10 Mitos yang Dipercaya saat Tahun Baru Imlek, Tak Boleh Keramas hingga Menjahit

Natasha Riyandani | Beautynesia
Selasa, 17 Feb 2026 11:00 WIB
4. Menggunakan Benda Tajam
Menggunakan pisau/ Foto: Freepik.com/freepik

Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa (17/2/2026) disambut dengan meriah dan penuh sukacita oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Perayaannya tidak hanya identik dengan tradisi barongsai atau menyajikan makanan khas saja, tetapi juga diwarnai dengan berbagai mitos yang dipercaya sebagian masyarakat.

Mitos-mitos tersebut berakar dari kepercayaan budaya yang diwariskan turun-temurun, di mana masyarakat meyakini akan datangnya keberuntungan, kemakmuran, serta upaya menghindari kesialan dan nasib buruk ketika memasuki tahun yang baru.

Berikut ini beberapa mitos saat Tahun Baru Imlek yang kerap menarik perhatian, seperti dilansir dari detikJatim.

1. Keramas dan Potong Rambut

Memotong rambut/ Foto: Freepik.com/freepik

Mitos pertama yang banyak dipercaya oleh masyarakat Tionghoa adalah larangan keramas dan potong rambut. Mencuci rambut di hari pertama Imlek sama dengan membasuh keberuntungan atau membasuh habis rezeki yang baru datang.

Begitu juga dengan menggunting rambut saat tahun baru. Mitosnya, hal tersebut bisa memotong habis keberuntungan sepanjang tahun. Ada baiknya, jika kamu ingin menggunting rambut, melakukannya sebelum malam Tahun Baru Imlek.

2. Menyapu pada Hari Pertama Imlek

Menyapu/ Foto: Freepik.com/freepik

Larangan menyapu dan membuang sampah pada hari pertama Imlek muncul karena mitos turun-temurun yang dipercaya dapat ikut membuang keberuntungan, keberkahan, dan rezeki yang baru datang.

Dalam kepercayaan Tionghoa tradisional, debu dan sampah diasosiasikan sebagai kekayaan. Oleh sebab itu, alih-alih menyapu pada hari pertama Imlek, masyarakat Tionghoa biasanya membersihkan rumah secara menyeluruh sebelum perayaan Imlek.

Hal itu menjadi simbol menyambut tahun baru dengan semangat sekaligus menarik energi positif masuk ke dalam rumah.

3. Memecahkan Barang

Memecahkan barang/ Foto: Freepik.com/freepik

Memecahkan kaca atau keramik saat perayaan Imlek dianggap sebagai pertanda buruk yang melambangkan keretakan hubungan, mengganggu keharmonisan rumah tangga, atau hilangnya rezeki. Suara pecahan kaca juga dianggap bisa membawa energi negatif pada tahun baru.

Namun, jika tidak sengaja memecahkan sesuatu, ada tradisi untuk menangkalnya dengan mengucapkan kalimat positif seperti “sui sui ping an”, yang artinya harapan akan kedamaian sepanjang tahun.

Pecahan benda biasanya dibungkus menggunakan kertas merah dan disimpan hingga hari kelima Imlek sebelum dibuang.

4. Menggunakan Benda Tajam

Menggunakan pisau/ Foto: Freepik.com/freepik

Mitos selanjutnya, masyarakat Tionghoa dilarang menggunakan gunting, pisau, cutter, silet, atau alat potong lainnya saat tahun baru.

Mitosnya, itu karena dapat memotong rezeki baru yang datang. Biasanya, benda-benda tajam tersebut disimpan di lemari selama perayaan Imlek berlangsung agar aman.

5. Minum Obat

Minum obat/ Foto: Freepik.com/jcomp

Siapa sangka, minum obat atau meracik jamu juga menjadi hal tabu yang dilakukan saat hari pertama Imlek. Menurut kepercayaan tradisional, mengonsumsi obat atau jamu dapat membuat seseorang rentan sakit sepanjang tahun yang baru.

Bahkan, di beberapa wilayah, ketika waktu menunjukkan pergantian tahun pada malam tahun baru, orang-orang yang sakit akan memecahkan pil obat. Mereka meyakini hal tersebut dapat mengusir penyakit di tahun yang akan datang.

6. Makan Bubur saat Sarapan

Bubur/ Foto: Freepik.com/timolina

Bubur dipercaya sebagai menu sarapan orang miskin. Masyarakat Tionghoa pun sangat menghindari makanan ini pada tahun baru Imlek. Itu karena mereka tidak ingin mengawali tahun baru dengan hal-hal yang bermakna kemiskinan.

Selain itu, daging juga tidak boleh menjadi menu sarapan saat Imlek. Tujuannya sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa (Buddha), yang dipercaya menentang pembunuhan terhadap hewan.

7. Beli Sepatu Baru

Beli sepatu baru/ Foto: Freepik.com/gpointstudio

Ada mitos yang melarang masyarakat Tionghoa membeli sepatu selama 30 hari usai tahun baru. Apabila seorang perempuan atau laki-laki memberikan sepatu kepada pasangannya, ada kemungkinan besar hubungan keduanya akan berakhir.

Mitos ini juga berlaku saat menjelang Tahun Baru Imlek. Membeli sepatu baru dianggap dapat membawa keburukan sepanjang tahun. Selain itu, sepatu dengan akses tali juga diasosiasikan dengan kerumitan hidup.

8. Berbagi Angpao

Berbagi angpao/ Foto: Freepik.com/pressfoto

Pada perayaan Imlek, pembagian angpao menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Namun, tradisi ini hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah menikah, kepada orang yang lebih tua atau anak-anak.

Orang yang belum menikah, meski sudah bekerja atau berpenghasilan, dilarang membagikan angpao karena dipercaya dapat mengurangi keberuntungan dan menjauhkan jodoh.

Sementara, berbagi angpao oleh mereka yang sudah menikah dipercaya dapat memperlancar rezeki dan mendatangkan hal-hal baik di tahun yang baru.

Isi angpao juga tidak boleh uang logam, harus menggunakan uang kertas yang baru dan tidak dilipat. Hal ini melambangkan keberuntungan, kesegaran rezeki, dan saling menghormati.

9. Tidak Boleh Marah pada Hari Pertama Imlek

Tidak boleh marah/ Foto: Freepik.com/benzoix

Selama perayaan Imlek berlangsung, jangan sampai terlontar kata-kata kasar atau kematian. Mitosnya, ucapan buruk tersebut bisa mendatangkan kesialan hingga kabar duka di sepanjang tahun yang baru.

Selain itu, orang yang berkata kasar di hari pertama tahun baru akan sering mendapat makian dan kata-kata kotor selama setahun.

10. Menjahit

Menjahit/ Foto: Freepik.com/senivpetro

Masyarakat Tionghoa mempercayai larangan menjahit saat Imlek. Pasalnya, aktivitas ini dianggap dapat mengundang kesulitan dan rintangan yang akan menimpa di sepanjang tahun baru.

Menjahit melibatkan jarum yang menusuk kain, yang diasosiasikan seperti menusuk keberuntungan atau umur panjang. Keyakinan ini berlaku khusunya pada hari pertama hingga kelima Tahun Baru Imlek.

Selama waktu itu, disarankan untuk menghindari kegiatan menjahit agar tahun baru berjalan lancar dan tidak penuh rintangan seperti benang kusut.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE