sign up SIGN UP

Selain Citayam Fashion Week, Ini Subkultur yang Viral Selama Tahun 2022

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 29 Jul 2022 14:00 WIB
Selain Citayam Fashion Week, Ini Subkultur yang Viral Selama Tahun 2022
caption

Saat ini, munculnya subkultur fashion sangat dipengaruhi oleh media sosial. Bukan cuma Citayam Fashion Week yang hangat diperbincangkan, berbagai viral TikTok juga berhasil memperkenalkan ragam subkultur baru secara global.

Ekspresif, quirky, dan nyentrik, muncul anggapan bahwa gaya trending ini eksis akibat pengaruh pandemi––banyak waktu di rumah memungkinkan seseorang bereksperimen dengan hal ekstrem sebagai bentuk pelarian. Sementara itu, beberapa tren yang sudah populer sebelumnya turut diangkat kembali. Yuk lihat subkultur apa saja yang viral di tahun 2022 ini!


Regencycore

Regencycore/
Regencycore/ Foto: pinterest.com/The Cool Hour

Tren fashion yang muncul berkat dirilisnya Bridgerton Season 2 ini termasuk yang paling populer, Beauties! Estetika era regency di Inggris diinterpretasi lebih modern di tahun 2022. Puff sleeves, korset, perhiasan, sarung tangan opera, dan lain sebagainya menghiasi outfit banyak perempuan yang mengikuti subkultur ini.

Maximalism

Maximalism/
Maximalism/ Foto: pinterest.com/FASHION Magazine

Penampilan nyentrik dari estetika maximalism ini mewarnai fyp TikTok. Outfit yang sangat mencolok dan saling nabrak mencirikan gaya ini. Mereka mengkoordinasikan beberapa motif sekaligus, aneka model pakaian, seperti model vintage dan bernuansa cute, serta permainan layer yang ekstra.

Clowncore

Clowncore/
Clowncore/ Foto: instagram.com/shandelions

Clowncore mungkin bisa disebut sebagai gaya ala maximalism yang lebih ekstrem. Look ini menyerupai tampilan layaknya badut yang penuh warna, termasuk gaya rambut mencolok dengan rona terang. Penampilan makin meriah dengan full makeup atau face painting yang mendukung.

Dollette/Coquette

Coquette/
Coquette/ Foto: instagram.com/natalie.nesazalova

Fashion estetika coquette/dollette dicirikan dengan gayanuansa sangat girly, hyper-feminine, dan flirty dalam rona pastel. Misalnya outfit berupa rok mini, busana frilly, rajut, serta aksesori girly dengan pita atau jepit mutiara. 

Twee

Twee/
Twee/ Foto: pinterest.com/InStyle

Di era yang mengarah pada semua hal berkelanjutan, subkultur twee pun muncul. Twee tersusun atas deretan busana preloved atau secondhand untuk menciptakan penampilan vintage. Gaya yang biasa diasosiasikan dengan aktris Zooey Deschanel ini mengombinasikan elemen retro, seperti siluet A-line, peterpan collar, mini dress, dan sebagainya.

Normcore

Normcore/
Normcore/ Foto: pinterest.com/Vogue Magazine

Normcore yang sempat naik daun di pertengahan tahun 2010an kembali diangkat di tahun ini. Subkultur ini bertolak belakang dengan maximalism yang serba ekstra, normcore justru mengadopsi gaya konvensional dan minimal. Pakaian basic yang nyaman terkombinasi dalam gayanya.

Indie Sleaze

Indie Sleaze/
Indie Sleaze/ Foto: pinterest.com/British Vogue

Indie Sleaze merupakan subkultur dari era 2010an lainnya yang populer berkat musik indie. Outfit eklektik dengan tampilan messy jadi pilihan gaya. Misalnya tank top putih yang sekarang banyak ditemukan dalam koleksi Fall 2022, material leather pada jaket atau celana, stoking gelap, lengkap aksesori seperti sunglasses dan layering kalung. Makeup smokey eyes juga mewarnai tren ini, Beauties.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id