3 Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa

Nadya Quamila | Beautynesia
Minggu, 20 Sep 2026 19:30 WIB
Takut Mengecewakan Orang Lain
Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Salah satu hal paling menyakitkan yang bisa dialami seorang anak adalah dibanding-bandingkan dengan saudaranya atau orang lain oleh orang tua. Luka yang mereka rasakan saat kecil ini bisa terlihat dari kebiasaan yang mereka lakukan ketika dewasa.

Orang tua mungkin tidak sadar ketika mereka membandingkan anaknya dengan orang lain. Awalnya ingin memberi nasihat, tapi tanpa sengaja kalimat perbandingan tercetus kepada anak. Jika hal ini terus-menerus dilakukan, anak bisa tumbuh menjadi sosok yang rendah diri, merasa cemburu, merasa tidak disayang, hingga hubungan dengan orang tua menjadi renggang.

Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga seperti ini cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat beranjak dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Dilansir dari Your Tango, yuk, simak penjelasannya!

Lebih Kompetitif

Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat beranjak dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Jika seorang anak sering dibandingkan dengan saudaranya, mereka bisa tumbuh menjadi sosok yang lebih kompetitif saat dewasa. Mereka merasa bahwa harga diri mereka ditentukan oleh kasih sayang dan perhatian yang mereka dapatkan dari orang tua.

Akibatnya, mereka merasa selalu terdorong untuk mengejar rasa aman yang semu dengan cara mengungguli orang lain, bahkan di situasi yang sebenarnya tidak butuh persaingan. Fokus mereka selalu tertuju pada upaya mengalahkan orang lain, alih-alih meraih keberhasilan demi diri sendiri.

Takut Mengecewakan Orang Lain

Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat beranjak dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Kebiasaan anak yang sering dibandingkan berikutnya adalah mereka merasakan tekanan yang begitu besar untuk tidak mengecewakan orang lain. Perasaan ini bisa bermanifestasi dalam perilaku selalu ingin menyenangkan orang lain dan sifat perfeksionis. 

Semasa kecil, mereka memikul banyak kewajiban untuk memenuhi harapan orang tua, misalnya tuntutan menjadi anak baik yang tidak merepotkan. Pola pikir ini terus melekat hingga mereka dewasa. Mereka jadi menetapkan standar yang tidak realistis bagi mereka sendiri. Selain itu, mereka sering kali mengukur harga diri mereka berdasarkan seberapa besar mereka disukai oleh orang lain.

Suka Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Anak yang sering dibandingkan cenderung mengembangkan kebiasaan tertentu saat beranjak dewasa yang bisa memengaruhi kesejahteraan hidup mereka. Mereka jadi lebih kompetitif, takut mengecewakan orang lain, dan mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Cara Mengenali Anak yang Sering Dibandingkan Sejak Kecil dari Kebiasaannya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Terbiasa dibandingkan sejak kecil, kebiasaan ini pun mereka bawa hingga dewasa. Sikap ini akhirnya memengaruhi cara mereka berbicara kepada diri sendiri dan betapa kerasnya mereka dengan dirinya,

Berjuang demi mendapatkan perhatian orang tua semasa kecil membuat mereka merasa harus "tampil" atau membuktikan diri hanya demi mendapatkan hal yang bahkan paling mendasar. Meskipun mereka mungkin bisa mengatasi masalah rendahnya harga diri tersebut di kemudian hari, mereka biasanya tetap membawa pola itu ke dalam hubungan saat dewasa dalam bentuk anxious attachment atau kebutuhan yang mendalam akan kedekatan dan ketakutan yang intens akan penolakan atau ditinggalkan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE