3 Red Flag dalam Pola Asuh yang Sebaiknya Dihindari Orang Tua

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 21 Jun 2026 11:00 WIB
3 Red Flag dalam Pola Asuh yang Sebaiknya Dihindari Orang Tua
Ilustrasi pola asuh orang tua/Freepik: freepik

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan dalam mengasuh anak justru dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan emosional, mental, maupun kepercayaan dirinya.

Hal ini bisa terjadi karena pola asuh sering kali dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil, lingkungan, atau kebiasaan yang dianggap wajar di masyarakat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda atau red flags dalam pola asuh agar dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Lalu, kebiasaan seperti apa yang sebaiknya dihindari, Beauties?

1. Kekerasan Fisik dan Verbal

Ilustrasi kekerasan fisik pada anak/Freepik: ferepik

Sebagian orang tua mungkin menganggap cubitan, pukulan ringan di tangan, atau jeweran sebagai bentuk disiplin yang wajar. Begitu pula dengan ucapan seperti "kamu bodoh", "anak nakal", "pemalas", atau kalimat yang mempermalukan anak di depan orang lain.

Padahal, baik kekerasan fisik sekecil apa pun, bahkan jika kamu melakukannya terhadap orang lain dan bukan anakmu, dapat meninggalkan dampak jangka panjang pada kesehatan mental dan perkembangan anak. Anak bisa tumbuh dengan rasa takut, rendah diri, sulit mengendalikan emosi, hingga mengalami masalah kepercayaan diri saat dewasa.

American Academy of Pediatrics (AAP) menegaskan bahwa hukuman fisik dan label negatif yang terus-menerus diberikan kepada anak dapat memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri dan membentuk identitas yang negatif.

2. Kontrol Berlebihan

Ilustrasi overprotektif pada anak/Freepik: paoplecreations

Melindungi anak memang penting, tetapi kontrol yang berlebihan justru dapat menghambat tumbuh kembangnya. Bentuknya bisa berupa sering membandingkan anak dengan saudara atau teman, terlalu overprotektif hingga tidak memberi kesempatan anak mencoba hal baru, atau memberikan tuntutan dan ekspektasi yang tidak sesuai dengan usia maupun kemampuannya. Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang takut gagal, sulit mengambil keputusan, dan selalu bergantung pada persetujuan orang lain.

Menurut American Psychological Association (APA), tekanan yang terlalu besar terhadap hasil dan prestasi dapat membuat anak takut melakukan kesalahan dan enggan mencoba tantangan baru. Anak membutuhkan kesempatan untuk mengambil keputusan sederhana dan belajar dari pengalaman agar dapat membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan memecahkan masalah.

3. Pengabaian Emosional

Ilustrasi silent treatment atau pengabaian anak/Freepik: freepik

Red flag lain yang sering tidak disadari adalah pengabaian emosional. Contohnya, meremehkan perasaan anak dengan mengatakan "jangan lebay", "cuma begitu saja kok nangis", jarang memberikan apresiasi atas usaha anak, atau menerapkan silent treatment dengan sengaja mendiamkan anak sebagai bentuk hukuman. 

Dalam buku Raising an Emotionally Intelligent Child, menjelaskan bahwa orang tua yang memvalidasi emosi anak membantu membangun kecerdasan emosional, hubungan yang lebih dekat, dan kesehatan mental yang lebih baik. Sebaliknya, mengabaikan atau menolak emosi anak secara terus-menerus dapat membuat anak merasa tidak aman secara emosional dan kesulitan membangun hubungan yang sehat di masa depan.

Beauties, itu dia red flag dalam pola asuh yang perlu dihindari orang tua. Jangan pernah melakukannya, ya!

__


Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE