10 Pekerjaan Unik di Indonesia yang Lumrah di Kalangan Gen Z, Banyak Peminatnya!

Natasha Riyandani | Beautynesia
Senin, 02 Feb 2026 10:30 WIB
8. Joki Antrean
Ilustrasi joki antrean/ Foto: Unsplash.com/David Clode

Janji menciptakan 19 juta lapangan kerja yang tak kunjung terwujud membuat banyak orang mencari berbagai cara untuk menghasilkan pundi-pundi uang. Salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja sendiri.

Gen Z, dengan kreativitas tanpa batas dan pola pikir yang out-of-the-box, seringkali memanfaatkan potensi yang ada dan platform digital untuk menciptakan inovasi baru yang menarik.

Belakangan ini, muncul beberapa pekerjaan unik yang berawal dari tingginya antusiasme masyarakat hingga kebutuhan validasi di media sosial. Pekerjaan ini mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya, tapi laris-manis diburu di kalangan Gen Z.

Lantas, apa saja pekerjaan unik yang hanya ada di Indonesia, dan diminati oleh para Gen Z tersebut? Let’s check this out!

1. Joki Strava

Joki Strava/ Foto: Freepik.com/freepik

Di tahun 2025 kemarin, salah satu olahraga yang naik daun adalah lari marathon. Popularitasnya dipengaruhi oleh media sosial dan akhirnya menciptakan komunitas lari yang menjamur, menjadikannya gaya hidup modern para milenial dan Gen Z.

Dengan antusiasme yang sangat tinggi dan didorong oleh ke-FOMO-an untuk menampilkan citra bugar yang sempurna, maka muncul si “Joki Strava”. Pekerjaan unik ini menjadi jalan pintas untuk mendapatkan validasi dan likes di media sosial tanpa harus berolahraga sendiri.

Mereka hanya tinggal order dan para ‘penjoki’ akan berlari menggunakan akun Strava milik pelanggan. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi, kisaran Rp10.000/kilometer dengan pace di bawah 5, sementara pace di atas 5 dikenakan biaya Rp5.000 ribu/kilometer.

2. Jasa War Tiket Konser

Ilustrasi jasa war tiket konser/ Foto: Freepik.com/freepik

Sengitnya persaingan war tiket konser kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan sistem cepat-cepatan.

Di tengah kegelisahan ingin bertemu dengan sang idola, muncullah peluang bisnis baru menjadi seorang “jaswar” alias jasa war. Tanpa modal yang besar, hanya beberapa unit gadget dan jaringan internet yang mumpuni.

Keuntungan yang didapat pun tidak main-main, biasanya untuk tiket konser K-Pop dan penyanyi internasional dikenakan fee sekitar Rp150.000-Rp750.000 per tiket. Nominal tersebut bisa lebih besar lagi untuk tiket konser penyanyi atau idol grup dengan high demand, serta war tiket untuk konser di luar negeri.

3. Jasa Tur Lokal

Ilustrasi jasa tur lokal/ Foto: Freepik.com/prostooleh

Belakangan ini, jasa tur lokal semakin diminati kalangan Gen Z. Bukan sekadar mengejar destinasi hits atau spot foto estetik, melainkan perjalanan yang bisa menjadi ruang untuk menciptakan pengalaman baru dan membangun hubungan dengan orang lain.

Dari situlah lahir tren Mingling Tour, cara baru traveling di kalangan Gen Z. Berangkat sendirian, tapi pulang membawa teman baru, kenangan, dan komunitas. Kehadiran jasa ini didorong oleh keinginan untuk liburan praktis, hemat, dan merasakan serunya berpetualang dengan orang yang punya minat serupa.

Adapun berbagai aktivitas bertema, seperti Mingling Tour khusus penggemar K-Pop, trekking ke gunung atau curug, hingga edisi keliling Blok M, yang sedang ramai saat ini. Dipandu host atau tour leader, setiap momen dirancang agar interaksi berjalan alami dan tetap menyenangkan.

Jasa tur lokal ini berpotensi menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah, terutama saat musim liburan.

4. Print-on-Demand (Merchandise Kustom)

Ilustrasi merchandise kustom/ Foto: Freepik.com/rawpixel-com

Di era digital modern, tren print-on-demand kian digemari Gen Z sebagai lifestyle unik sekaligus peluang bisnis kreatif yang menjanjikan. Jasa ini memungkinkan penjual menawarkan berbagai produk seperti tote bag, mug, tumbler, topi, atau kaos dengan desain tertentu tanpa harus menyimpan stok.

Sementara, jika Beauties penggemar K-Pop bisa menjual produk print-on-demand bergambar idol grup, berupa keychain, sticker pack, pop socket, kipas tangan, atau card holder estetik.

Tanpa harus mengeluarkan modal, Beauties sudah bisa menghasilkan cuan dari rumah. Kuncinya, pilih barang-barang yang trendy dan memiliki desain unik agar lebih menarik dan diminati. Jangan lupa promosikan produk kamu di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.

5. Jasa Sleep Call

Ilustrasi sleep call/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Maraknya kegiatan sleep call di kalangan generasi muda, terutama Gen Z, menciptakan ide bisnis yang menguntungkan. Tak heran jika bisnis ini menjamur di media sosial dan banyak peminatnya. Target sasarannya adalah orang-orang kesepian maupun yang membutuhkan teman curhat atau ngobrol.

Biasanya, penyedia jasa sleep call memiliki beragam paket yang bisa dipilih oleh pelanggannya, mulai dari panggilan suara/video sampai tertidur, reminder aktivitas, storyteller, curhat by chat, hingga pacar virtual.

Tarif yang ditawarkan juga bervariasi tergantung durasi dan paketnya, berkisar dari Rp5.000 sampai Rp800 ribuan.

6. Jasa Teman Jalan

Ilustrasi jasa teman jalan/ Foto: Freepik.com/freepik

Penyedia jasa teman jalan banyak bermunculan di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Kehadirannya semakin diminati, terutama oleh Gen Z dan perempuan, sebagai solusi praktis mengatasi kesepian atau sekedar butuh “teman jalan” untuk nongkrong, kulineran, nonton konser, kondangan, hingga healing.

Layanan ini populer karena menawarkan kenyamanan, keamanan, dan teman bicara yang seru.  Di Jakarta, tarif yang dikenakan cukup bervariasi, umumnya mulai dari Rp150.000 – Rp300.000, tergantung durasi dan penyedia layanan.

Biaya tersebut biasanya hanya mencakup pendampingan untuk jalan-jalan, klien perlu menanggung biaya transportasi dan makan.

7. Jasa Screenshot iPhone

Ilustrasi jasa screenshot/ Foto: Freepik.com/freepik

Meskipun terdengar aneh dan mengherankan bagi sebagian orang, namun penyedia jasa screenshot atau screen record iPhone ini tampak laku dan cukup banyak peminatnya, lho.

Bisnis ini banyak dilakoni anak muda, dengan target pelanggannya adalah remaja yang tidak memiliki smartphone dari produk Apple tersebut, serta kebutuhan akan validasi sosial.

Adapun tarif yang dikenakan sebesar Rp500 untuk sekali screenshoot, sedangkan Rpp1.000 untuk screen record per menitnya, dan berlaku kelipatan. Jika ditelateni, bisnis ini bisa menghasilkan hingga ratusan ribu setiap bulannya.

8. Joki Antrean

Ilustrasi joki antrean/ Foto: Unsplash.com/David Clode

Di tengah tantangan ekonomi saat ini, Gen Z memiliki alternatif pendapatan yang menjanjikan. Salah satunya adalah joki antrean, yang menawarkan layanan profesional menggantikan orang untuk menunggu dalam antrean panjang. Jasa ini banyak dicari di kota-kota besar untuk menghemat waktu klien.

Jenis jasa ini meliputi antrean tiket konser/event, pembelian barang limited edition, layanan publik (bank, imigrasi), hingga makanan viral. Tarifnya cukup bervariasi, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp250.000 per layanan, tergantung pada tingkat kesulitan dan lamanya waktu antre.

9. Jasa Sewa Handphone

Ilustrasi jasa sewa handphone/ Foto: Freepik.com/teksomolika

Beberapa tahun belakangan, jasa sewa handphone dengan kualitas tinggi kian diminati di kalangan Gen Z. Selain untuk kebutuhan gaya hidup dan konten media sosial, sebagian orang menggunakannya untuk mendokumentasikan momen penting seperti lebaran atau konser.

Meski membutuhkan modal yang tak sedikit di awal, tapi bisnis ini bisa mendatangkan cuan berkali-kali lipat. Dengan harga sewa berkisar Rp200.000 – Rp900.000 per hari, dianggap lebih terjangkau daripada harus membeli gadget baru. Apalagi jika budget yang kamu miliki cukup terbatas.

10. Jasa Penitipan Barang

Ilustrasi jasa penitipan barang/ Foto: Freepik.com/freepik

Di balik hiruk-pikuk keseruan dan gemerlap sebuah konser atau event, ternyata menciptakan ladang cuan baru, yaitu jasa penitipan barang. Jasa ini lahir dari minimnya loker penitipan barang di lokasi atau jaraknya yang kurang terjangkau.

Misalnya, saat menonton konser, biasanya ada banyak penonton dari luar kota yang membawa banyak barang seperti koper atau tas besar. Selain itu, ada juga yang membeli merchandise sehingga barang bawaan menjadi bertambah.

Jasa penitipan barang ini pun menjadi solusi praktis untuk penonton yang ingin menikmati konser tanpa kerepotan membawa banyak barang. Penyedia jasa ini hampir tanpa modal, hanya membutuhkan lokasi penitipan yang aman dan mudah diakses.

Tarif yang dipatok untuk jasa penitipan barang cukup bervariasi, biasanya kisaran Rp15.000 – Rp100.000, tergantung besar dan banyaknya barang.

Beauties pernah memakai salah satu jasa di atas, nggak, nih?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE