3 Ciri Orang yang Benar-benar Egois Menurut Psikolog
Beauties, berhadapan dengan orang egois bisa menjadi hal yang melelahkan bagi mentalmu. Pasalnya, orang yang benar-benar egois cenderung hanya mementingkan diri sendiri, kurang mampu menunjukkan sikap simpati, bahkan tidak memedulikan dampak dari perilaku mereka terhadap orang lain.
Melansir dari laman Parade, psikolog turut menjelaskan bahwa ada ciri-ciri tertentu yang kerap diperlihatkan oleh orang egois. Selengkapnya, simak penjelasan berikut ini.
1. Mendominasi atau Memotong Pembicaraan
Mendominasi atau memotong pembicaraan/ Foto: Freepik
Salah satu ciri orang yang benar-benar egois yakni mendominasi atau memotong suatu pembicaraan, Beauties. Hal ini bisa merusak hubungan, terlebih jika orang egois tidak memberikan kesempatan berbicara untuk orang lain.
Selain itu, memotong atau menyela pembicaraan orang lain akan membuat mereka merasa tidak didengar. Hal ini bisa menutup komunikasi dan membuat orang lain merasa tidak nyaman untuk mengekspresikan diri mereka sendiri.
|
Baca Juga : 3 Kalimat yang Sering Diucapkan oleh Orang Egois
|
2. Hanya Menghubungi Saat Butuh
Hanya menghubungi saat butuh/ Foto: pexels.com/MikhailNilov
Beauties, orang yang benar-benar egois biasanya hanya menghubungi orang lain saat mereka membutuhkan bantuan. Dr. Crystal Saidi, Psyd.D., seorang psikolog di Thriveworks menjelaskan bahwa keseimbangan dalam berkomunikasi mengenai kebutuhan itu sangat penting.
Jika ada seseorang yang menghubungi kamu hanya didasarkan pada kebutuhan, maka orang itu terlalu mementingkan diri sendiri. Mereka tidak repot-repot menanyakan kabar atau basa-basi lainnya, dan cenderung fokus pada kepentingan diri sendiri.
3. Tidak Pernah Benar-benar Minta Maaf
Tidak pernah benar-benar minta maaf/ Foto: pexels.com
Bagi orang egois, ungkapan ‘Maaf’ bisa menjadi sebuah hal yang tabu. Saat menghadapi kritik atau suatu masalah, mereka cenderung hanya mengungkapkan permintaan maaf sebagai formalitas semata.
“Mereka mungkin mengatakan hal-hal seperti ‘Saya menyesal Anda merasa seperti itu’ alih-alih mengakui dampaknya,” kata Dr. Ernesto Lira de la Rosa, Ph.D., seorang psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation.
“Ini dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai dan dapat mempersulit perbaikan hubungan,” lanjutnya.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!