3 Kebiasaan Orang Tua untuk Membuat Anak Bermental Tangguh

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Kamis, 25 Jun 2026 21:00 WIB
1. Ajak Anak Bicarakan Tentang Perasaannya
Ajak anak bicarakan tentang perasaannya/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Beauties, memiliki mental yang tangguh atau kuat bukan suatu bakat yang dibawa sejak lahir. Namun, hal ini bisa diajarkan dan diasah seiring berjalannya waktu. Bahkan, mengasah mental seseorang juga bisa diajarkan sejak anak-anak dengan didampingi dan didukung oleh orang tua, lho.

Alih-alih merasa terlalu khawatir atau membatasi anak untuk mengekspresikan diri, orang tua bisa menunjukkan contoh yang positif serta kebiasaan-kebiasaan baik untuk membantu anak membangun mental yang tangguh. Perlu diingat, hal ini memiliki proses secara berkala dan tidak bisa mendapatkan hasil yang instan, Beauties.

Nah, berikut ini ada beberapa kebiasaan  orang tua  yang bisa membantu anak tumbuh dengan mental yang tangguh. Simak, yuk!

1. Ajak Anak Bicarakan Tentang Perasaannya

Kalimat “Papa/Mama harap kamu nggak ada di sini.” menyebabkan luka emosional mendalam pada anak.

Ajak anak bicarakan tentang perasaannya/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Beauties, ada kalanya orang tua mungkin tidak sering mengajak anak-anak untuk membicarakan tentang perasaan mereka. Padahal, kebiasaan ini sangat penting untuk membantu mereka lebih siap menghadapi kehidupan nyata dan memupuk mental yang kuat sejak dini.

Melansir dari Psychology Today, penelitian menunjukkan bahwa 60% mahasiswa merasa siap secara akademis untuk kuliah, namun mereka tidak siap secara emosional.

Sebagian besar dari mereka berharap orang tua untuk lebih banyak meluangkan waktu dalam mengajarkan cara menghadapi perasaan yang tidak nyaman seperti rasa kecewa, cemas, atau kesepian.

Selain perasaan seperti 'marah' atau 'bersemangat', kebanyakan orang tua jarang membicarakan soal perasaan. Akibatnya, anak-anak tidak belajar mengenali perasaan mereka sendiri ataupun memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapinya.

Oleh karena itu, para orang tua bisa mulai menggunakan kata atau kalimat yang menggambarkan perasaan dalam percakapan sehari-hari dengan anak.

Orang tua juga bisa mengungkapkan perasaan untuk membantu anak mengenali perasaan mereka sendiri, serta mengajarkan secara proaktif cara mengelola emosi dengan cara yang sehat.

2. Ajari Anak Berpikir Secara Realistis

Salah satu kebiasaan orang tua yang bisa membantu anak memiliki mental kuat yakni dengan mengajarkannya berpikir secara realistis

Ajari anak berpikir secara realistis/ Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto

Tidak kalah penting, orang tua juga perlu mengajari anak untuk berpikir secara realistis.

Saat si anak berkata, "Aku tidak akan pernah paham pelajaran Matematika", orang tua mungkin cenderung membalasnya dengan, "Oh, tentu saja kamu akan paham, sayang". Namun, hanya memberikan kata-kata penenang tanpa mengajarkan anak cara menenangkan dirinya sendiri sebenarnya tidak membantu.

Ketika anak menunjukkan keraguan diri, menyalahkan diri sendiri secara berlebihan, memprediksi hal-hal terburuk, atau memiliki pikiran negatif yang berlebihan, ajarkanlah si anak cara berpikir yang berbeda.

Tunjukkan caranya mengenali pikiran yang tidak bermanfaat dan mengubah sudut pandang tersebut menjadi lebih realistis. Jelaskan bahwa pikiran kita tidak selalu benar dan terkadang penting untuk membuktikan bahwa anggapan otak kita itu keliru.

Ceritakan juga bagaimana cara orang tua berpikir, dan tunjukkan kepada anak bahwa orang tua pun tidak selalu menuruti apa yang terpikirkan di pikiran sendiri.

Orang  tua bisa mengatakan sesuatu seperti, "Kadang aku terus berpikir bahwa aku akan gagal saat memberikan presentasi di tempat kerja. Lalu, aku mengingatkan diriku sendiri bahwa aku sudah bersiap dengan baik dan jika aku berusaha keras, aku bisa melakukannya dengan sukses."

3. Bantu Anak Memberdayakan Diri

Orang tua bisa membantu anak memberdayakan diri mereka sendiri agar memiliki mental yang tangguh

Bantu anak memberdayakan diri/ Foto: pexels.com/August de Richelieu

Melansir dari NBC Bay Area, psikoterapis Amy Morin menjelaskan bahwa kepercayaan dan motivasi diri merupakan aspek penting dari ketangguhan mental. Artinya, anak-anak tidak boleh bergantung pada orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, Beauties.

Peran orang tua di sini bisa membantu anak-anak membangun kekuatan diri dengan mengajarkan mereka kalimat yang bisa diulang-ulang untuk mengingatkan mereka bahwa diri mereka adalah pemegang kendali atas cara berpikir, merasakan, dan berperilaku, terlepas dari apa yang dilakukan orang-orang di sekitar mereka.

Psikoterapis Amy Morin juga mengungkapkan bahwa kalimat-kalimat tersebut sebaiknya singkat dan mudah diingat seperti, "Bersikaplah percaya diri", "Aku sudah berusaha sebaik mungkin", atau "Aku memilih untuk bahagia hari ini".

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE