Banyak orang cenderung merasa tidak nyaman dipuji, lalu secara spontan menolak pujian serta menganggap pencapaian yang telah diraihnya tidak penting atau tidak istimewa. Alih-alih mengucapkan terima kasih, respons yang sering mereka ucapkan justru seperti, “Ah biasa aja”, “Aku cuma lagi hoki aja”, atau “Itu cuma kebetulan, kok!”.
Sekilas, hal itu memang terdengar seperti bentuk sikap rendah hati, tetapi kebiasaan ini tidak selalu sesederhana kelihatannya. Dalam banyak kasus, susah menerima pujian bisa berkaitan dengan pola kepribadian tertentu yang membentuk cara seseorang memandang diri dan pencapaiannya. Dilansir dari The Expert Editor, berikut adalah beberapa ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang-orang yang tidak nyaman dipuji!
Merasa Citra Diri Tidak Selaras dengan Pujian
|
Sikap tidak nyaman dipuji kerap terjadi ketika gambaran diri yang ada di dalam pikiran bertentangan dengan penilaian positif dari luar/Foto: Freepik |
Ketika gambaran tentang diri di dalam hatimu bertentangan dengan penilaian positif dari luar, pujian dari orang lain bisa terasa janggal, bahkan keliru. Jika kamu memandang diri sebagai pribadi yang biasa saja, sementara di saat yang sama ingin menjadi sosok yang unggul atau sempurna, maka pujian akan sulit diterima walaupun faktanya benar.
Psikolog E. Tory Higgins menyebut kondisi ini sebagai ketidaksesuaian diri. Perbedaan antara diri aktual dan diri yang seharusnya (diri ideal) dapat memunculkan emosi seperti rasa bersalah, malu, gelisah, bahkan dorongan untuk membantah pujian. Saat persepsi internal dan umpan balik eksternal tidak sejalan, sistem saraf akan meresponsnya sebagai kesalahan yang perlu dikoreksi sehingga kamu akan cenderung menolak atau mengalihkan pujian tersebut.
Cara mengatasinya, hindari berdebat ketika menerima pujian. Tarik napas, ucapkan terima kasih, lalu hubungkan apresiasi dari orang lain itu dengan usaha yang memang kamu lakukan. Dengan cara ini, perlahan-lahan diri aktual dan diri idealmu akan makin selaras.