3 Kebiasaan Orang Tua untuk Membuat Anak Jadi Tangguh & Cerdas Menurut Psikolog Harvard
Beauties, ada berbagai hal yang dilakukan orang tua bisa menjadi contoh bagi anak. Jika ingin anak meniru perbuatan yang baik, maka orang tua juga perlu menunjukkan hal-hal positif agar anak hanya meniru hal-hal baik yang dilihat mereka.
Bahkan, beberapa kebiasaan juga bisa membantu anak menjadi sosok yang tangguh dan cerdas, lho. Melansir dari CNBCÂ Make It, hal ini juga dijelaskan oleh Lisa Fieldman Barret, Ph.D, seorang ahli saraf, psikolog, sekaligus penulis buku yang juga merupakan profesor terhormat di Northeastern University dengan jabatan di Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital.
Ini dia deretan kebiasaan orang tua  untuk membantu anak menjadi sosok yang tangguh dan cerdas.
1. Memberikan Contoh yang Baik
Memberikan contoh yang baik/ Foto: freepik.com
Untuk menumbuhkan anak menjadi sosok yang teguh dan cerdas, orang tua perlu memberikan contoh yang baik agar anak meniru hal-hal baik, Beauties.
Hal tersebut karena anak-anak belajar secara alami dengan menonton, bermain, dan meniru orang dewasa. Ini juga menjadi cara belajar yang efisien serta memberi anak rasa ingin mengetahui.
Oleh karena itu, orang tua bisa menerapkan kebiasaan atau melakukan hal-hal baik di depan anak yang bisa mendorong rasa ingin tahu anak seperti membersihkan rumah, memasak, membaca buku, atau berkebun sekaligus melibatkan anak dalam kegiatan tersebut.
2. Mengobrol dan Bacakan Buku
Mengobrol dan bacakan buku/ Foto: freepik.com/freepik
Kebiasaan lainnya untuk membuat anak menjadi tangguh dan cerdas di antaranya mengobrol dan membacakan buku untuk anak.
Saat anak baru berusia beberapa bulan, otak mereka membangun fondasi saraf untuk pembelajaran selanjutnya. Oleh karena itu, makin banyak kata yang mereka dengar saat orang tua mengajak anak mengobrol atau membaca buku, maka makin besar ‘pemahaman’ dan kosakata yang akan dimengerti.
3. Menjelaskan Banyak Hal
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: freepik.com/freepik
Ada kalanya orang tua mungkin lelah ketika anak terus-menerus bertanya, “Mengapa?”. Namun, ketika orang tua menjelaskan suatu hal kepada anak, hal tersebut bisa membantu otak bekerja lebih efisien dan membuat anak mengetahui hal-hal baru dan unik.
Misalnya saat anak bertanya mengapa ia tidak boleh makan semua kue sekaligus, orang tua bisa menjelaskan perlahan bahwa hal tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan alih-alih ‘melarang’ anak makan kue tanpa alasan yang jelas.
Dengan memberikan alasan jelas pada suatu hal, anak-anak akan belajar memahami konsekuensi dari perbuatan mereka, sekaligus menumbuhkan rasa empati.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!