3 Kalimat Orang Tua yang Sering Disalahartikan oleh Anak Dewasa, Menurut Psikolog

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Rabu, 14 Jan 2026 16:00 WIB
3 Kalimat Orang Tua yang Sering Disalahartikan oleh Anak Dewasa, Menurut Psikolog
Ungkapan orang tua pada anak/Foto: Freepik.com/shurkin_son

Terkadang seiring bertumbuh dan berkembangnya anak, komunikasi antara orang tua dan anak semakin sulit. Mereka mulai kesulitan berbicara dalam bahasa yang sama. Gap usia sering menjadi penyebab perbedaan gaya komunikasi antar orang tua dan anak.

Pernah nggak, Beauties berdebat dengan orang tua gara-gara tindakan/ucapan mereka? Sebenarnya maksud orang tua itu A (baik), tetapi bagi anak yang sudah beranjak dewasa itu B (bukan hal yang baik untuknya dan dinilai berlebihan). Hal seperti ini lambat laun dapat memicu kerenggangan hubungan.

Lantas, apa saja kalimat orang tua yang kerap disalahartikan oleh anak dewasa? Berikut ulasannya.

1. “Aku Mengkhawatirkanmu”

Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Freepik.com/bearfotos

Ungkapan ini memang terdengar lembut dan biasa disampaikan dengan penuh perhatian. Namun sayangnya, hal itu tidak mengubah bagaimana anak yang sudah dewasa mendengarnya.

"Anak dewasa dapat menafsirkannya sebagai kritik terhadap pilihan, kompetensi, atau stabilitas mereka," kata Dr. Dale Attkins, PhD., psikolog berlisensi dan penulis buku The Turquoise Butterfly, pada Parade.

Ungkapan ini menyentuh kemandirian, yang seringkali merupakan area sensitif antar generasi. Psikolog lain seperti Dr. Tara M. Lally. PhD., juga setuju bahwa ungkapan "Aku mengkhawatirkanmu" seringkali sarat makna.

Ungkapan kekhawatiran yang terus-menerus dari orang tua dapat diartikan sebagai kurangnya kepercayaan pada kemampuan anak dewasa untuk menjalani hidup.

"Hal itu dapat menciptakan perasaan tertekan dan selalu diawasi," ujar Dr. Lally.

2. “Aku Hanya Menginginkan yang Terbaik Untukmu.”

Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Freepik.com/shurkin_son

Di satu sisi, kalimat ini dimaksudkan sebagai ungkapan tulus orang tua terhadap anaknya. Mereka ingin memastikan bahwa anak mendapatkan kebahagiaan dan hal terbaik dalam hidup. Namun di sisi lainnya dapat disalahpahami oleh anak itu sendiri.

"Bagi orang tua, ini adalah ungkapan cinta dan komitmen," kata Dr. Atkins.

"Bagi anak mereka yang sudah dewasa, ini bisa terasa seperti orang tua yang menampilkan diri sebagai otoritas yang memiliki jawaban yang benar," sambungnya.

3. “Aku Hanya Mencoba Membantu.”

Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Freepik.com/shurkin_son

Ungkapan seperti ini cenderung membuat anak yang sudah dewasa merasa kesal. Itu bisa dianggap sebagai nasihat atau penilaian yang tidak diminta.

Anak yang sudah beranjak dewasa cenderung membutuhkan kebebasan untuk memecahkan masalahnya sendiri tanpa intervensi dari orang lain termasuk orang tua. Namun balik lagi, terkadang orang tua memang memiliki sikap mengontrol.

Bagi sebagian orang tua, membantu anak bahkan ketika tidak minta adalah cara lain mereka untuk mengatakan, "Aku khawatir denganmu. Inilah caraku menunjukkan kepedulian."

Dalam hubungan orang tua dan anak yang paling dibutuhkan dan penting adalah komunikasi. Hubungan secara alami akan berubah seiring waktu dan menjaga komunikasi itu penting.

Saran Dr. Lally untuk orang tua dan anak yang sudah dewasa adalah sama-sama membangun komunikasi yang terbuka dan jujur tentang keinginan dan harapan masing-masing. Orang tua perlu memahami bahwa anak-anak dewasa berkembang ketika dirinya merasa dipandang sebagai anak dewasa yang mampu dan bijaksana.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE