3 Kebiasaan yang Sulit Ditinggalkan Orang Insecure, Sering jadi Beban Pikiran!

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Kamis, 06 Aug 2026 15:30 WIB
2. Membandingkan Kehidupan Diri Sendiri dengan Orang Lain
Orang yang insecure suka membandingkan diri dengan orang lain/ Foto: pexels.com/hoang anh

Orang yang insecure sering kali merasakan pertentangan batin yang membuat mereka tidak yakin terhadap dirinya sendiri. Hal itu pun terlihat dari kebiasaannya yang terasa sulit ditinggalkan.

Dijelaskan dalam situs Cottonwood Psychology, orang yang insecure merasa kurang percaya diri. Pikirannya kerap memutar ulang momen-momen tertentu dan mencari kesalahan apa yang dia lakukan, walaupun semua sebenarnya baik-baik saja. Orang yang insecure juga seakan siap menghadapi penolakan, bahkan sebelum sesuatu terjadi. Ini dia kebiasaan-kebiasaan lainnya yang sulit ditinggalkan orang insecure, Beauties.

1. Selalu Minta Kepastian

Orang yang insecure selalu minta kepastian karena kurang percaya diri

Orang yang insecure selalu minta kepastian karena kurang percaya diri/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Orang yang insecure sering tidak yakin akan dirinya sendiri, sehingga mereka sering kali meminta kepastian kepada orang lain. Cottonwood Psychology menjelaskan bahwa terkadang, meskipun sudah menerima jawaban, orang yang insecure tak lama kemudian akan kembali khawatir. Jawaban untuk meyakinkan itu memang memberikan kelegaan. Namun, rasa lega itu cepat hilang ketika cerita batin masih mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri atau orang-orang pergi ketika mereka melihat diri sendiri yang sebenarnya.

2. Membandingkan Kehidupan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Orang yang insecure suka membandingkan diri dengan orang lain

Orang yang insecure suka membandingkan diri dengan orang lain/ Foto: pexels.com/hoang anh

Selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain juga termasuk kebiasaan orang yang insecure. Sama seperti pepatah “rumput tetangga selalu lebih hijau”, orang insecure merasa orang lain punya kehidupan lebih baik dari dirinya. Jika terus-menerus punya pemikiran bahwa diri sendiri tertinggal, maka ini dapat memicu rendahnya harga diri.

3. Membiarkan Kesalahan jadi Identitas Diri

Orang yang insecure terlalu berpaku pada kesahalan yang dibuatnya

Orang yang insecure terlalu berpaku pada kesahalan yang dibuatnya/ Foto: pexels.com/MikhailNilov

Kesalahan pasti pernah dilakukan semua orang. Namun yang membedakan orang yang insecure dengan mereka yang secure adalah orang yang secure tidak akan mendefinisikan diri mereka karena satu kesalahan karena mereka belajar dari kesalahan tersebut.

Sebaliknya, orang yang merasa insecure membiarkan kesalahan menjadi identitas dirinya. Ketika mereka berbuat salah, mereka akan berkata pada diri sendiri, “Aku adalah tipe orang yang selalu membuat kesalahan”, bukan berusaha untuk memperbaikinya supaya tidak mengulang kesalahan yang sama. Kebiasaan ini justru akan menghambat pertumbuhan, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE