3 Kalimat yang Diucap Orang Tua 'Boomer' dengan Kecerdasan Emosional Rendah ke Anaknya

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 11 Aug 2026 17:15 WIB
1. “Kapan menikah?”
“Kapan menikah?”/ Foto: Pexels.com/KAROLINA GRABOWSKAKABOOMPICS

Kecerdasan emosional seseorang mudah diketahui dari banyak hal. Salah satunya adalah dari percakapan. Apa yang diucapkan orang tersebut dapat menjadi indikasi kecerdasan emosional. Begitu pula dari kalimat-kalimat yang diucap orang tua kepada anak.

Ada beberapa kalimat yang diucap orang tua generasi boomer kepada anaknya yang menandakan kecerdasan emosional rendah. Apa saja?

1. “Kapan menikah?”

“Kapan menikah?”

“Kapan menikah?”/ Foto: Pexels.com/KAROLINA GRABOWSKAKABOOMPICS

Jika kamu sering mendengar kalimat pertanyaan ini dari orang tuamu, bisa jadi orang tuamu memiliki kecerdasan emosional rendah, Beauties. Melansir dari Yourtango, pertanyaan personal seperti kapan menikah atau kenapa terus melajang menandakan kecerdasan emosional yang rendah karena orang tua seolah melupakan anaknya sudah dewasa dan mampu membuat keputusannya sendiri, termasuk perihal pasangan. Ini tidak seharusnya dianggap wajar sebagai topik pembicaraan.

2. “Ah, masih lebih susah zaman Ayah/Ibu.”

“Ah, masih lebih susah zaman Ayah/Ibu.”

“Ah, masih lebih susah zaman Ayah/Ibu.”/ Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Orang tua dengan kecerdasan emosional rendah juga bisa dilihat ketika mereka membandingkan situasi masa kini dan masa lalu. Misalnya kamu sedang cerita tentang masalah yang kamu hadapi, tapi dihiraukan oleh orang tua dan mereka justru membandingkan tingkat kesulitan masalah yang dihadapinya di masa lalu. Respon ini menunjukkan mereka mengabaikan emosi dan pengalaman anak-anak mereka.

3. “Kenapa kamu nggak bisa seperti Kakak/Adik kamu?”

“Kenapa kamu nggak bisa seperti Kakak/Adik kamu?”

“Kenapa kamu nggak bisa seperti Kakak/Adik kamu?”/ Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Bukan hanya membandingkan pengalaman, tapi juga membandingkan sifat. Orang tua yang membandingkan anak-anaknya dan berharap satu anak lebih mirip anak yang lain termasuk dalam kategori toksik, Beauties. Sebab, membandingkan dan mengadu domba saudara kandung sendiri dapat memicu rasa dendam dan merusak dinamika keluarga yang tadinya sehat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE