10 Tradisi Perayaan Waisak di Berbagai Negara, dari Nepal hingga Indonesia!

Natasha Riyandani | Beautynesia
Minggu, 31 May 2026 13:00 WIB
5. Myanmar
Tradisi Waisak di Myanmar/ Foto: Unsplash.com/Swan Linn

Hari Raya Waisak 2570 BE yang diperingati pada Minggu, 31 Mei 2026, umat Buddha di berbagai penjuru dunia menyambutnya dengan penuh suka cita melalui beragam tradisi yang sarat nilai budaya dan spiritual.

Perayaan ini digelar untuk memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencerahan, dan wafatnya. Meskipun dirayakan dengan tradisi yang berbeda-beda, namun secara umum, umat Buddha akan pergi ke vihara/kuil dan merenungkan ajaran Buddha.

Berikut ini 10 tradisi perayaan Waisak di berbagai negara, seperti dilansir dari detikEdu.

1. Nepal

Buddha Jayanti/ Foto: Flickr.com/Navyonepal Discover Asia

Sebagai tempat kelahiran Sang Buddha Gautama, Nepal merayakan Waisak atau lebih dikenal secara lokal sebagai Buddha Jayanti, dengan berbagai kegiatan keagamaan yang sangat sakral.

Saat Hari Raya Waisak, umat Buddha akan mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian. Mereka berbondong-bondong mengunjungi Kuil Maya Dewi di Lembini, untuk bersembahyang, berziarah, dan berdoa bersama.

Selama perayaannya, banyak vihara yang dihiasi lampu-lampu indah, bunga, dan bendera doa Buddhis. Beberapa vihara ada yang menggelar prosesi mengelilingi patung, membaca paritta suci, dan menyalakan lilin sebagai simbol pencerahan bantu.

Selain itu, ada pula tradisi Pemberian Derma (Dana Paramita), di mana masyarakat melakukan perbuatan baik dengan memberikan persembahan atau sedekah kepada para biksu, bisa berupa makanan, pakaian, atau uang.

2. China

Ilustrasi memandikan patung bayi Buddha/ Foto: Unsplash.com/Wisnu Widjojo

Dengan total populasi sekitar 1,41 miliar jiwa, setidaknya ada lebih dari 254 juta penduduk Tiongkok yang menganut agama Buddha. Angka tersebut mewakili sekitar 18% dari total populasi keseluruhannya, sehingga menjadikannya “rumah” bagi penganut Buddha terbanyak di dunia.

Sebab itulah, perayaan Waisak atau yang dikenal sebagai Fodan (Hari Lahir Buddha) dilaksanakan dengan sangat meriah. Mulai dari kegiatan keagamaan hingga kebudayaan di kuil-kuil.

Salah satunya adalah Yufojie, yakni tradisi memandikan patung bayi Buddha dengan air wangi yang telah diberkati. Tradisi ini memiliki makna membersihkan batin dan karma buruk manusia.

Selama perayaan Waisak, masyarakat hanya mengonsumsi makanan vegetarian untuk mempraktikkan welas asih terhadap semua makhluk hidup.

3. Thailand

Festival Cahaya di Thailand/ Foto: Unsplash.com/Hisu Lee

Selain China, Thailand merupakan negara kedua dengan penganut Buddha terbanyak di dunia. Perayaan Waisak atau dikenal sebagai Visakha Bucha Day dilakukan dengan serangkaian ibadah dan tradisi yang sarat akan makna. Mulai dari pergi ke vihara, berderma kepada biksu, hingga tradisi mengelilingi kuil.

Sejak pagi, umat Buddha sudah berkumpul di kuil Wat Phra Kaew atau kuil-kuil lainnya untuk berdoa. Ada pula prosesi Wian Tian, di mana orang-orang akan mengelilingi kuil atau stupa utama sebanyak tiga kali sambil membawa bunga, dupa, dan lilin menyala.

Beberapa kuil ada yang melakukan tradisi melepaskan hewan seperti burung atau ikan ke alam bebas sebagai simbol membebaskan diri dari penderitaan dan karma buruk.

4. Sri Lanka

Tradisi Waisak di Sri Lanka/ Foto: Unsplash.com/Heshan Weeramanthri

Masyarakat Sri Lanka merayakan Waisak dengan penuh sukacita melalui berbagai tradisi yang meriah. Perayaan ini kerap dianggap sebagai Festival Cahaya karena biasanya diwarnai dengan lentera kertas, panggung cahaya (Thorana), berderma, serta beribadah.

Selama perayaan, rumah-rumah dan jalanan akan dihiasi dengan lentera kertas warna-warni (Vesak Kudu). Selain itu, berdiri panggung cahaya raksasa di sudut-sudut kota yang menampilkan adegan dari kehidupan sang Buddha.

5. Myanmar

Tradisi Waisak di Myanmar/ Foto: Unsplash.com/Swan Linn

Dikenal dengan Hari Bulan Purnama Kason, perayaan ini dilaksanakan dengan tradisi menyiram pohon menggunakan pot tanah liat. Masyarakat akan membawa pot berisi air dan menyiramkannya ke akar Pohon Bodhi, sebuah pohon suci tempat Sang Buddha mencapai pencerahan, di seluruh negeri.

Umat Buddha umumnya memusatkan perayaan Waisak di berbagai kuil dan pagoda dengan memberikan sedekah, berpuasa, bermeditasi, serta melalukan tradisi melepas hewan seperti burung atau ikan ke alam bebas sebagai simbol welas asih dan memerdekakan makhluk hidup.

6. Vietnam

Ilustrasi perayaan Waisak di Vietnam/ Foto: Unsplash.com/Jenny Le

Perayaan Waisak di Vietnam, dikenal secara lokal sebagai Phật Đản. Umat Buddha biasanya melakukan berbagai tradisi meriah dan penuh nilai budaya. Salah satunya adalah upacara Moc Duc, di mana orang-orang akan memandikan patung bayi Bodhisattva Pangeran Siddhartha sebagai simbol pembersihan dan penyucian diri lahir dan batin.

Selain itu, masyarakat juga mengadakan pawai di jalan utama sambil mengarak mobil bunga dan membawa patung. Pada malam harinya, festival lampion yang indah digelar di tepi sungai maupun jalanan.

Sementara tradisi pelepasan burung merpati dan hewan lainnya juga sering dilakukan sebagai simbol cinta kasih dan kebebasan bagi semua makhluk.

7. Jepang

Ilustrasi perayaan Waisak di Jepang/ Foto: Unsplash.com/Ryunosuke Kikuno

Di Jepang, sering kali perayaan Waisak (Hana Matsuri) bertepatan dengan musim semi sehingga dirayakan dengan membuat Hanamido, kuil kecil yang dihiasi bunga-bunga musim semi dan dilengkapi dengan patung bayi Buddha.

Setelahnya, mereka akan menuangkan amacha, sejenis teh manis yang diseduh dari daun hydrangea, ke atas patung tersebut menggunakan sendok kayu. Tradisi ini merupakan simbol pembersihan spiritual.

Dalam beberapa tradisi, masyarakat dan anak-anak merayakannya dengan mengelilingi bunga teratai. Hal ini terinspirasi dari legenda Buddha yang menceritakan bahwa bayi Buddha langsung dapat berjalan setelah mengelilinginya dan bunga-bunga tersebut bermekaran di setiap langkahnya.

8. Kamboja

Perayaan Waisak di Kamboja/ Foto: Unsplash.com/Bunly Hort

Sebagai salah satu negara mayoritas penganut Buddha, perayaan Waisak (disebut Visak Bochea) menjadi hari libur nasional di negara ini. Masyarakat Kamboja merayakannya dengan melakukan berbagai tradisi keagamaan di kuil dan pagoda.

Mereka berbondong-bondong ke pagoda untuk berdoa dan mengucap syukur. Salah satu pusat perayaan yang paling ramai dikunjungi adalah Gunung Oudong (Phnom Preah Reach Troap), yang memiliki stupa tempat penyimpanan relik Buddha.

Di beberapa daerah, perayaan ini juga dimeriahkan dengan tradisi melepaskan lampion ke udara.

9. Korea Selatan

Ilustrasi perayaan Waisak di Korea Selatan/ Foto: Unsplash.com/ooneiroslyl

Hari Raya Waisak, atau dikenal dengan Seokga Tansinil, dirayakan dengan berbagai festival meriah di Korea Selatan. Salah satunya adalah Yeon Deung Hoe, festival lampion berwarna-warni yang menampilkan jutaan lentera teratai yang menghiasi jalanan.

Menariknya, festival bunga teratai spektakuler itu sudah ada sejak berabad-abad lalu, yang diketahui telah dilaksanakan sejak masa Dinasti Goryeo dan Joseon.

Selain itu, masyarakat Buddha berkumpul di vihara atau kuil untuk memandikan patung bayi Buddha sebagai simbol penyucian diri. Beberapa kuil juga diselenggarakan berbagai permainan tradisional Korea dan pertunjukan seperti tari topeng dan akrobatik.

10. Indonesia

Perayaan Waisak di Indonesia/ Foto: dok. Kementerian Agama

Sama seperti negara lainnya, perayaan Waisak di Indonesia juga dirayakan dengan sangat meriah. Salah satu yang paling populer adalah perayaan nasional yang dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Magelang. Berbagai kegiatan keagamaan dan budaya dilaksanakan di sana, dengan dihadiri oleh ribuan umat Buddha dari berbagai majelis.

Adapun rangkaian perayaan Waisak nasional tersebut sebagai berikut:

  • Pengambilan air berkat dari mata air (umbul) dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi. Umat Buddha melakukan arak-arakan membawa Air Berkah Umbul Jumprit dan Api Dharma yang disakralkan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
  • Pradaksina, sebuah ritual sakral berjalan mengelilingi candi sebanyak tiga kali searah jarum jam sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha.
  • Pindapatta, sebuah ritual berdema dengan memberikan dana dan makanan kepada para biksu.
  • Tradisi Thudong, kegiatan berziarah dengan berjalan kaki jauh yang dilakukan oleh para biksu (bhante) melintasi berbagai daerah di Indonesia, sebelum beribadah di Candi Borobudur.
  • Pelepasan lampion menjadi salah satu dari rangkaian acara yang paling dinantikan. Ribuan lampion diterbangkan ke langit sebagai simbol pencerahan batin dan pengharapan kedamaian dunia.

Nah, itulah beberapa tradisi perayaan Hari Waisak di berbagai negara di dunia. Bagi Beauties yang merayakannya, selamat Hari Raya Waisak!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE