3 Kalimat yang Digunakan Karyawan Teladan saat Tidak Setuju dengan Bos
Berbeda pendapat adalah hal yang wajar terjadi dalam suatu rapat, diskusi, atau pertemuan lainnya. Tapi ketika kita berbeda pendapat dengan atasan atau bos, terkadang kita bingung cara menyampaikannya tanpa menyinggung perasaan.
Jika kamu pernah berada di posisi ini, kamu bisa meniru cara karyawan teladan saat tidak setuju dengan atasan tanpa merusak reputasi mereka. Mereka tidak akan menggunakan kalimat tajam seperti "Anda salah". Kalimat ini hanya akan membuat orang lain menjadi defensif dan memicu perdebatan panas.
Jika dilakukan dengan benar, kalimat tidak setuju ini justru akan membuat atasan menaruh rasa hormat dan kepercayaan kepadamu. Dirangkum dari CNBC Make It, yuk, simak ulasannya!
“Poin yang Masuk Akal. Tantangan yang Saya Lihat adalah...”
Kalimat yang Digunakan Karyawan Teladan saat Tidak Setuju dengan Bos/Foto: Magnific.com
Karyawan teladan mengakui dan menerima sudut pandang orang lain terlebih dahulu sebelum mengemukakan perbedaan pendaapat. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar hadir dan paham dengan apa yang sedang terjadi di dalam diskusi.
Setelah itu, baru mereka menyampaikan argumen tandingannya. Misalnya, mungkin kekhawatiran mereka tentang tenggat waktu itu valid, meskipun solusi yang mereka usulkan tidak realistis. Cara ini akan membuat atasan akan mau mendengarkan apa yang disampaikan.
Tips: Alih-alih berkata "Itu tidak akan berhasil. Kita tidak punya anggaran", karyawan teladan akan berkata, “Itu poin yang adil tentang perlunya bergerak cepat. Tantangan yang saya lihat adalah kita sudah mengalokasikan sumber daya, jadi kita harus mengambil dana dari tempat lain.”
“Kekhawatiran Saya terhadap Pendekatan Itu adalah…”
Kalimat yang Digunakan Karyawan Teladan saat Tidak Setuju dengan Bos/Foto: Magnific.com
Ketika berada di bawah tekanan, kita mungkin cenderung menggunakan kalimat seperti, “Saya tidak mengerti bagaimana itu masuk akal,” atau, “itu tidak akan berhasil.” Pernyataan-pernyataan ini dapat terdengar menghakimi dan tampak sebagai kritik terhadap pemikiran seorang atasan.
Karyawan teladan akan berusaha mengalihkan fokus dari orang tersebut ke rencana atau pendekatan yang diusulkan. Mereka akan menjelaskan secara spesifik apa risikonya dan mengapa itu penting.
Tips: Jika atasan ingin meluncurkan inisiatif baru tanpa melibatkan tim lain yang akan terdampak, karyawan teladan akan mengatakan, “Kekhawatiran saya dengan pendekatan itu adalah reaksi dari tim pengembangan bisnis. Mereka pernah terkejut dengan perubahan sebelumnya. Jika kita tidak memberi tahu atau melibatkan mereka dalam perubahan ini, maka dapat menyebabkan lebih banyak ketegangan antar tim.”
“Saya Ingin Memastikan Kita Memperhitungkan…”
Kalimat yang Digunakan Karyawan Teladan saat Tidak Setuju dengan Bos/Foto: Magnific.com
Ketika atasan melewatkan hal penting dalam sebuah proyek, respon pertama kita mungkin akan mengatakan, "Anda lupa dengan poin ini" atau "Kenapa bagian ini belum ada?". Kalimat seperti itu otomatis membuat orang lain defensif karena merasa diserang.
Perlu dipahami, para pemimpin atau bos biasanya memegang banyak proyek sekaligus, jadi sangat manusiawi jika mereka melewatkan detail kecil. Fokusnya adalah bukan menyalahkan orang lain, tapi mengingatkan demi kebaikan bersama.
Tips: Karyawan teladan akan mengucapkan, "Saya ingin memastikan kita sudah memperhitungkan X..." Kalimat ini menunjukkan bahwa kesalahan tersebut terjadi karena ketidaksengajaan, dan kita tidak menyalahkan atasan, melainkan sedang mencari solusi bersama sebagai tim.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!