Bullying sering kali dianggap sebagai masalah sepele atau “bagian dari proses tumbuh dewasa”. Padahal, dampaknya bisa membekas hingga dewasa.
Korban bullying tidak hanya menghadapi luka emosional, tetapi juga kehilangan rasa aman, kepercayaan diri, bahkan motivasi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tidak sedikit orang yang masih percaya bahwa membalas dengan kekerasan adalah satu-satunya cara untuk menghentikan perundungan, meski cara tersebut justru berpotensi memperpanjang siklus konflik.
Ada cara yang jauh lebih efektif dan bermakna untuk menghentikan bullying tanpa kekerasan dan tanpa balas dendam. Pendekatan ini tidak hanya melindungi korban, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan penuh empati bagi semua pihak. Yuk, simak caranya!