3 Cara Mengenali Orang yang Lagi Berbohong dari Perilaku Sehari-hari

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Minggu, 05 Apr 2026 21:00 WIB
1. Menghindari Kontak Mata
Menghindari kontak mata/ Foto: freepik.com/cookie_studio

Ada berbagai situasi di mana beberapa orang kerap memberikan  kebohongan.  Misalnya, saat mereka merasa terancam atau tidak aman, ingin menjaga citra diri, atau agar mendapatkan validasi dari orang lain.

Meskipun ada kebohongan yang dilakukan untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain, tidak sedikit orang-orang berbohong hanya untuk keuntungan mereka sendiri atau bahkan memanfaatkan orang lain, Beauties.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi kamu untuk tetap waspada saat berinteraksi dengan orang lain atau bahkan orang terdekat sekalipun. Ada beberapa cara yang bisa diketahui untuk mengenali apakah seseorang berbohong atau tidak. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Menghindari Kontak Mata

Cara mengenali orang yang berbohong dari perilaku sehari-hari mereka yakni melalui kontak mata. Biasanya, orang yang berbohong cenderung menghindari kontak mata.

Menghindari kontak mata/ Foto: freepik.com/cookie_studio

Cara mengenali orang yang berbohong dari perilaku sehari-hari mereka yakni melalui kontak mata. Biasanya, orang yang berbohong cenderung menghindari kontak mata, Beauties.

Saat seseorang berkata jujur, mereka akan menunjukkan kontak mata yang santai dan terlihat apa adanya. Sebaliknya, seseorang yang berbohong cenderung menampilkan kegelisahan dan enggan menatap lawan bicara dalam waktu yang lama.

Selain itu, ekspresi yang diperlihatkan orang berbohong juga bisa dilihat seperti ekspresi wajah yang berubah-ubah.

2. Menyandarkan Tubuh ke Belakang

Ciri lainnya dari orang yang berbohong yakni menunjukkan gerakan seperti menyandarkan tubuh ke belakang atau sedikit mundur dari lawan bicara.

Menyandarkan tubuh ke belakang/ Foto: freepik.com/freepik

Ciri lainnya dari orang yang berbohong yakni menunjukkan gerakan seperti menyandarkan tubuh ke belakang atau sedikit mundur dari lawan bicara.

Melansir dari Your Tango, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan untuk menyandarkan tubuh ke belakang atau tubuh yang sedikit mundur ke belakang kemungkinan terkait dengan kebohongan.

Para pembohong secara perlahan melakukan gerakan bersandar untuk menciptakan jarak dari sumber kecemasan atau ketidaknyamanan mereka, Beauties.

3. Menunjukkan Kemarahan yang Tidak Masuk Akal

pasangan sedang marah

Menunjukkan kemarahan yang tidak masuk akal/ Foto: pexels.com

Saat kamu bertanya mengenai suatu hal kepada orang lain, kemudian orang tersebut terlihat marah tanpa alasan yang jelas, hal ini bisa menjadi ia merasa khawatir bahwa kebohongannya akan terbongkar, Beauties.

Misalnya, kamu bertanya kepada pasangan mengapa ia tidak mengangkat telepon kamu. Jika ia berkata jujur, ia bisa menjelaskan alasan masuk akal seperti sedang mengurus suatu hal atau mendapatkan pekerjaan mendadak sehingga sulit mengecek ponsel.

Namun, jika jawabannya mengarah ke respon defensif seperti, “Kenapa kamu tidak percaya denganku?” atau “Jawaban apa yang kamu inginkan?”, kamu perlu waspada karena mungkin saja ada kebohongan yang tengah berusaha ditutupi.

Studi juga menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami kemarahan insidental lebih mungkin untuk menipu orang lain. Hal ini kemungkinan karena kemarahan dapat mengurangi empati, membuat individu kurang peduli tentang konsekuensi dari tindakan mereka.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE