3 Ciri Kepribadian Orang yang Susah Menerima Pujian

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 20 Mar 2026 21:30 WIB
Lebih Mengutamakan Konsistensi daripada Kepositifan
Susah menerima pujian sering kali berkaitan dengan kebutuhan psikologis untuk mempertahankan konsistensi citra diri/Foto: Freepik

Banyak orang cenderung merasa tidak nyaman dipuji, lalu secara spontan menolak pujian serta menganggap pencapaian yang telah diraihnya tidak penting atau tidak istimewa. Alih-alih mengucapkan terima kasih, respons yang sering mereka ucapkan justru seperti, “Ah biasa aja”, “Aku cuma lagi hoki aja”, atau “Itu cuma kebetulan, kok!”.

Sekilas, hal itu memang terdengar seperti bentuk sikap rendah hati, tetapi kebiasaan ini tidak selalu sesederhana kelihatannya. Dalam banyak kasus, susah menerima pujian bisa berkaitan dengan pola kepribadian tertentu yang membentuk cara seseorang memandang diri dan pencapaiannya. Dilansir dari The Expert Editor, berikut adalah beberapa ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang-orang yang tidak nyaman dipuji!

Merasa Citra Diri Tidak Selaras dengan Pujian

Sikap tidak nyaman dipuji kerap terjadi ketika gambaran diri yang ada di dalam pikiran bertentangan dengan penilaian positif dari luar. Saat seseorang melihat dirinya sebagai pribadi yang biasa saja, pujian bisa terasa tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam psikologi, E. Tory Higgins menjelaskan hal ini sebagai ketidaksesuaian antara diri aktual dan diri ideal.
Sikap tidak nyaman dipuji kerap terjadi ketika gambaran diri yang ada di dalam pikiran bertentangan dengan penilaian positif dari luar/Foto: Freepik

Ketika gambaran tentang diri di dalam hatimu bertentangan dengan penilaian positif dari luar, pujian dari orang lain bisa terasa janggal, bahkan keliru. Jika kamu memandang diri sebagai pribadi yang biasa saja, sementara di saat yang sama ingin menjadi sosok yang unggul atau sempurna, maka pujian akan sulit diterima walaupun faktanya benar.

Psikolog E. Tory Higgins menyebut kondisi ini sebagai ketidaksesuaian diri. Perbedaan antara diri aktual dan diri yang seharusnya (diri ideal) dapat memunculkan emosi seperti rasa bersalah, malu, gelisah, bahkan dorongan untuk membantah pujian. Saat persepsi internal dan umpan balik eksternal tidak sejalan, sistem saraf akan meresponsnya sebagai kesalahan yang perlu dikoreksi sehingga kamu akan cenderung menolak atau mengalihkan pujian tersebut.

Cara mengatasinya, hindari berdebat ketika menerima pujian. Tarik napas, ucapkan terima kasih, lalu hubungkan apresiasi dari orang lain itu dengan usaha yang memang kamu lakukan. Dengan cara ini, perlahan-lahan diri aktual dan diri idealmu akan makin selaras.

Lebih Mengutamakan Konsistensi daripada Kepositifan

Susah menerima pujian sering kali berkaitan dengan kebutuhan psikologis untuk mempertahankan konsistensi citra diri/Foto: Freepik

Kebanyakan orang mengira bahwa setiap individu akan selalu mengejar respons atau umpan balik yang menyenangkan dari orang lain. Padahal, dalam banyak situasi, kebanyakan orang justru lebih mengutamakan konsistensi respons tersebut dengan cara pandang terhadap diri sendiri.

Jika kamu sudah meyakini bahwa dirimu adalah pribadi yang canggung, kamu akan cenderung menerima atau bahkan mencari umpan balik yang menguatkan keyakinan tersebut, meskipun terasa menyakitkan. Inilah yang disebut self-verification, yaitu dorongan agar orang lain melihatmu sebagaimana kamu melihat diri sendiri.

Kunci untuk mengatasi hal ini adalah tidak menunggu hingga merasa pantas untuk menerima pujian, tetapi memperlakukan pujian sebagai data yang dapat membantu memperbarui citra diri yang sudah tidak relevan. Saat muncul reaksi spontan seperti “itu bukan aku”, sadari bahwa itu adalah self-verification yang sedang bekerja. Kesadaran tersebut akan memberimu ruang untuk memilih respons yang lebih objektif terhadap pujian.

Perfeksionisme yang Membuatmu Meremehkan Hal-Hal Positif

Kecenderungan tidak nyaman dipuji kerap muncul ketika seseorang terbiasa menilai dirinya dengan standar yang sangat tinggi/Foto: Freepik

Perfeksionisme membuatmu sulit menerima hal-hal positif karena standar yang ditetapkan sangat tinggi, sehingga apa pun yang kurang dari itu dianggap tidak layak. Pola ini membiasakanmu untuk lebih peka terhadap kesalahan daripada melihat hal yang sudah berjalan baik. Akibatnya, kamu akan sering menganggap bahwa suatu pujian hanyalah sekadar bentuk kesopanan atau penilaian yang belum tepat.

Cara mengatasinya, coba terapkan pola pikir bahwa sesuatu tidak harus sempurna untuk tetap terlihat bernilai. Saat mendapat pujian atas sebuah draf yang Beauties kerjakan, alih-alih langsung mengoreksi, tanyakan bagian mana yang terasa paling bagus. Cara ini akan membantumu memperoleh umpan balik yang relevan alih-alih terjebak dalam kebiasaan mencari kekurangan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE