisme yang ingin dilakukannya. 

 

Album Baru Tentang Diri

J.Lo memakai busana Dior dan boots Alaia/
J.Lo memakai busana Dior dan boots Alaia/ Foto: instagram.com/voguemagazine/Annie Leibovitz

Selama 53 tahun Jennifer Lopez mengalami berbagai tantangan dalam hidupnya. Bukan hanya dari segi romansa, tapi juga karir di mana terkadang ia merasa sebagai outsider dibandingkan orang yang punya kredibilitas. Di tengah kesedihan yang sering dirasakannya, ia beralih ke musik dan seni yang selalu membuatnya senang dan penuh cinta. Hal itu pun ditangkap dalam album baru yang akan dirilisnya setelah hampir sepuluh tahun.

“Aku tidak diperbolehkan untuk mengungkapkan judulnya, tapi album itu seolah menjadi akhir dari This Is Me…”

J.Lo menerangkan lebih lanjut bahwa album tersebut menjadi puncak dirinya sebagai seseorang dan sebagai seniman. “Ada bagian dari diriku yang disembunyikan dari semua orang. Dan aku merasa akhirnya aku ada di posisi dalam hidup di mana aku bisa mengatakannya.”



Parenting ala Jennifer Lopez

J.Lo mengenakan gaun Balenciaga Couture/
J.Lo mengenakan gaun Balenciaga Couture/ Foto: instagram.com/voguemagazine/Annie Leibovitz

Dengan menikahnya Jennifer Lopez dan Ben Affleck, keluarga kecil mereka masing-masing ikut dipersatukan––Affleck dengan tiga buah hati dari pernikahannya bersama Jennifer Garner dan Lopez dengan anak kembarnya. Menjadi seorang ibu, ia tak luput membandingkan gaya parenting dirinya dengan ibunya dulu. Ia ingin keluar dari bayangan gaya parenting ibunya––ia berusaha tidak meninggikan suara, mengontrol temperamen, dan tidak membandingkan anak-anaknya. Selain itu, tentu sekarang, anak-anak J.Lo lebih mempunyai privilese. 

“Rasanya sulit dari sebuah sisi ketika kamu tidak perlu berjuang untuk mendapatkan sesuatu, karena nantinya kamu tidak belajar bagaimana menjadi seorang pejuang,” ungkap J.Lo yang berusaha menjadi role-model bagi anak-anaknya.

“Aku belajar menjadi seorang pejuang. Aku ingin memberikan mereka kehidupan yang tidak aku punya, tapi nanti mereka tidak punya suatu pengalaman yang juga bermanfaat, yaitu membangun mentalitas bertahan hidup.” Menurut Jennifer Lopez, keseimbangan yang ingin diraihnya adalah saat anak-anak bisa menghargai kamu karena kamu melakukan sesuatu yang bisa mereka contoh. 

Walaupun begitu, tidak selalu J.Lo yang mengajari mereka. Pada akhirnya, ia juga belajar banyak dari anak-anaknya, seperti mengingatkan kamu apa yang perlu kamu ketahui tentang hidup dan bagaimana mencintai seseorang dan menjaga mereka.

Self-Love & Boundaries

J.Lo mengenakan busana Saint Laurent/
J.Lo mengenakan busana Saint Laurent/ Foto: instagram.com/voguemagazine/Annie Leibovitz

Melalui kehidupan yang penuh lika-liku, J.Lo merasakan sebuah perkembangan diri. Dahulu, ia tidak mengerti bagaimana menjaga diri sendiri sampai pada titik ia selalu mendahulukan orang lain.

“Untuk waktu yang lama, aku selalu berpikir, ‘Ya, lakukan semua yang kamu mau! Aku bisa menerimanya, aku di sini karena aku sangat kuat dan aku akan baik-baik saja. Sedikit demi sedikit, itu mengikis harga dirimu dan jiwamu”.

Ia menyadari menjadikan diri sendiri nomor dua bukan sesuatu yang baik dilakukan dan ia harus mengubahnya demi menjadi contoh baik untuk anak-anaknya. Setelah bertahun-tahun belajar, ia sampai pada kesimpulan “self-love is really about boundaries”.

Mengetahui apa yang nyaman buat diri sendiri dan memberikan batasan-batasan. Dengan menjaga diri sendiri, semua akan menjadi lebih baik, orang-orang akan memperlakukanmu sesuai dengan bagaimana kamu ingin diperlakukan dan hidupmu akan menjadi lebih baik.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE