Tidak sedikit orang mengalami hubungan yang berulang kali kandas meski sudah berganti pasangan, dan situasi ini sering kali menimbulkan pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya salah. Banyak yang langsung menyimpulkan bahwa penyebab hubungan tidak langgeng selalu karena bertemu dengan “orang yang tidak tepat”, padahal faktor psikologis dalam diri sendiri kerap memegang peran yang jauh lebih dominan.
Memahami bahwa pola mental dan emosional dapat memengaruhi cara kita memilih pasangan, berkomunikasi, hingga menghadapi masalah adalah langkah awal yang penting sebelum menyalahkan keadaan atau orang lain. Yuk, mulai refleksikan pola hubunganmu lewat artikel tentang alasan putus cinta berulang kali menurut psikolog Nick Wignall agar tidak terus terjebak dalam siklus yang sama.
Takut Meminta Sesuatu yang Sebenarnya Diinginkan
|
Alasan hubungan selalu gagal sering muncul karena seseorang takut menyampaikan apa yang sebenarnya diinginkan/Foto: Freepik/DC Studio |
Banyak orang sebenarnya mengetahui apa yang mereka butuhkan dalam hubungan, tetapi memilih diam karena takut dianggap menuntut, membuat pasangan tidak nyaman, atau memicu konflik. Padahal, memendam keinginan bukanlah jalan keluar, melainkan awal dari kekecewaan yang perlahan menumpuk.
Hubungan yang sehat menuntut keberanian untuk menyampaikan kebutuhan secara terbuka alih-alih sekadar berharap pasangan akan mengerti tanpa pernah diberi tahu. Bersikap asertif seperti ini bukan berarti egois, melainkan bentuk kejujuran yang meskipun menimbulkan kecanggungan pada awalnya, tetapi akan melatih seseorang untuk berkomunikasi secara dewasa jika dilakukan secara konsisten.