5 Kalimat Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua Menurut Psikolog
Komunikasi yang tepat adalah dasar bagi ikatan yang sehat antara orang tua dan anak. Masalahnya, orang tua dan anak terkadang seolah berada di "dunia" yang berbeda sehingga komunikasi yang terjalin menjadi tidak maksimal. Akibatnya, orang tua sering salah paham akan apa yang diinginkan anak, dan begitu pula sebaliknya.
Kesalahpahaman terhadap kalimat yang diucapkan anak dapat menyebabkan perasaan tidak dihargai, kecemasan, hingga kesepian.
"Salah menafsirkan apa yang diucapkan anak-anak Anda berisiko membuat mereka merasa 'tidak diperhatikan' dan tidak divalidasi oleh Anda," ungkap psikolog Dr. Emily Guarnotta, Psy.D., PMH-C, kepada Parade.
"Ketika anak merasa orang tuanya tidak 'mengerti,' mereka cenderung menyembunyikan perasaan sebenarnya dari Anda. Dalam jangka panjang, ini dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan kesepian," tambahnya.
Mudah bagi orang tua untuk salah menafsirkan apa yang diinginkan anak karena anak tidak memiliki kamus emosi yang sama seperti orang dewasa. Ketika mereka merasakan emosi yang besar, seperti marah atau malu, mereka mungkin tidak memiliki kata-kata untuk menyebutkannya.
Menurut Dr. Guarnotta, ada beberapa kalimat anak yang sering disalahpahami oleh orang tua. Memahami apa yang ingin benar-benar disampaikan anak melalui bahasa mereka adalah salah satu cara agar terjalin hubungan sehat antara orang tua dan anak. Yuk, simak ulasannya berikut ini!
”Ayah/Ibu Lebih Sayang dengan Kakak/Adik daripada Aku”
Kalimat Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua Menurut Psikolog/Foto: Pexels/Kampus Production
Kalimat anak yang sering disalahpahami orang tua pertama adalah "Ayah/Ibu lebih sayang dengan kakak/adik daripada aku". Orang tua mungkin akan menjelaskan panjang lebar bahwa mereka tidak pilih kasih, tapi hal ini tidak serta-merta membuat anak berhenti merasakan perasaan tersebut.
Orang tua mungkin akan menganggap bahwa ungkapan ini terdengar wajar dan klasik, menandakan sang anak merasa cemburu. Tapi, Dr. Guarnotta menyarankan orang tua untuk merenungkan kalimat anak yang satu ini. Biasanya, anak sedang merasa hubungannya merenggang dengan orang tua.
“Ketika anak-anak mengatakan ini, biasanya karena mereka merasa kehilangan hubungan dengan Anda,” katanya. “Mereka khawatir bahwa mereka tidak sepenting atau dicintai seperti saudara kandung mereka. Ingat, emosi tidak selalu logis.”
”Tinggalkan Aku Sendiri” (Sambil Membanting Pintu Kamar)
Kalimat Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua Menurut Psikolog/Foto: Pexels/Ketut Subiyanto
Salah satu kalimat andalan anak ketika sedang marah adalah, "tinggalkan aku sendiri" sembari membanting pintu kamarnya. Menurut Dr. Guarnotta, ketika anak mengucapkan kalimat ini, artinya mereka membutuhkan ruang untuk memproses emosi mereka.
“Ketika seorang anak menyuruh Anda untuk meninggalkannya sendiri dan membanting pintu, rasanya seperti Anda diabaikan dan tidak dihormati,” kata Dr. Guarnotta.
“Pada kenyataannya, anak tersebut sedang mengungkapkan kebutuhannya akan ruang. Yang mungkin dirasakan anak itu adalah ‘Saya sudah mencapai batas kemampuan saya saat ini, dan saya membutuhkan ruang aman untuk memproses emosi besar saya,’” lanjutnya.
”Aku Benci Ibu/Ayah”
Kalimat Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua Menurut Psikolog/Foto: Freepik/freepik
Kalimat anak "Aku benci ibu/ayah" mungkin terdengar sangat tajam. Orang tua menganggap bahwa kalimat ini merupakan siakp tidak hormat atau tidak tahu berterima kasih dari anak.
Menurut Dr. Guarnotta, kalimat ini sering digunakan sebagai cara untuk mengekspresikan kemarahan. Namun, terkadang perbendaharaan kata anak masih terbatas. Mereka tidak selalu memiliki kata-kata untuk mengekspresikan emosi besar seperti kemarahan.
"Sebagai orang tua, Anda adalah tempat aman mereka, itulah sebabnya mereka mungkin mengungkapkan kata-kata ini kepada Anda dan bukan kepada orang lain,” ujar Dr. Guarnotta.
”Aku Bosan”
Kalimat Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua Menurut Psikolog/Foto: Freepik
Salah satu kalimat anak yang mudah membuat orang tua merasa frustasi adalah, "aku bosan". Bagi orang tua, kalimat ini bisa terdengar seperti anak yang kurang bersyukur, terlebih ketika anak mengatakannya sesaat ia baru saja mendapatkan mainan baru.
Namun, sebenarnya, kalimat "aku bosan" yang dilontarkan anak memiliki makna jauh lebih dari itu, Beauties. Mereka sering kali sedang berusaha mencari koneksi dengan orang tuanya.
“Kenyataannya adalah, seringkali anak tersebut mencari koneksi dengan orang tua,” jelas Dr. Guarnotta. “Mereka menginginkan waktu berkualitas dan perhatian penuh, bukan lebih banyak mainan."
”Aku Tidak Ingin Tidur”
Kalimat Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua Menurut Psikolog/Foto: Pexels/RDNE Stock Project
Waktu tidur bisa menjadi momen yang sangat sulit bagi orang tua dan anak-anak. Orang dewasa mendambakan waktu sendirian atau me time, sementara anak-anak menginginkan lebih banyak waktu bersama orang tuanya.
Tapi sebenarnya, di balik kalimat anak "aku tidak ingin tidur", mereka sangat membutuhkan kehadiran orang tuanya, Beauties.
“Sekilas, ini terdengar seperti anak yang menolak aturan,” kata Dr. Guarnotta. “Tetapi bagi sebagian anak, dan bahkan orang dewasa, malam hari terasa menakutkan dan penuh kecemasan. Anak-anak mungkin merasa gugup untuk tidur dan sendirian, dan sebagai akibatnya, mereka mencoba menunda waktu tidur dengan menyangkal bahwa mereka lelah.”
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!