Sustainability dan cruelty-free yang semakin dicanangkan beri dorongan pada industri fashion untuk beralih ke hal-hal ramah lingkungan. Salah satunya adalah bahan kulit atau leather untuk tas, sepatu, aksesori, hingga pakaian yang selama ini bersumber dari hewan asli.
Aksi yang bertentangan itu pun direspon dengan banyaknya inovasi material alternatif yang disebut sebagai vegan leather. Namun, apa sebenarnya vegan leather itu? Apa bahan dasar pembuatnya? Ketahui jawabannya berikut ini yuk, Beauties!
Mengenal Vegan Leather
Vegan leather H&M/ Foto: instagram.com/nfw_tech |
Kata “vegan” merupakan Bahasa Inggris yang diartikan Oxford Languages sebagai seorang yang tidak makan atau menggunakan apapun berasal dari hewan. Hal ini dilakukan untuk menghapus animal-cruelty yang kerap dilakukan dalam keseharian demi memenuhi kebutuhan hidup.
Mengikuti maraknya orang yang beralih vegan, industri fashion memperkenalkan vegan leather, yaitu material kulit imitasi yang tidak berasal dari kulit hewan asli, melainkan bahan artifisial atau dari tanaman, seperti yang dikutip dari Harper’s Bazaar.
Kualitas Vegan Leather VS Kulit Asli
Tekstur vegan leather MIRUM yang menyerupai kulit asli/ Foto: instagram.com/nfw_tech |
Karena tidak menggunakan kulit hewan asli, tentu kualitas vegan leather menjadi pertanyaan. Saat ini, sudah banyak desainer yang menggunakan vegan leather untuk mengkreasikan karya. Melansir Harper’s Bazaar, Sandra Sandor selaku direktur kreatif label Nanushka mengakui konsumennya memuji kualitas kulit yang sangat lembut pada produk-produknya. Tak jarang mereka mengira kulit tersebut adalah asli sehingga kualitas tidak dikompromikan.
Walaupun begitu, The Vegan Review menjelaskan dari segi daya tahan atau durability, kulit asli masih lebih unggul sehingga beberapa desainer masih menggunakannya untuk tas atau sepatu.
Ragam Material Penyusun Vegan Leather
Tas vegan leather plant-based/ Foto: instagram.com/desserto.pelle |
Inovasi alternatif kulit hewan atau kulit sintetis dikembangkan menggunakan banyak material. WebMD menyebut material mentah alami, seperti jamur, daun nanas, sisa agrikultur, selulosa bakteri, serta kaktus.
Walaupun banyak inovasi menggunakan bahan baku alami, salah satu material mentah yang mayoritas digunakan produsen adalah polyurethane (PU) dan polyvinyl chloride (PVC), yakni polimer yang mengandung unsur plastik.
Skeptisisme perihal kata “vegan” yang biasa identik dengan sustainability atau berkelanjutan mengikuti manufaktur kulit imitasi ini.