3 Hal yang Dikira Nggak Sopan tapi Justru Dianggap Etis di Eropa, Apa Saja?

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Kamis, 10 Apr 2025 14:30 WIB
Tidak Berbasa-basi di Toko atau Kafe
Ilustrasi/Foto: Freepik/rawpixel.com

Beauties, bayangkan ini, kamu baru saja tiba di Eropa, penuh semangat untuk merasakan pesona di belahan dunia ini dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Namun, setelah satu atau dua hari, kamu mulai memperhatikan interaksi kecil yang membingungkan atau bahkan menyinggungmu. Sering kali, perilaku yang tampak “kasar” dari sudut pandangmu ini sebenarnya adalah sesuatu yang normal atau bahkan bentuk rasa hormat menurut standar etika di Eropa.

Dilansir dari Gamintraveler, rupanya ada 3 perilaku mengejutkan di berbagai negara Eropa yang mungkin bertentangan dengan ekspektasimu. Memahami perbedaan-perbedaan budaya ini dapat membantumu menghindari kesalahpahaman yang canggung dan bahkan membangun hubungan yang lebih dalam dengan warga lokal.

Tidak Tersenyum kepada Orang Asing di Jalan

Ilustrasi/Foto: Freepik/rawpixel.com
Ilustrasi/Foto: Freepik/rawpixel.com

Di beberapa negara, terutama di Eropa Tengah dan Timur, orang-orang tidak terbiasa tersenyum atau menatap mata orang asing yang mereka temui di jalan. Bagi wisatawan, ini mungkin terlihat aneh atau bahkan dianggap kasar karena di beberapa budaya, tersenyum kepada orang asing adalah hal yang biasa ditunjukkan sebagai tanda keramahan.

Namun, di budaya Eropa, menjaga ekspresi wajah yang netral sebenarnya adalah bentuk rasa hormat. Ada dua alasan utama untuk hal ini, yaitu:

  • Privasi dan Batasan Pribadi: Dalam beberapa budaya, tersenyum kepada orang asing bisa dianggap mengganggu atau bahkan bermakna menggoda. Karena itu, orang-orang lebih memilih menjaga jarak dengan ekspresi yang lebih netral.
  • Menghindari Formalitas Semu: Orang-orang lebih memilih menyimpan senyuman hangat mereka untuk orang yang benar-benar mereka kenal. Senyum lebar kepada orang asing bisa dianggap tidak tulus atau berlebihan.

Jadi, jika kamu tersenyum kepada seseorang di jalanan Eropa dan mereka tidak membalasnya, jangan langsung mengira mereka tidak ramah. Mereka hanya mengikuti kebiasaan budaya mereka. Biasanya, ketika kamu sudah dikenalkan atau berada dalam suasana yang lebih akrab, mereka akan menunjukkan sikap yang lebih hangat dan ramah.

Mencium Pipi untuk Menyapa

Ilustrasi/Foto: Kayak

Di berbagai negara Eropa, terutama Prancis, Italia, dan Spanyol, cium pipi adalah bentuk salam yang lazim. Ini bukan hanya kebiasaan sehari-hari di Eropa, melainkan juga menunjukkan tingkat keakraban. Berbeda dengan negara lain, di mana orang lebih menjaga jarak pribadi dan lebih sering berjabat tangan, orang Eropa melihat cium pipi sebagai cara yang hangat untuk menyambut seseorang.

Di Eropa, ciuman di pipi adalah tanda kasih sayang dan persahabatan, bukannya upaya untuk melanggar batasan pribadi seseorang. Jika seorang penduduk lokal menyapamu dengan cara ini, itu berarti mereka menganggapmu sebagai bagian dari lingkaran sosial mereka.

Ini adalah norma umum di banyak wilayah yang fungsinya adalah untuk menjembatani formalitas dengan kehangatan. Menolak salam khas orang Eropa ini bisa dianggap sebagai sikap dingin atau bahkan menghina.

Jika kamu tidak terbiasa dengan kebiasaan ini, ada beberapa cara untuk menyesuaikan diri. Salah satunya adalah dengan menawarkan jabat tangan terlebih dahulu. Jika tetap harus melakukan cium pipi, kamu bisa melakukan “air-kiss” atau ciuman tanpa kontak langsung.

Tidak Berbasa-basi di Toko atau Kafe

Ilustrasi/Foto: Freepik/rawpixel.com

Di beberapa negara, orang terbiasa dengan staf pelayanan seperti kasir atau barista yang ramah dan suka mengobrol, bahkan bertanya tentang hari pelanggan. Namun, di banyak negara Eropa, budaya pelayanan berbeda. Staf di sana lebih fokus pada efisiensi sehingga mereka cenderung tidak melakukan percakapan yang tidak perlu dengan pelanggan.

Di Eropa, ada dua alasan utama mengapa interaksi ini lebih singkat:

  • Menghargai waktu: Di tempat-tempat seperti Prancis atau Jerman, orang melihat layanan pelanggan sebagai sesuatu yang harus dilakukan dengan cepat dan efisien. Mereka tidak ingin memperlambat antrean hanya karena percakapan basa-basi yang tidak diperlukan.
  • Menjaga privasi: Pertanyaan pribadi yang tidak diminta dari orang asing bisa terasa mengganggu. Oleh karena itu, dengan tetap bersikap formal, staf menunjukkan kesopanan dengan membiarkan pelanggan tetap nyaman tanpa harus berbagi hal pribadi.

Jadi, jika kamu berada di Eropa dan merasa bahwa staf pelayanan kurang ramah dibandingkan di negara asalmu, itu bukan karena mereka tidak suka berbicara, tetapi karena mereka menghargai batasan sosial dan profesionalisme dalam bekerja. Jika kamu ingin sedikit kehangatan saat berinteraksi, cukup beri salam dalam bahasa lokal. Namun, jangan tersinggung jika mereka tetap singkat dalam merespons karena bagi mereka, itu adalah cara yang sopan dalam melayani pelanggan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.