3 Cara Efektif Menghadapi Orang yang Bikin Kamu Stres Menurut Ilmu Psikologi

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Sabtu, 21 Feb 2026 16:00 WIB
3. Terapkan Teknik “Gray Rock”
Teknik “Gray Rock”. Coba teknik ini ketika berhadapan dengan orang yang manipulatif, narsisistik, atau kelewat caper./ Foto: Pexels.com/Thirdman

Berinteraksi dengan orang lain nggak jarang membuatmu stres. Kepribadian mereka mungkin tidak sesuai dengan kepribadianmu. Alih-alih merasa semangat buat ngobrol, kamu justru merasakan energi negatif saat berinteraksi dengan mereka. Jika ada orang yang membuatmu stres seperti ini, bukan berarti kamu harus selalu menghindari orang itu, Beauties.

Ada cara yang bisa kamu lakukan untuk merespon perilaku mereka, tentu saja jika ini masih dalam ranah yang bisa ditolerir. Sebab dalam beberapa skenario konflik, mungkin ini bukan tentang dia, tapi tentang kamu dan bagaimana kamu menyikapi perbedaan. Misalnya ada perselisihan di tempat kerja atau di lingkup pertemanan, gosip, komitmen sosial, diskriminasi, dan sebagainya. Kalau kamu merasa relate, simak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi orang yang bikin kamu stres berikut ini, Beauties!

1. Membingkai Ulang Persepsi yang Kamu Punya

Membingkai ulang persepsi yang kamu punya. Misalnya dengan berpikir mereka memberikan kesempatan untuk kamu berkembang.

Membingkai ulang persepsi yang kamu punya. Misalnya dengan berpikir mereka memberikan kesempatan untuk kamu berkembang./ Foto: Pexels.com/Ivan S

Psychology Today menyarankan untuk membingkai ulang persepsi yang kamu punya sebagai langkah pertama yang perlu kamu lakukan. Dalam ilmu psikologi, dikenal istilah “reappraisal inventiveness”, yakni semakin banyak ide yang kamu hasilkan untuk mengatasi kesulitan, semakin besar pula kemungkinanmu untuk keluar dari pemikiran bahwa situasi tidak bisa diatasi.

Bahkan dengan membayangkan kemungkinan terburuk dan cara menghadapinya, serta membangun optimisme, bisa membantumu melihat situasi yang kamu alami bisa dilalui. Kamu juga bisa melihat dari sisi orang lain yang membuatmu stres tersebut justru memberikanmu kesempatan untuk berkembang.

2. Menetapkan Batasan yang Jelas

Menetapkan batasan. Batasan membantu menjaga energimu dan mencegah kelelahan emosional.

Menetapkan batasan. Batasan membantu menjaga energimu dan mencegah kelelahan emosional./ Foto: Pexels.com/Timur Weber

Menetapkan boundary atau batasan sangat penting untuk menjaga kesehatan mental kita. Hal itu pula yang disampaikan dalam laman The Wellness Corner yang menyebutkan bahwa batasan membantu menjaga energimu dan mencegah kelelahan emosional.

Menurut psikolog klinis, tanpa adanya batasan, kamu akan cenderung menyerap stres atau hal negatif dari orang lain. Cara yang bisa lakukan untuk menerapkannya seperti mengatakan “tidak” ketika sesuatu tidak terasa benar dan membatasi interaksi dengan orang-orang yang menguras emosi.

3. Terapkan Teknik “Gray Rock”

Teknik “Gray Rock”. Coba teknik ini ketika berhadapan dengan orang yang manipulatif, narsisistik, atau kelewat caper.

Teknik “Gray Rock”. Coba teknik ini ketika berhadapan dengan orang yang manipulatif, narsisistik, atau kelewat caper./ Foto: Pexels.com/Thirdman

Nah jika kamu berhadapan dengan orang yang manipulatif, narsisistik, atau kelewat caper, maka kamu bisa coba teknik “Gray Rock”. Teknik ini mendorong kamu untuk menerapkan sikap acuh tak acuh terhadap orang yang justru menguras emosi. Misalnya, respon dengan ucapan singkat seperti “Oke”, “Oh gitu”, dan sebagainya. Teknik Gray Rock juga memintamu untuk tidak bereaksi secara emosional atau defensif dan jauhi memberikan informasi dan emosi yang sifatnya personal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE