Keluarga sering dianggap memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Namun, hubungan persahabatan juga memiliki peran penting, terutama dalam menjaga kebahagiaan dan kesehatan seseorang.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Personal Connections pada tahun 2017 menemukan bahwa bagi orang yang lebih tua, persahabatan bisa lebih berpengaruh terhadap kebahagiaan dan kesehatan dibandingkan hubungan dengan keluarga.
Namun, untuk mencapai kebahagiaan dan kesehatan melalui hubungan persahabatan, penting untuk memilih teman yang baik, bukan teman palsu yang hanya berpura-pura peduli. Dilansir dari The Health Site, inilah beberapa ciri-ciri sahabat palsu yang tak boleh kamu abaikan!
Kurang Komunikasi
Ilustrasi/Foto: Freepik |
Gangguan komunikasi antara kamu dan sahabatmu dapat menjadi red flag dalam sebuah hubungan persahabatan. Sahabat yang tidak tulus biasanya hanya akan menghubungimu ketika mereka membutuhkan sesuatu. Selain itu, mereka cenderung mengabaikan panggilan atau pesan darimu saat kamu membutuhkan bantuan di mana hal ini menunjukkan kurangnya rasa empati atau perhatian.
Persahabatan yang sehat sendiri didasarkan pada timbal balik, keinginan untuk saling mendukung, dan keterbukaan dalam berkomunikasi. Jika salah satu pihak terus-menerus merasa dimanfaatkan atau diabaikan, hubungan persahabatan tersebut akan membuat salah satu pihak merasa lelah secara emosional.