4 Alasan Orang Bisa Senyum dan Tertawa saat Sedang Cerita Traumanya Menurut Psikoterapis

Rini Apriliani | Beautynesia
Sabtu, 08 Aug 2026 15:30 WIB
4 Alasan Orang Bisa Senyum dan Tertawa saat Sedang Cerita Traumanya Menurut Psikoterapis
Alasan orang bisa senyum dan tertawa saat sedang bercerita trauma/Foto: Magnific.com

Bercerita tentang hal yang traumatis tentunya bukan hal yang mudah. Rasa kesal, amarah, dan tangisan mungkin tak terhindarkan.

Namun, ada juga orang yang menceritakan pengalaman traumatisnya disertai senyuman dan tawa. Ketidaksesuaian antara cerita sedih dengan ekspresi yang terkesan "bahagia" tersebut ternyata punya makna tersendiri dalam dunia psikologi.

Melansir Psychology Today, psikoterapis Lisa Ferentz LCSW-C, DAPA mengungkapkan beberapa alasan orang bisa senyum dan tertawa saat sedang bercerita tentang traumanya. Simak!

1. Cara Meminimalkan Pengalaman Trauma

Alasan orang bisa tersenyum dan tertawa saat sedang cerita traumanya

Ilustrasi perempuan tertawa/Foto: Magnific.com

Tersenyum atau tertawa saat membicarakan rasa traumanya menyampaikan bahwa apa yang terjadi tidak terlalu buruk. Ini menjadi cara mereka untuk mempertahankan hubungan dengan pelaku yang telah menyakitinya.

Dengan mengecilkan tingkat keparahan tindakan tersebut, mereka tetap bisa menjaga hubungan dengan orang-orang penting dalam hidup mereka.

2. Mekanisme Pertahanan yang Melindungi Penyintas Trauma

Banyak penyintas trauma percaya bahwa jika mereka tidak menertawakan rasa traumanya tersebut, mereka akan terus merasakan rasa marah, putus asa, kecewa, atau kesedihan yang mendalam. Mereka takut merasakan tersebut, apalagi jika sampai hilang kendali.

Oleh karena itu, mereka memilih tersenyum dan tertawa untuk melindungi dirinya. Tertawa menjaga rasa sakit agar tidak terlalu mereka rasakan.

3. Cara Mengatakan Rasa Malunya

Alasan orang bisa tersenyum dan tertawa saat sedang cerita traumanya

Ilustrasi perempuan tertawa/Foto: Magnific.com

Beauties, dibutuhkan keberanian yang besar untuk bisa terbuka dan bercerita tentang pengalaman yang menyakitkan dan memalukan. Beberapa penyintas trauma menyimpan perasaan malu dan menyalahkan dirinya sendiri.

Lewat tertawanya, mereka mengomunikasikan rasa malu itu dan juga berfungsi sebagai pengalihan dari cerita traumanya.

4. Pola dari Keluarga

Terakhir, alasan orang tersenyum dan tertawa saat bercerita tentang traumanya merupakan pola pengasuhan masa kecil. Sejak kecil, emosinya kerap diabaikan dan dianggap sepele. Mereka tidak terbiasa untuk mengungkapkan apa yang dirasakan.

Akibatnya, anak tumbuh tanpa kemampuan untuk mengekspresikan rasa marah atau sedih secara tepat dan aman. Mereka menggunakan tawa untuk menutupinya.

Beauties, itu dia beberapa alasan orang bisa tersenyum dan tertawa saat sedang cerita traumanya menurut psikoterapis. Bagaimana, kamu pernah menemui orang yang juga menertawakan rasa sakitnya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE