3 Kalimat yang Diucap Orang Lemah Secara Mental dan Emosional

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 24 Jun 2026 13:32 WIB
“Untuk Apa Repot-Repot?”
Ilustrasi orang lemah secara mental dan emosional/Foto: Magnific.com/cookie_studio

Beauties, ada cara paling mudah untuk mengenali orang lemah secara mental dan emosional, yakni dari kalimat yang diucapkannya sehari-hari. Mereka cenderung suka mengucapkan kalimat negatif karena kurangnya kemampuan untuk menghadapi masalah dan mengelola emosinya.

Meski menjadi hal wajar untuk seseorang mengeluh dan mengucapkan kalimat negatif sesekali, tetapi ada kalimat-kalimat tertentu yang lebih sering diucap oleh orang yang lemah secara mental dan emosional. Melansir YourTango, ini dia deretan kalimat yang menunjukkan orang lemah secara mental dan emosional. Simak!

“Tapi Itu Bukan Salahku”

kalimat yang sering diucap orang lemah secara mental dan emosional

Ilustrasi orang lemah secara mental dan emosional/Foto: Magnific.com/stoccking

Orang yang belum dewasa tidak menyukai saat dirinya dikritik oleh orang lain. Kritik tersebut menjadi kelemahan dan akan membuat harga dirinya terluka.

Oleh karena itu, mereka akan selalu mengatakan, “Tapi itu bukan salahku” sebagai bentuk penyangkalan atau pengalihan, terlepas mereka memang bersalah atau tidak.

Mereka tidak mampu melihat sesuatu dari perspektif berbeda. Hal yang mereka lakukan hanyalah terfokus untuk melindungi egonya saja.

“Memang Begitulah Saya”

kalimat yang sering diucap orang lemah secara mental dan emosional

Ilustrasi orang lemah secara mental dan emosional/Foto: Magnific.com/8photo

Kelemahan mental dan emosional menjadi penghalang seseorang untuk berkembang. Mereka selalu menggunakan kalimat “Memang begitulah saya”, dalam percakapan santainya saat mendapatkan masukan atau kritikan.

Setiap orang memang memiliki sifat atau kebiasaan yang cenderung tetap. Misalnya, orang yang perfeksionis akan tetap menyukai segala sesuatu yang rapi dan sempurna. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa berkembang atau memperbaiki dirinya.

Psikoterapis William Berry, LMHC, CAP, menyampaikan, “Dengan lebih menyadari siapa diri kita dan apa yang diinginkan, semakin besar peluang kita untuk menjadi pribadi tersebut melalui usaha yang sungguh-sungguh. Sayangnya, orang yang lemah secara mental dan emosional sering menganggap dirinya tidak bisa berubah, sehingga mereka terus menggunakan kalimat ‘memang begitulah saya’ sebagai alasannya.”

“Untuk Apa Repot-Repot?”

kalimat yang sering diucap orang lemah secara mental dan emosional

Ilustrasi orang lemah secara mental dan emosional/Foto: Magnific.com/cookie_studio

Kalimat yang diucap orang lemah secara mental dan emosional juga adalah “Untuk apa repot-repot?”. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak mau berusaha keras untuk mengejar apa yang memang sedang dikerjakannya.

Mereka mungkin pernah mencurahkan seluruh energinya untuk melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, tetapi pada akhirnya semua itu hanya membuat mereka kelelahan karena hasilnya sia-sia. Sekarang mereka merasa seperti versi terburuk dari diri mereka sendiri, sehingga mereka cenderung mengucapkan kalimat di atas.

Yap, kalimat di atas bisa berangkat dari kekecewaan terdahulunya. Inilah mengapa sekarang mereka mengatakan kalimat tersebut, yang berasal dari luka dan keraguan dirinya sendiri.

Beauties, itu dia kalimat yang sering diucap orang lemah secara mental dan emosional. Bagaimana, kamu pernah mengucapkannya juga?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE