3 Ciri Kepribadian Orang yang Nggak Suka Sarapan Menurut Penelitian

Nadya Quamila | Beautynesia
Minggu, 07 Jun 2026 21:30 WIB
Sulit Produktif
Ciri Kepribadian Orang yang Nggak Suka Sarapan Menurut Penelitian/Foto: Magnific.com/benzoix

Beauties, kamu pasti sudah sering mendengar bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari. Sarapan memiliki banyak manfaat, beberapa di antaranya seperti meningkatkan energi dan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, mencegah penyakit, hingga membantu menurunkan berat badan.

Sayangnya, sebagian orang masih banyak yang melewatkan sarapan. Alasannya beragam, tapi salah satunya adalah karena waktu pagi yang terlalu singkat dan mereka sudah terburu-buru untuk beraktivitas.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Frontiers in Psychiatry, para peneliti menemukan bahwa orang yang biasanya melewatkan sarapan menunjukkan ciri kepribadian tertentu yang berdampak negatif pada kesehatan mental mereka.

Dirangkum dari Your Tango, berikut ini ciri kepribadian orang yang nggak suka sarapan menurut penelitian.

Kontrol Diri yang Kurang Baik

Ciri kepribadian orang yang melewatkan sarapan adalah mereka memiliki kontrol diri yang kurang baik. Hal ini disebabkan oleh rasa lapar yang dapat mempersulit pengaturan emosi dan impuls, yang menyebabkan keputusan impulsif atas hal-hal yang cukup kecil dan tidak penting.

Ciri Kepribadian Orang yang Nggak Suka Sarapan Menurut Penelitian/Foto: Pexels/cottonbro studio

Ciri kepribadian orang yang melewatkan sarapan adalah mereka memiliki kontrol diri yang kurang baik. Hal ini disebabkan oleh rasa lapar yang dapat mempersulit pengaturan emosi dan impuls, yang menyebabkan keputusan impulsif atas hal-hal yang cukup kecil dan tidak penting. 

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Neuropsychopharmacology, ketika kita  membutuhkan asupan makanan, tubuh akan mulai memproduksi hormon ghrelin. Hormon ini berfungsi mengirimkan sinyal ke otak (hipotalamus) untuk merangsang nafsu makan dan membuat kita merasa lapar. Para peneliti menemukan bahwa "hormon lapar," seperti yang disebut ghrelin, dapat menyebabkan kurangnya kontrol impuls jika tidak terpenuhi.

Ketika kita dalam posisi sangat lapar, kemungkinan besar kita akan menginginkan makanan yang bisa cepat dan praktis dimakan, dan biasanya pilihan akan jatuh pada makanan tidak sehat. Jika kita mengabaikan sarapan terus beraktivitas, kurangnya kontrol impuls itu akan memengaruhi aspek lain dalam hari karena otak pada akhirnya hanya akan fokus dengan bagaimana caranya memuaskan rasa lapar.

Menunjukkan Gejala Kecemasan

Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Psychiatry menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung menunjukkan peningkatan gejala depresi dan kecemasan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang secara teratur makan di pagi hari.

Ciri Kepribadian Orang yang Nggak Suka Sarapan Menurut Penelitian/Foto: Magnific.com

Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Psychiatry menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung menunjukkan peningkatan gejala depresi dan kecemasan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang secara teratur makan di pagi hari.

Melewatkan sarapan dikaitkan dengan peningkatan gejala depresi pada anak muda, dengan gangguan kontrol perhatian sebagai mekanisme penting dalam hubungan ini.

“Mendorong kaum muda untuk membangun kebiasaan sarapan teratur dapat dimasukkan sebagai bagian dari intervensi gaya hidup di masa depan untuk gangguan mental dan lebih ditekankan dalam kebijakan kesehatan masyarakat," jelas para penulis studi tersebut.

Sulit Produktif

Rasa lapar bisa jadi mengganggu dan melelahkan. Tanpa adanya bahan bakar yang cukup, kita akan sulit berkonsentrasi, memproses informasi, bahkan mengingat hal penting. Akibatnya produktivitas akan menurun.

Ciri Kepribadian Orang yang Nggak Suka Sarapan Menurut Penelitian/Foto: Magnific.com/benzoix

Rasa lapar bisa jadi mengganggu dan melelahkan. Tanpa adanya bahan bakar yang cukup, kita akan sulit berkonsentrasi, memproses informasi, bahkan mengingat hal penting. Akibatnya produktivitas akan menurun.

Sebuah makalah akademis tahun 2017 berjudul "Food for thought: how nutrition impacts cognition and emotion" mencatat bahwa terlepas dari berat badan, seseorang yang mengurangi asupan makanan sebagai cara untuk menurunkan berat badan kesulitan untuk berfungsi dengan baik. Hal ini karena tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk bisa beraktivitas.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE