3 Alasan Kenapa Hubunganmu Selalu Berakhir Gagal Menurut Psikolog
Tidak sedikit orang mengalami hubungan yang berulang kali kandas meski sudah berganti pasangan, dan situasi ini sering kali menimbulkan pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya salah. Banyak yang langsung menyimpulkan bahwa penyebab hubungan tidak langgeng selalu karena bertemu dengan “orang yang tidak tepat”, padahal faktor psikologis dalam diri sendiri kerap memegang peran yang jauh lebih dominan.
Memahami bahwa pola mental dan emosional dapat memengaruhi cara kita memilih pasangan, berkomunikasi, hingga menghadapi masalah adalah langkah awal yang penting sebelum menyalahkan keadaan atau orang lain. Yuk, mulai refleksikan pola hubunganmu lewat artikel tentang alasan putus cinta berulang kali menurut psikolog Nick Wignall agar tidak terus terjebak dalam siklus yang sama.
Takut Meminta Sesuatu yang Sebenarnya Diinginkan
![]() Alasan hubungan selalu gagal sering muncul karena seseorang takut menyampaikan apa yang sebenarnya diinginkan/Foto: Freepik/DC Studio |
Banyak orang sebenarnya mengetahui apa yang mereka butuhkan dalam hubungan, tetapi memilih diam karena takut dianggap menuntut, membuat pasangan tidak nyaman, atau memicu konflik. Padahal, memendam keinginan bukanlah jalan keluar, melainkan awal dari kekecewaan yang perlahan menumpuk.
Hubungan yang sehat menuntut keberanian untuk menyampaikan kebutuhan secara terbuka alih-alih sekadar berharap pasangan akan mengerti tanpa pernah diberi tahu. Bersikap asertif seperti ini bukan berarti egois, melainkan bentuk kejujuran yang meskipun menimbulkan kecanggungan pada awalnya, tetapi akan melatih seseorang untuk berkomunikasi secara dewasa jika dilakukan secara konsisten.
Takut Mengatakan “Tidak” pada Hal yang Tidak Diinginkan
Alasan hubungan selalu gagal sering muncul karena ketidakmampuan untuk mengatakan “tidak” pada hal yang tidak diinginkan/Foto: Freepik
Hal ini sejalan dengan poin sebelumnya. Jika kamu tidak bisa menolak hal yang tidak kamu inginkan, kamu akan tetap merasa tidak bahagia dan kesal, sama seperti ketika kamu tidak menyuarakan apa yang kamu inginkan. Semua hubungan yang sehat memang memerlukan kompromi, tetapi jika kamu terus-menerus berkompromi pada segala hal, termasuk hal-hal yang menjadi batasanmu, seberapa lama hubungan itu bisa bertahan?
Mampu mengatakan tidak berarti membela diri sendiri dan memberi dirimu penghormatan yang sama seperti yang kamu berikan pada orang lain. Tanpa kemampuan ini, hubungan akan cenderung menjadi berat sebelah, tidak sehat, dan berisiko hancur seiring waktu.
Tidak Mau Menegakkan Batasan
Alasan hubungan selalu gagal sering muncul karena seseorang menetapkan batasan tetapi tidak menegakkannya/Foto: Freepik/katemangostar
Menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan itu penting, tetapi yang lebih sulit adalah menegakkannya. Misalnya, kamu bisa meminta pasangan untuk membuang sampah setiap Selasa malam, tetapi apa artinya jika kamu selalu menyerah saat mereka tidak menuruti keinginanmu atau membuat keributan?
Jika kamu terus menetapkan batasan tetapi tidak menegakkannya, kamu secara tidak langsung mengajarkan pasangan untuk mengabaikan keinginanmu, yang justru memperburuk masalah. Oleh karena itu, meskipun mungkin terasa tidak nyaman, penting untuk terbiasa menetapkan dan menegakkan batasan sejak awal dan secara konsisten dalam hubunganmu.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
