3 Alasan Kenapa Orang Cerdas Sering Meragukan Diri Sendiri
Banyak orang masih beranggapan bahwa individu yang cerdas pasti selalu percaya diri, tegas dalam mengambil keputusan, dan jarang meragukan kemampuannya sendiri. Namun, realitanya tidak sesederhana itu, Beauties. Tak sedikit orang dengan kapasitas intelektual tinggi justru kerap mempertanyakan diri, menimbang ulang pilihan, dan merasa belum cukup baik meskipun memiliki kompetensi yang jelas.
Penyebab orang pintar tidak percaya diri ini bukan berarti mereka tidak mampu, melainkan karena adanya proses kognitif yang lebih kompleks. Hal inilah yang membuat mereka lebih mudah melihat kekurangan dibanding kelebihan sehingga keraguan dalam diri mereka perlahan mendapat ruang untuk tumbuh.
Untuk lebih jelasnya, kamu bisa cari tahu alasan yang bikin orang pintar sering insecure lewat artikel yang dilansir dari Lolly Daskal berikut ini!
Fokus pada Hal yang Belum Diketahui Daripada Hal yang Sudah Dikuasai
![]() Penyebab orang pintar tidak percaya diri bisa muncul dari dorongan untuk selalu menaklukkan hal baru/Foto: Freepik/jcomp |
Orang pintar cenderung memusatkan perhatian pada pengetahuan dan kemampuan yang belum mereka miliki, bukan pada hal-hal yang sebenarnya sudah dikuasai dengan baik. Sikap ini membuat kekurangan mereka terasa lebih dominan dibandingkan kelebihan yang ada.
Memang benar bahwa setiap orang perlu menantang diri dan keluar dari zona nyaman agar bisa berkembang. Namun, ketika terlalu banyak waktu dihabiskan untuk mengerjakan hal-hal yang berada jauh di luar bidang keahlian atau kompetensi utama, hal tersebut dapat memicu rasa tidak percaya diri. Alih-alih merasa berkembang, seseorang justru lebih mudah meragukan kapasitas dirinya sendiri karena terus-menerus dihadapkan pada area yang belum sepenuhnya dipahami atau dikuasai.
Merasa bahwa Orang Lain Memiliki Lebih Banyak Pengalaman
Orang pintar sering insecure ketika membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih berpengalaman di berbagai situasi/Foto: Freepik
Sering kali, orang-orang pintar merasa bahwa orang lain lebih unggul dari dirinya hanya karena terlihat lebih berpengalaman. Padahal, pengalaman bukanlah satu-satunya hal yang bisa menjadi tolok ukur keahlian.
Ketika seseorang memiliki keterampilan atau pengetahuan yang tidak dimiliki orang lain, posisi mereka sudah cukup untuk disebut sebagai ahli dalam konteks tersebut. Menghargai apa yang diketahui dan menyadari manfaatnya akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri yang kamu perlukan untuk melangkah dengan lebih mantap.
Tidak Percaya bahwa Dirinya Memiliki Keterampilan yang Tepat
Orang pintar sering insecure saat menyadari masih banyak keterampilan yang belum dikuasai/Foto: Freepik/pressfoto
Banyak orang pintar meragukan kemampuannya karena merasa belum memiliki keterampilan yang memadai. Padahal, setiap orang pasti memulai dari tahap awal, entah saat menjalani pekerjaan pertama mereka maupun ketika memulai kembali karier di bidang yang berbeda.
Saat memasuki dunia kerja untuk pertama kali atau beralih ke bidang baru, wajar jika ada keterampilan yang belum dikuasai, ritme kerja yang asing, atau standar yang masih terasa tinggi. Namun, justru pada fase inilah kemampuan berkembang paling cepat, karena seseorang dipaksa beradaptasi, belajar hal baru, dan memahami tuntutan peran secara nyata. Seiring waktu, pengalaman yang terus bertambah akan membentuk kepercayaan diri sekaligus kompetensi yang lebih matang.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
