3 Kalimat Orang Bermental Lemah yang Sering Diucap Sehari-hari Menurut Ilmu Psikologi

Rini Apriliani | Beautynesia
Kamis, 04 Jun 2026 22:00 WIB
“Aku Tidak Sanggup Menghadapi Ini”
Ilustrasi merasa stres/Foto: Freepik.com/benzoix

Memiliki mental kuat sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hidup saat ini. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa tidak setiap orang memiliki ketahanan mental kuat yang sama.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kamu pernah menjumpai orang-orang bermental lemah. Mereka tidak sekadar mundur dari barisan, tetapi selalu menanamkan afirmasi negatif untuk dirinya sendiri. Alhasil, bukan kemajuan yang didapatkan, justru kemunduran yang terjadi terus-menerus.

Melansir YourTango, ada beberapa kalimat orang bermental lemah yang paling sering mereka ucapkan. Apa saja itu? Simak!

“Aku Tidak Sanggup Menghadapi Ini”

Tidur siang secara rutin dapat membantu meredakan stres.

Ilustrasi merasa stres/Foto: Freepik.com/benzoix

Orang bermental lemah biasanya akan mudah stres, bahkan jika itu hanya karena masalah kecil sekalipun. Saat rencana tak sesuai harapan, alih-alih bersemangat dan berusaha, mereka justru akan langsung mengatakan, “Aku tidak bisa mengatasi hal ini.”

Yap, sebelum memulai terkadang mereka telah menyerah. Padahal, itu bisa merugikan dirinya sendiri. Kalimat seperti itu membuat mereka semakin tidak percaya diri dan merasa lemah. Jika mereka mau berusaha menerima dan mencoba, sebenarnya mereka bisa menjadi orang yang kuat.

Psikolog klinis Jennifer L. Keluskar, PhD, mengatakan, merasa lemah atau rapuh itu wajar-wajar saja. Jujur dengan perasaan sendiri pun adalah hal yang normal yang membuat kita menjadi manusia seutuhnya dan tidak perlu malu, karena semua orang pasti memiliki sisi rapuhnya tersendiri.

Namun, supaya bisa menjadi lebih kuat menghadapi masa sulit, orang bermental lemah harus mengubah cara pandang terhadap dirinya sendiri. Mereka harus berhenti melihat emosi negatif sebagai sebuah fakta mutlak, karena menganggap perasaan tersebut sebagai kenyataan hanya akan menutup kesempatan mereka untuk tumbuh dan berubah.

“Aku Mungkin Akan Gagal”

Orang bermental lemah sering kali langsung terjebak dalam skenario terburuk. Belum dimulai, mereka akan langsung mengatakan, “Aku mungkin akan gagal”.

Ilustrasi sedih/Foto: freepik.com/freepik

Orang bermental lemah sering kali langsung terjebak dalam skenario terburuk. Belum dimulai, mereka akan langsung mengatakan, “Aku mungkin akan gagal”.

Kalimat itu seperti membuat klaim bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk gagal. Psikolog Guy Winch mengatakan, rasa takut gagal itu akan menghalangi orang untuk mencoba sama sekali. Saat dihadapkan dengan yang sulit, otak mencari alasan untuk menyerah sebelum berjuang.

Kalimat negatif yang menjadi afirmasi ke diri sendiri itu kemudian berubah menjadi kenyataan. Karena sejak awal sudah setengah hati dan menahan diri, peluang untuk gagal pun otomatis menjadi lebih besar.

Padahal, yang namanya sukses tidak ada yang diraih dalam sekali jalan. Dibutuhkan banyak percobaan atau kegagalan berkali-kali, hingga akhirnya berhasil. Namun, orang yang takut gagal akan sulit memercayai hal ini.

Oleh karena itu, penting untuk mengubah cara pandang menjadi pola pikir yang mau berkembang (growth mindset). Namun sebelum itu, mereka harus sadar terlebih dahulu bahwa mereka sedang terjebak dalam pola pikir gagal (failure mindset) yang membutuhkan usaha keras untuk diubah.

“Aku Tidak Cukup Baik”

orang bermental lemah juga suka mengatakan bahwa dirinya tidak cukup baik.

Ilustrasi sedih/Foto: Pexels.com/meijii

Terakhir, orang bermental lemah juga suka mengatakan bahwa dirinya tidak cukup baik. Rasa minderan tersebut akhirnya menutupi bahwa sebenarnya mereka sosok yang kuat. Kerapuhan ini biasanya berakar dari rasa malu yang sangat mendalam.

Menurut peneliti psikologi Brene Brown, rasa minderan adalah emosi yang sangat menyakitkan. Hal ini membuat kita memiliki kepercayaan bahwa sebenarnya kita penuh kekurangan yang tak pantas dicintai, diterima, atau berteman dengan orang lain.

Brent Brown mengingatkan untuk mengatasi hal ini dengan cara positif. Caranya dengan menyadari dan mengakui perasaan tersebut. Lalu, tetaplah menjadi diri sendiri yang otentik, belajar dari pengalaman untuk membangun hubungan yang lebih erat dan tulus dengan orang-orang di sekitar kita.

Saat kita berani mengakui rasa malu itu secara jujur, bukan malah menghindarinya, kita justru akan mendapatkan kendali atas emosi tersebut dan perlahan bisa melepaskannya. Jangan biarkan rasa malu atau minder itu justru merusak dirimu sendiri ya!

Beauties, itu dia deretan kalimat orang bermental lemah. Bagaimana, salah satu kalimatnya ada yang pernah kamu dengar dari orang-orang sekitarmu? Atau justru itu diucapkan dirimu sendiri? Jika iya, segera hindari ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE